Senin, 29 Agustus 2016

REMEMBER YOU [NEW VERSION pt.10] ENDING


Title: REMEMBER YOU [NEW VERSION] 10
Author: @hhero
Genre: AU, Romance, Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana asal-usul mereka. Oke !!!
-
Gak suka ?? gak usah baca !!
-
HAPPY READING
-
-

Semenjak kejadian itu, Kim SeokJin benar-benar kehilangan jejak Park SooRi, Park SooRi menghilang seperti ditelan bumi.
Suatu hari dengan segenap keberanian yang ada Kim SeokJin berkunjung ke rumah Park SooRi.
Tok tok tok,
“Permisi” ucap Kim SeokJin.
“Ada yang bisa saya bantu, tuan ?” seorang pembantu mendatangi SeokJin.
“Apa Park SooRi ada dirumah, ahjumma ?”
Tampak wajah murung dari ahjumma tersebut.
“Nona belum pulang, bahkan sudah beberapa bulan tak pernah kami mendengar berita tentangnya”
“Lalu apa orangtua Park SooRi tahu itu ?”
“Tentu, tuan Park sudah menyuruh orang untuk mencarinya tapi tidak ada hasil dan nyonya begitu stress dia bahkan tak mau makan dan minum” ucap ahjumma itu tertunduk lesu.
“Dapatkah saya bertemu Nyonya Park ?” tanya Kim SeokJin, jujur dia juga tak habis pikir bagaimana pertanyaan gila itu dapat ia ucapkan.
“Sebentar” ucap ahjumma itu dan undur diri.
Selang beberapa menit, keluarlah ahjumma itu dengan seorang wanita tua dengan wajah sedih penuh pikiran.
“Nyonya ini teman Nona SooRi” ahjumma itu mendudukkan nyonya park pada kursi lalu ia undur diri.
“Benarkah kau teman anakku ?” tanya wanita itu dengan lemas.
“Benar, nyonya” jawab Kim SeokJin mantap.
“Berapa lama kalian berteman ?” pertanyaan itu mengagetkan SeokJin, ia memang sudah mengenal SooRi dari kecil tapi jika dikatakan teman itu baru sekarang, dan hanyalah sepihak (SeokJin) yang menganggap hubungan ini teman, walau ia mengharapkan lebih.
“Tak lama ini kami baru berteman, tapi saat masih kecil kami sudah saling kenal”
“Apa kau juga dibayar oleh suamiku ?”
“Tidak nyonya, saya tidak dibayar oleh suami anda”
“Lalu apa yang membuatmu menganggap SooRi sebagai teman”
“Sebenarnya saya tidak punya alasan yang kuat, tapi saya memang menganggap teman SooRi dengan tulus”
“Lalu kenapa kau kemari ???”
“Saya mencari Park SooRi”
“Dia bahkan tak pernah pulang selama sebulan ini, percuma kau mencarinya disini”
“Saya tahu itu, sebenarnya saya pernah bertemu dengan Park SooRi seminggu setelah ia menghilang. Dia merasakan kesepian sendirian tanpa adanya kawan teman orang tua bahkan saudara, dia sungguh tertekan dengan semua ini” SeokJin benar-benar tak tahu apa yang mulut nya ucapkan apakah dapat membantu atau tidak.
“Park SooRi butuh kasih sayang dari orang-orang didekatnya, termasuk kedua orang tuanya, dia tak butuh kan uang yang melimpah, yang ia butuhkan hanyalah kasih sayang dari anda dan suami anda. Dia juga membutuhkan teman yang tulus bukan karena uang dari anda”
Wanita itu diam.
“Saya minta maaf karena lancang berbicara seperti ini pada anda” ucap Kim SeokJin merasa bersalah.
“Tidak kamu tidak salah, kami memang bersalah. Kami tak pernah memberikan kasih sayang yang cukup pada SooRi kami terlalu sibuk pada pekerjaan kami” wanita itu menangis, dan pembantu membawanya kembali kekamar.
“Maaf tuan, dan sebagai terimakasih nyonya menyuruh saya memberikan ini pada anda” ungkap ahjumma itu dengan sebuah bingkisan ditanganya.
“Maaf ahjumma dan tolong katakan maaf pada nyonya park bahwa saya tidak ingin menerima apapun dari anda, saya tulus dan tolong jangan bersikap seperti ini lagi kepada teman SooRi, dia sangat membencinya” mendengar perkataan SeokJin ahjumma itu tersenyum.
“Baiklah, saya undur diri dulu ahjumma, terimakasih” membungkukkan diri lalu pergi meninggalkan rumah itu.
#8tahunkemudian
@KimSeokJinPOV
Sekolah ini memberiku banyak pengetahuan pengalaman kenangan yang banyak.
“Kim SeokJin” panggil teman lamaku.
“Hei, bagaimana kabarmu ? Oooh apakah ini anakmu ?” tanyaku pada temanku ini yang bernama Kim Namjon.
“Ooo lucu sekali, siapa namanya ?” sambil menggendong bayi yang berusia sekitar 3 tahun ini.
“Jeon Jungkook” balasnya.
“Waah nama yang bagus”
“Oooh iya, dimana istrimu ??” tanyaku mempertanyakan dimana keberadaan ibu dari anak manis ini.
“Yeobo, Song EunHa”
“Song EunHa ? bukankah kau yeoja yang pernah memberikan kotak makanan padaku ?” godaku padanya dan mengingat-ingat 8 tahun yang lalu.
“Yaak, itu sudah lama, dan sekarang EunHa telah menjadi milikku jangan harap kau dapat mengambilnya dariku” bela Kim Namjon.
“Hahaha, ne arrasheo. Aku hanya bercanda”
Reuni kali ini, beberapa teman temanku sudah membawa seorang bayi kecil ditemani istrinya, bukan hanya beberapa tapi hampir semua dari mereka sudah menikah.
“Hei kau Kim SeokJin murid pintar yang selalu diidolakan setiap yeoja disekolah ini. Mana istrimu ? jangan bilang sampai sekarang ini kau belum menemukan jodohmu ?” tanya Hoseok.
“Yah, seperti yang kau lihat”
“Jinjja, ooh ini hebat dulu banyak yeoja yang mengincarmu, lalu kemana mereka ?”
“Molla” jawabku malas, karena memang pertanyaan seperti inilah yang ingin aku hindari.
“Eeem apa kau masih belum bisa melupakan Park SooRi ?” tanyanya dan ini benar-benar membuat hatiku sedih lagi.
“Hei hei, jangan sedih tenang, masih banyak yeoja cantik disini. Aku akan membantumu” mungkin karena dia mengetahui apa yang sekarang ini kurasakan ia mulai menghiburku, J-Hope.
Kuberjalan-jalan mengelilingi sekolah ini, sekolah ini sudah banyak berubah tempat yang biasa kami nongkrong kini telah dijadikan ruangan kelas.
“Tunggu, tulisan ini”
Ya ini bisa dianggap prasasti milikku, yang ukir disebuah pohon KIM SEOKJIN 💙 PARK SOORI.
Aaah mengingat masa lalu kadang menyakitkan.
Acara sudah selesai, kini waktunya pulang.
Kurebahkan tubuhku pada kasur kesayanganku.
“Aaah perutku lapar, ada bahan apa saja dikulkas ?” menghampiri lemari kulkas yang berada didapur.
“Aaaah apakah hanya ini ? ooh iya, aku lupa membelinya kemarin” kuambil dompet dan kunci mobil, segera kutancap gas menuju supermarket.
#Supermarket
“Waaah, hari ini banyak sekali buah dan sayur yang masih segar !!! Oooh akhirnya ...” kupilah-pilah beberapa macam bauh dan sayur yang menurutku pas untuk makanan ku hari ini dan persediaan selama seminggu ini.
Saat mengambil jeruk, tangan ku menyentuh sebuah tangan yeoja.
Seperti di film-film, benarkah ini yang akan menjadi takdirku ? jodohku ?
Karena rasa penasaran yang tinggi dan percaya diri yang sangaaaat tinggi, kutoleh wajahnya.
Tunggu ... wajah ini, terlihat sangat akrab, siapa dia ?
“Hei, bisakah kau melepaskan tanganmu dari buah itu, aku yang mengambilnya lebih dulu” katanya.
Mungkin ingin main sebentar dengannya, buah itu ku tarik. Akhirnya terjadilah peristiwa tarik menarik buah jeruk disini.
Yeoja itu tetap saja tak ingin melepaskan, huuuft dia sangat kuat rupanya.
“Park SooRi, apa yang kau lakukan ? kenapa kau malah main-main disini, sudahlah biarkan buah itu jadi miliknya, bukankah masih ada banyak disini”
“Tapi ...” ucapan yeoja itu terhenti ketika si wanita tua itu menatapnya.
Park SooRi ? benarkah dia Park SooRi, yeoja yang membuatku tak bisa berpaling pada yeoja lain.
Saat dia akan pergi, kutahan tanganya, dia menoleh dan mata kami saling memandang.
Benar, tatapan itu, wajah itu, ini Park SooRi yang kucari.
“Park SooRi” panggilku padanya dan wajahnya terlihat bingung.
“Apa anda mengenal saya ?” tanyanya yang masih belum tahu siapa aku ini.
“Apa kau melupakanku ? Aku Kim SeokJin” jawabku langsung memberitahukan namaku.
“Kau, Kim SeokJin !!!”
“Ya, aku Kim SeokJin” tanpa basabasi lagi, aku peluk dirinya, seseorang yang sangat kurindukan selama 8 tahun ini.
“Bagaimana kabarmu Kim SeokJin ??” tanyanya dengan intonasi suara khas miliknya.
“Aku baik, aku sangat merindukanmu Park SooRi”
Kuajak dia menuju sebuah taman disekitar daerah ini.
“Kim SeokJin” panggilnya.
“Park SooRi” balasku.
“Sudah lama sekali kita tak pernah bertemu seperti ini, bahkan saat terakhir kali aku bertemu denganmu dulu aku mengucapkan kata yang tak seharusnya kukatakan padamu. Kau memang baik Kim SeokJin, aku sungguh minta maaf atas kejadian itu”
“Sudahlah lupakan, aku tak perlu minta maafmu, yang kuperlukan sekarang ini hanyalah dirimu” ucapku sembari menggenggam tanganya.
“Tapi aku benar-benar minta maaf”
“Baiklah baiklah, aku terima minta maafmu. Lalu sekarang ceritakan kemana saja kau selama 8 tahun ini ? apa kau ke planet lain ?”
“Sebenarnya, setelah kau menemui orangtuaku saat itu, ayahku berhasil menemukanku dan aku diajak pulang, aku sungguh merasa takut apa lagi yang akan mereka lakukan padaku ? aku sudah menyiapkan mentalku sebelum aku diajak pulang. Ketika sampai, keluargaku menyambutku dengan hangat”
“Lalu apa yang terjadi padamu setelah itu ?”
“Sebenarnya aku disuruh kembali sekolah disekolahan yang dulu, tapi aku menolak aku ingin belajar diluar negeri, aku ingin memulai hidup yang baru. Kedua orang tuaku menyetujui nya dan aku dikirim ke luar negeri. Ooh ya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu, karena mu lah orangtuaku mulai memberikan kasih sayangnya padaku” air mata meluncur dari matanya.
“Oooh tidak, aku hanya melakukan apa yang harusnya kita lakukan sebagai teman ketika teman kita sedang dalam kesusahan” terangku.
“Oooh ya bagaimana jika kita bersepeda, sudah lama aku tidak melakukan itu” ajakku padanya dan disambut anggukan mantap olehnya.
Kami berdua menaiki sepeda, berajalan-jalan melihat pemandangan senja tiba.
Setelah itu, kami berdua mulai semakin dekat, kami selalu bertemu ditaman didaerah ini.
Sampai suatu saat, kuberanikan diriku untuk melamarnya.
“Park SooRi, maukah kau menjadi pendamping hidupku untuk sekarang nanti dan selamanya ?” tanyaku mantap pada Park SooRi yang tengah bingung memandang ku.
Sebuah anggukan darinya telah menyatukan kami.
.
.
Sebuah janji sudah kami ucapkan bersama. Untuk hidup sehidup semati. Aku membuka tudung kepala nya dan mengecup keningnya.
KAMI MENIKAH


~~~END~~~


Prok prok prok
ooooooooooh akhirnya. 
Selesai juga, terimakasih terimakasih terimakasih banyak buat kalian.
Sampai jumpa di cerita berikutnya ,,,,
See you .....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar