Tittle: REMEMBER YOU [NEW
VERSION] 6
Author: @hhero
Genre: AU, Sad, Romance, Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park
SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi
dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak
pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF
abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini
terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana
bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana
asal-usul mereka. Oke !!!
-
-
-
HAPPY
READING
-
-
-
@ParkSooRiPOV
Pagi ini tidak terlalu cerah,
mungkin ini memang sedang tidak cerahnya cuaca. Angin berhembus kencang,
rasanya seperti ada yang menampar pipiku.
“Aaah SeokJin apa yang dia
lakukan disitu ? Apa dia menunggku ? Aaah tidak mungkin ini kan tempat umum
(halte bus). Ingat Park SooRi jangan ke pede-an” ucapku pada diriku sendiri.
Bus sudah datang, kami semua
naik bus dan karena masukku akhiran jadi aku tidak mendapat tempat duduk dan
nya lagi SeokJin yang sedang duduk berada disampingku.
Sebenarnya aku tak berharap
dia akan memberikan tempat duduknya untukku tapi ya mungkin saja sisi kebaikan nya
muncul.
5 menit
10 menit
15 menit
Dia tak kunjung menawarkanku
tempat duduk, padahal bus ini semakin padat karena banyaknya orang.
Ah aku tak ambil pusing,
mungkin dia marah karena kemarin malam, biarlah marah itu reda dulu atau
mungkin tidak akan reda. Itu lebih baik untukku, aku akan dapat segera
melupakannya.
Kuambil heatset dan kupasang
ditelinga mendengarkan musik-musik milik BTS sungguh membuatku nyaman.
Tanpa terasa perjalanan bus telah
usai, aku segera keluar dan menuju kelas.
@KimSeokJinPOV
“Dia tidak bertanya ? dia
hanya cuek begitu saja ? apa dia tak tahu malu ? ckckck”
Park SooRi sekarang ini
tengah berada disampingku lebih tepatnya berdiri disampingku. Awalnya aku
memang ingin menawarkan tempat duduk ini padanya, tapi jika aku ingat malam itu
lagi, aah ku urungkan niatku. Dia yeoja yang kuat, dan dia tak butuh bantuanku.
Bus semakin sesak, dia
semakin dekat denganku, ya tentu saja ini karena orang-orang yang saling
dorong.
“Aaah haruskah kulakukan ?
haruskah ? aah tidak usah Kim SeokJin lupakan dia, dia sudah membuatmu malu,
dan dia juga tidak mengaharapkan dirimu. Baiklah biarkan saja, biarkan” celetukku
dalam hati.
Akhirnya kami sampai pada
tempat tujuan, dan tentu saja sekolah.
“Kemana dia tadi ? cepat
sekali perginya” tanyaku dan tentu saja pada diri sendiri.
Kulangkahkan kaki ku pelan
menuju kelas, memang tak seperti biasanya aku berangkat lebih awal biasanya aku
akan berangkat 7 kurang 5 menit dari rumah dan tentu saja aku terlambat. Ayolah
itu sudah kebiasaan, susah untuk dihilangkan, tapi hari ini, mungkin aku sedang
kesambet setan rajin. Ya mungkin saja.
“Tunggu, kenapa lewat sini ?
Ini kan kelas 1-2 kelasnya Park SooRi, padahal kelasku kan tak perlu lewat
sini, aaah bodo ah” kulangkahkan kakiku kini dengan lebih pelan lalu cepat,
pelan lagi lalu cepat dan seperti itu sampai didepan kelas.
“Kemana dia, oooh disana, apa
yang dia lakukan ? Apa ? dia tidur ? Ommo ternyata bukan aku saja yang selalu
tidur saat pagi-pagi begini” sesekali ku tengok kelas 1-2 sambil berjalan
perlahan.
“Hei Kim SeokJin sunbae” sapa
salah seorang yeoja yang kemarin kulihat bersama dengan Park SooRi.
“Ah ya, ada apa ?” balasku.
“Begini, dapatkah kau
membantuku ?” katanya sambil berbisik.
“Ya aku dapat membantu mu,
kecuali jika itu tentang uang, aku tidak bisa”
“Tidak tidak, bisakah kau
mengajak Park SooRi pergi ? kencan ? atau mungkin kau membuatnya menangis hari
ini ? atau apapun denganya supaya dia sibuk”
“Memangnya kenapa ? kenapa
aku harus membuatnya seperti itu ? bukankah itu tindakan kejahatan ?
tidak-tidak aku tidak mau dicap namja jahat disekolah ini karena sudah membuat
seorang yeoja menangis” tolakku tegas.
“Bukan, hari ini adalah
ulangtahunnya Park SooRi, jadi kami akan merayakannya dikelas, tapi dia tidak
akan beranjak dari tempatnya kecuali istirahat atau pulang, jadi aku mohon
bantuanmu”
‘Apa ? dia ulangtahun ?’
“Emmmm, baiklah tapi apa yang
harus kulakukan, aku tidak punya ide apapun”
“Begini ....” dia mulai
membisikkan ide-ide gilanya padaku mulai ini itu atau apapun itu pokoknya aneh.
“Ya akan kupilih salah satu
dari itu” persetujuan telah dilakukan.
“Oooh terimakasih sunbae, kau
memang sunbae yang paling baik se-sekolahan ini. Baiklah kalau begitu rencana
ini akan dilaksanakan setelah jam istirahat pertama. Jangan lupa sunbae”
ucapnya lalu pergi meninggalkanku dan pergi menuju tempat duduknya sambil
tersenyum.
‘Sebenarnya ini gila, tapi
tak apa lah. Tunggu tunggu bukankah jadwalku hari ini aku akan bersikap dingin
padanya. Aaah kenapa aku bodoh begini, dasar plin plan’ rutukku pada diri
sendiri.
=RACE START =
Triiiing triiiiing triiiing
“Ah bel istirahat berbunyi,
benarkah harus kulakukan ? Tapi bagaimana jika dia menolakku ? Atau mungkin dia
mengacuhkanku ? Aaah kenapa aku iyakan tawaran itu !!!”
Bel sudah berbunyi, semua
murid pergi ke kantin, mencari makan untuk mengisi perut mereka yang kosong dan
menambahkan tenaga untuk pelajaran membosankan yang menunggu mereka nanti.
Kulangkahkan kakiku dengan
berat menuju kelas 1-2, kelas Park SooRi.
Setelah beberapa koridor
kulewati akhirnya ku sampai didepan kelasnya, tampak nya dia sedang ....
‘Tidur ?’ tanyaku dalam hati.
Ini jam istirahat seharusnya
dia pergi kekantin atau mungkin berkumpul dengan teman-temannya. Lalu kenapa
seorang yeoja tidur disaat jam istirahat seperti ini ? Apa dia dari pagi memang
belum bangun ? Atau mungkin dia sakit ? Atau saja dia pingsan ?
Karena tak ingin banyak
pertanyaan dipikiranku, segera kumasuk kelasnya. Kelas ini benar-benar tidak
ada orang hanya dia seorang yang sedang tertidur disini. Oooh dasar yeoja ini.
‘Bagaimana ini ? Apa harus
kubangunkan ? Atau menungguinya sampai bangun sediri ?’ batinku penuh dengan
kebingungan.
Aaah akhirnya ku coba untuk
membangunkanya.
Cara pertama menyenggol
tangan = ini tidak mempan.
Cara kedua memanggil namanya
= ini juga tidak mempan padahal sudah berkali kali kupanggil.
Cara ketiga sentuhan, ku
genggam tanganya. (cieh sentuhan fisik)
‘Aneh kenapa rasanya panas ?
apa dia panas ?’
Karena semakin penasaran,
kugerakkan dengan paksa tubuhnya. Benar, dia memperlihatkan wajahnya yang penuh
keringat dingin dengan mata yang masih tertutup.
“Ya Park SooRi kau kenapa ?
kau panas, ayo aku akan membawamu ke UKS”
Tanpa pikir panjang segera
kugendong tubuhnya, diperjalanan setiap pandang mata memandang kami. Aaah tidak
perduli, ini mempertaruhkan nyawa.
Kubaringkan tubuhnya pada
kasur UKS dan kupanggilkan penunggu UKS.
“Kenapa dia, Saem ? Apa dia
baik-baik saja ?” tanyaku tak sabar.
“Badanya panas, tenang
mungkin ini karena kelelahan dan kurangnya istirahat, bukankah kemarin dia juga
seperti ini. Aah dasar bodoh, kenapa anak ini tidak mau mendengarkanku” gerutu
penjaga UKS.
“Jadi ini bukan pertama
kalinya dia panas tinggi seperti ini ? Kapan itu terjadi ? Apa dia menderita
semacam penyakit ? apa yang terjadi padanya ?”
“Dia tidak menderita penyakit
untuk sekarang ini, tapi jika ini berlanjut ini akan membahayakannya”
“Kenapa dengan dia, Saem ?”
“Dia sering bekerja siang dan
malam untuk mencari uang. Dia jarang pernah pulang malam, dia selalu pulang
ketika fajar dan tentu saja semalaman dia tidak tidur. Kemarin lusa aku bertemu
denganya disebuah kedai dan supermarket, dan wajahnya tampak sangat pucat, aku
sungguh khawatir kepadanya tapi dia tidak mengindahkanya, dia selalu bekerja keras
untuk mendapatkan uang” jelas Kim Saem.
‘Jadi selama ini dia bekerja
?’
Kupandang wajahnya, kenapa
aku baru menyadarinya, bahkan dilihat dari wajahnya saja dia sudah tak sehat,
kantung mata itu kulit pucatnya bahkan senyuman yang jarang terlihat.
To
be continue ....
A/N : gimana ada yang
penasaran gimana kelanjutan cerita ini ?? (gak ada). Oke gue kuat kok, gue
harus kuat kayak BTS (padahal nangis dipojokan). Gak-gak Cuma bercanda, oke
terus ikutin gue .....
Jangan lupa tinggalkan
komentar ya ....
No copas, don’t plagiarisme
!!!

Em,
BalasHapusMengenai Tampilan
1. Blog-nya, kalau dibuat responsive lebih bagus,
2. Checkbox Reaksinya maksa... "lucu","menarik","keren" doang? kan terkesan maksa banget, hehe..
3. Buat Library untuk postingan, tambah keren pastinya, dan tentunya visitor friendly, karena jelas memudahkan visitor mengikuti jalan cerita yang ingin dituju. Oke sih bisa dilihat dari sidebar "label", cuman serius lebih keren kalo dibuat collection, lebih terlihat pro.
Jadi idenya, ada pake "homepage", nggak langsung masuk tiba-tiba penyajian blog.
Tapi memang "blog" sih, ya ndak papa kan dibikin kayak web,
Jadi ada "homepage"
dalam homepage, ntar paling atas kiri ya paling nggak ada blog title "hero" kanan ntar ada navigation ya paling nggak "home","blog","about me".
Bawahnya persis ada "carousel" atau "slides"
bawahnya ada featured category bisa diisi genre, ato kalo nggak ada juga sudah bagus.
lalu bawahnya langsung per featured article, per judul contoh 1 baris jadi 3 kolom judul, tiap kolom ada gambar/poster judul kayak poster film, bawahnya poster ada judul, kalau di klik masuk ke halaman baru yang isinya sinopsis dulu/ide ceritanya gimana, bawahnya baru link episode/daftar isinya, chapter 1, 2, 3, 4 ke bawah gitu.
Keren insya Allah itu..
Bisa kebayang nggak itu? hehehe...
Kalau belum kebayang ya nggak papa,
nggak perlu jadi pikiran, sekolah aja dulu..
O iya di homepage bawah featured article di kasih "contact"
BalasHapuscontoh,
follow me on
"lambang fb","lambang instagram", dan lainnya..
Selanjutnya
BalasHapusMengenai ide.
1. Idenya cakep, keren, tapi lebih keren lagi dibuat lebih orisinil, buat jadi milik kamu, punya hoby nulis, kenapa nggak lebih dikembangin,
gw bukan penulis, so nggak bisa ngasih banyak masukan tentang "ide", sering-sering ikut seminar yang diisi para penulis novel.. sering baca novel juga, tapi jangan kelewat pelajaran juga dibaca, yakin insya Allah berkembang...
Mengenai penulisan
1. Hindari pengunaan "sama dengan" (=), et dah ini cerita, bukan operasi matematika, bukan juga script programming,
contoh,
"Cara pertama menyenggol tangan = ini tidak mempan."
pake "koma" (,) aja napa? pembaca ngerti kok.
2. Kalau memang mau mengganti/skip waktu, atau apalah,
misal,
"=RACE START ="
untuk sebuah cerita kan aneh ya, bagus cukup enter 2x dari paragraph sebelumnya, nggak usah pake (=), cukup di-"bold" atau capital semua juga ndak papa,
atau kalau tujuannya untuk menghias, ya masuk sih idenya, cuman ya nggak (=) 1 doang juga kali.. aneh aja gitu, terkesan kaku, kayak di atas tadi,
3. pemilihan kata, langsung misal ya
"setiap pandang mata memandang kami"
pandang mata memandang? pandang memandang? jelas lah...
bisa diganti
"setiap pandang mata tertuju pada kami"
Selanjutnya juga,
penggunaan "tanda kurung" di awal,
ini cerita, bukan naskah film, jadi bagusnya itu dihilangkan, nah caranya gimana, narasi-nya biar masuk perlu dipoles,
Lagi, perlu beda ya, narasi dengan kalimat langsung/pembicaraan,
oke lah, kalau narasi bahasanya kaku oke,
tapi kalimat langsung? menurut gw itu masih kaku, ya sedikit banyak masih,
Itu menurut saya lho ya, menurut saya.
😄😃😀 terimakasih atas masukan anda...
BalasHapus