Title: REMEMBER YOU [NEW
VERSION] 10
Author: @hhero
Genre: AU, Romance,
Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park
SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi
dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak
pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF abal-abal
alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini
terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana
bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana
asal-usul mereka. Oke !!!
-
Gak
suka ?? gak usah baca !!
-
HAPPY
READING
-
-
Semenjak kejadian itu, Kim
SeokJin benar-benar kehilangan jejak Park SooRi, Park SooRi menghilang seperti
ditelan bumi.
Suatu hari dengan segenap
keberanian yang ada Kim SeokJin berkunjung ke rumah Park SooRi.
Tok tok tok,
“Permisi” ucap Kim SeokJin.
“Ada yang bisa saya bantu,
tuan ?” seorang pembantu mendatangi SeokJin.
“Apa Park SooRi ada dirumah,
ahjumma ?”
Tampak wajah murung dari
ahjumma tersebut.
“Nona belum pulang, bahkan
sudah beberapa bulan tak pernah kami mendengar berita tentangnya”
“Lalu apa orangtua Park SooRi
tahu itu ?”
“Tentu, tuan Park sudah
menyuruh orang untuk mencarinya tapi tidak ada hasil dan nyonya begitu stress
dia bahkan tak mau makan dan minum” ucap ahjumma itu tertunduk lesu.
“Dapatkah saya bertemu Nyonya
Park ?” tanya Kim SeokJin, jujur dia juga tak habis pikir bagaimana pertanyaan
gila itu dapat ia ucapkan.
“Sebentar” ucap ahjumma itu
dan undur diri.
Selang beberapa menit,
keluarlah ahjumma itu dengan seorang wanita tua dengan wajah sedih penuh
pikiran.
“Nyonya ini teman Nona SooRi”
ahjumma itu mendudukkan nyonya park pada kursi lalu ia undur diri.
“Benarkah kau teman anakku ?”
tanya wanita itu dengan lemas.
“Benar, nyonya” jawab Kim
SeokJin mantap.
“Berapa lama kalian berteman
?” pertanyaan itu mengagetkan SeokJin, ia memang sudah mengenal SooRi dari
kecil tapi jika dikatakan teman itu baru sekarang, dan hanyalah sepihak
(SeokJin) yang menganggap hubungan ini teman, walau ia mengharapkan lebih.
“Tak lama ini kami baru
berteman, tapi saat masih kecil kami sudah saling kenal”
“Apa kau juga dibayar oleh
suamiku ?”
“Tidak nyonya, saya tidak
dibayar oleh suami anda”
“Lalu apa yang membuatmu
menganggap SooRi sebagai teman”
“Sebenarnya saya tidak punya
alasan yang kuat, tapi saya memang menganggap teman SooRi dengan tulus”
“Lalu kenapa kau kemari ???”
“Saya mencari Park SooRi”
“Dia bahkan tak pernah pulang
selama sebulan ini, percuma kau mencarinya disini”
“Saya tahu itu, sebenarnya
saya pernah bertemu dengan Park SooRi seminggu setelah ia menghilang. Dia
merasakan kesepian sendirian tanpa adanya kawan teman orang tua bahkan saudara,
dia sungguh tertekan dengan semua ini” SeokJin benar-benar tak tahu apa yang
mulut nya ucapkan apakah dapat membantu atau tidak.
“Park SooRi butuh kasih
sayang dari orang-orang didekatnya, termasuk kedua orang tuanya, dia tak butuh
kan uang yang melimpah, yang ia butuhkan hanyalah kasih sayang dari anda dan
suami anda. Dia juga membutuhkan teman yang tulus bukan karena uang dari anda”
Wanita itu diam.
“Saya minta maaf karena
lancang berbicara seperti ini pada anda” ucap Kim SeokJin merasa bersalah.
“Tidak kamu tidak salah, kami
memang bersalah. Kami tak pernah memberikan kasih sayang yang cukup pada SooRi
kami terlalu sibuk pada pekerjaan kami” wanita itu menangis, dan pembantu
membawanya kembali kekamar.
“Maaf tuan, dan sebagai
terimakasih nyonya menyuruh saya memberikan ini pada anda” ungkap ahjumma itu
dengan sebuah bingkisan ditanganya.
“Maaf ahjumma dan tolong
katakan maaf pada nyonya park bahwa saya tidak ingin menerima apapun dari anda,
saya tulus dan tolong jangan bersikap seperti ini lagi kepada teman SooRi, dia
sangat membencinya” mendengar perkataan SeokJin ahjumma itu tersenyum.
“Baiklah, saya undur diri
dulu ahjumma, terimakasih” membungkukkan diri lalu pergi meninggalkan rumah itu.
#8tahunkemudian
@KimSeokJinPOV
Sekolah ini memberiku banyak
pengetahuan pengalaman kenangan yang banyak.
“Kim SeokJin” panggil teman
lamaku.
“Hei, bagaimana kabarmu ?
Oooh apakah ini anakmu ?” tanyaku pada temanku ini yang bernama Kim Namjon.
“Ooo lucu sekali, siapa
namanya ?” sambil menggendong bayi yang berusia sekitar 3 tahun ini.
“Jeon Jungkook” balasnya.
“Waah nama yang bagus”
“Oooh iya, dimana istrimu ??”
tanyaku mempertanyakan dimana keberadaan ibu dari anak manis ini.
“Yeobo, Song EunHa”
“Song EunHa ? bukankah kau
yeoja yang pernah memberikan kotak makanan padaku ?” godaku padanya dan
mengingat-ingat 8 tahun yang lalu.
“Yaak, itu sudah lama, dan
sekarang EunHa telah menjadi milikku jangan harap kau dapat mengambilnya
dariku” bela Kim Namjon.
“Hahaha, ne arrasheo. Aku
hanya bercanda”
Reuni kali ini, beberapa
teman temanku sudah membawa seorang bayi kecil ditemani istrinya, bukan hanya
beberapa tapi hampir semua dari mereka sudah menikah.
“Hei kau Kim SeokJin murid
pintar yang selalu diidolakan setiap yeoja disekolah ini. Mana istrimu ? jangan
bilang sampai sekarang ini kau belum menemukan jodohmu ?” tanya Hoseok.
“Yah, seperti yang kau lihat”
“Jinjja, ooh ini hebat dulu
banyak yeoja yang mengincarmu, lalu kemana mereka ?”
“Molla” jawabku malas, karena
memang pertanyaan seperti inilah yang ingin aku hindari.
“Eeem apa kau masih belum
bisa melupakan Park SooRi ?” tanyanya dan ini benar-benar membuat hatiku sedih
lagi.
“Hei hei, jangan sedih
tenang, masih banyak yeoja cantik disini. Aku akan membantumu” mungkin karena
dia mengetahui apa yang sekarang ini kurasakan ia mulai menghiburku, J-Hope.
Kuberjalan-jalan mengelilingi
sekolah ini, sekolah ini sudah banyak berubah tempat yang biasa kami nongkrong
kini telah dijadikan ruangan kelas.
“Tunggu, tulisan ini”
Ya ini bisa dianggap prasasti
milikku, yang ukir disebuah pohon KIM SEOKJIN 💙 PARK SOORI.
Aaah mengingat masa lalu kadang menyakitkan.
Acara sudah selesai, kini waktunya pulang.
Kurebahkan tubuhku pada kasur kesayanganku.
“Aaah perutku lapar, ada bahan apa saja dikulkas ?”
menghampiri lemari kulkas yang berada didapur.
“Aaaah apakah hanya ini ? ooh iya, aku lupa membelinya
kemarin” kuambil dompet dan kunci mobil, segera kutancap gas menuju
supermarket.
#Supermarket
“Waaah, hari ini banyak sekali buah dan sayur yang
masih segar !!! Oooh akhirnya ...” kupilah-pilah beberapa macam bauh dan sayur
yang menurutku pas untuk makanan ku hari ini dan persediaan selama seminggu
ini.
Saat mengambil jeruk, tangan ku menyentuh sebuah
tangan yeoja.
Seperti di film-film, benarkah ini yang akan menjadi
takdirku ? jodohku ?
Karena rasa penasaran yang tinggi dan percaya diri
yang sangaaaat tinggi, kutoleh wajahnya.
Tunggu ... wajah ini, terlihat sangat akrab, siapa dia
?
“Hei, bisakah kau melepaskan tanganmu dari buah itu,
aku yang mengambilnya lebih dulu” katanya.
Mungkin ingin main sebentar dengannya, buah itu ku
tarik. Akhirnya terjadilah peristiwa tarik menarik buah jeruk disini.
Yeoja itu tetap saja tak ingin melepaskan, huuuft dia
sangat kuat rupanya.
“Park SooRi, apa yang kau lakukan ? kenapa kau malah
main-main disini, sudahlah biarkan buah itu jadi miliknya, bukankah masih ada
banyak disini”
“Tapi ...” ucapan yeoja itu terhenti ketika si wanita
tua itu menatapnya.
Park SooRi ? benarkah dia Park SooRi, yeoja yang
membuatku tak bisa berpaling pada yeoja lain.
Saat dia akan pergi, kutahan tanganya, dia menoleh dan
mata kami saling memandang.
Benar, tatapan
itu, wajah itu, ini Park SooRi yang kucari.
“Park SooRi” panggilku padanya dan wajahnya terlihat
bingung.
“Apa anda mengenal saya ?” tanyanya yang masih belum
tahu siapa aku ini.
“Apa kau melupakanku ? Aku Kim SeokJin” jawabku
langsung memberitahukan namaku.
“Kau, Kim SeokJin !!!”
“Ya, aku Kim SeokJin” tanpa basabasi lagi, aku peluk
dirinya, seseorang yang sangat kurindukan selama 8 tahun ini.
“Bagaimana kabarmu Kim SeokJin ??” tanyanya dengan
intonasi suara khas miliknya.
“Aku baik, aku sangat merindukanmu Park SooRi”
Kuajak dia menuju sebuah taman disekitar daerah ini.
“Kim SeokJin” panggilnya.
“Park SooRi” balasku.
“Sudah lama sekali kita tak pernah bertemu seperti
ini, bahkan saat terakhir kali aku bertemu denganmu dulu aku mengucapkan kata
yang tak seharusnya kukatakan padamu. Kau memang baik Kim SeokJin, aku sungguh
minta maaf atas kejadian itu”
“Sudahlah lupakan, aku tak perlu minta maafmu, yang
kuperlukan sekarang ini hanyalah dirimu” ucapku sembari menggenggam tanganya.
“Tapi aku benar-benar minta maaf”
“Baiklah baiklah, aku terima minta maafmu. Lalu
sekarang ceritakan kemana saja kau selama 8 tahun ini ? apa kau ke planet lain
?”
“Sebenarnya, setelah kau menemui orangtuaku saat itu,
ayahku berhasil menemukanku dan aku diajak pulang, aku sungguh merasa takut apa
lagi yang akan mereka lakukan padaku ? aku sudah menyiapkan mentalku sebelum
aku diajak pulang. Ketika sampai, keluargaku menyambutku dengan hangat”
“Lalu apa yang terjadi padamu setelah itu ?”
“Sebenarnya aku disuruh kembali sekolah disekolahan
yang dulu, tapi aku menolak aku ingin belajar diluar negeri, aku ingin memulai
hidup yang baru. Kedua orang tuaku menyetujui nya dan aku dikirim ke luar
negeri. Ooh ya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu, karena mu lah
orangtuaku mulai memberikan kasih sayangnya padaku” air mata meluncur dari
matanya.
“Oooh tidak, aku hanya melakukan apa yang harusnya
kita lakukan sebagai teman ketika teman kita sedang dalam kesusahan” terangku.
“Oooh ya bagaimana jika kita bersepeda, sudah lama aku
tidak melakukan itu” ajakku padanya dan disambut anggukan mantap olehnya.
Kami berdua menaiki sepeda, berajalan-jalan melihat
pemandangan senja tiba.
Setelah itu, kami berdua mulai semakin dekat, kami
selalu bertemu ditaman didaerah ini.
Sampai suatu saat, kuberanikan diriku untuk
melamarnya.
“Park SooRi, maukah kau menjadi pendamping hidupku
untuk sekarang nanti dan selamanya ?” tanyaku mantap pada Park SooRi yang
tengah bingung memandang ku.
Sebuah anggukan darinya telah menyatukan kami.
.
.
Sebuah janji sudah kami ucapkan bersama. Untuk hidup
sehidup semati. Aku membuka tudung kepala nya dan mengecup keningnya.
KAMI MENIKAH
~~~END~~~
Prok prok prok
ooooooooooh akhirnya.
Selesai juga, terimakasih terimakasih terimakasih
banyak buat kalian.
Sampai jumpa di cerita berikutnya ,,,,
See you .....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar