Title: REMEMBER YOU [NEW
VERSION] 9
Author: @hhero
Genre: AU, Romance,
Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park
SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi
dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak
pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF
abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini
terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana
bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana
asal-usul mereka. Oke !!!
-
Gak
suka ?? gak usah baca !!
-
HAPPY
READING
-
-
@ParkSooRiPOV
“YAAA PARK SOORI MAU KEMANA
KAU ? AWAS NANTI JIKA KAU TERTANGKAP” teriak nya dikoridor dan membuat suaranya
menggema.
Aaah
bagaimana ini ? Pasti mereka akan memanggangku hari ini. Ooh tunggu Kim SeokJin
? dimana dia ? apa dia masih disana ? aaah pabbo-pabbo kau SooRi
@KimSeokJinPOV
“HEI KALIIIAN BERDUUUAAAA,
BAAAANGUUUUUN” teriak seseorang dengan suara yang begitu menakutkan.
Kubuka mataku perlahan, dan
disampingku saat ini seorang guru tengah berdiri didekatku.
“Aaaaoooooom, apa yang
terjadi ? eeeh ada saem disini ? kenapa ada rumahku saem ?” tanya ku.
“Eeeh SooRi juga disini”
tambah ku setelah melihat SooRi yang berada dibelakang guru itu.
“Ommo” teriak soori, entah
kenapa kemudian ku mulai mengingat kejadian semalam, ketika aku tertidur disini
dengannya.
Dia kemudian berlari
meninggalkan ku, disusul dengan guru dan berteriak dikoridor lalu menciptakan
sebuah gema suara yang menakutkan.
Park
SooRi ? kau pergi meninggalkan ku ? begitu saja ? kau tidak memikirkanku ? kau
...!!!!
Dikarenakan aku yang tak
sempat melarikan diri, dan dikarenakan si Park SooRi yang tidak mau
bertanggungjawab dan langsung pergi begitu saja, aku terkena hukuman berjemur
di tiang bendera sampai jam pulang.
“Dasar kau Park SooRi, awas
kalau ketemu akan kumakan kau !!!” gerutuku.
@AuthorPOV
Semenjak kejadian itu, Kim
SeokJin tak pernah lagi bertemu ataupun hanya melihatnya disekolah ini. Park
SooRi menghilang tanpa jejak, bahkan teman-teman sekelasnya pun tak tahu dimana
Park SooRi berada.
“Dimana anak itu ? kenapa dia
tak mengangkat telephone ku ? Dimana kau Park SooRi ?” tampak Kim SeokJin
begitu khawatir dengan SooRi yang sudah seminggu ini tak terlihat disekolah.
Semua sudah dia lakukan,
sudah pergi kerumah SooRi tapi rumah itu kosong sepi, bahkan setiap hari ia tak
pernah absen untuk menghubungi SooRi entah dengan sms telephone atau bahkan telepati.
Tapi semua itu sia-sia saja.
“Saem, apa anda tahu dimana
Park SooRi sekarang ? apa dia sudah pindah ?” tanya SeokJin pada wali kelas
SooRi.
“Aku tidak tahu” jawab guru
dan terlihat bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu.
“Ayolah saem, saya tahu bahwa
anda tengah menyembunyikan sesuatu kan. Dimana Park SooRi ? kenapa dia pergi
begitu saja ?” tanyaku tanpa henti kepadanya.
“Baiklah baiklah, kurasa kau
perlu tahu ini. Sebenarnya ....”
#Flashback
“Dasar bocah” gerutu guru itu
sambil mencoba menelephone seseorang.
Tiiit
“Ada apa ?” jawab seseorang
disana dengan nada yang tak begitu mengenakkan.
“Putri anda” balas guru.
“Kenapa lagi dengan bocah itu
? apa dia membuat masalah lagi ? sudah berapa kali dia melakukan itu ? apa yang
kali ini ia lakukan ? apa dia membakar sekolahan ?” semprot seseorang disana
yang anggap ayah Park SooRi.
“Tidak, dia hanya tidur
disekolah dan tak pulang, apa anda tidak tahu ?” tanya guru itu masih dengan
sopanya.
“Haaaish, hanya tiduuur ? itu
saja ? itu bukan masalah besar, kenapa kau menelephone ku ? mengganggu waktu ku
saja”
“Bukan begitu, hanya saja itu
sudah bukan beberapa kali saja tapi hampir setiap hari. Apa anda tidak perduli
padanya ?” tanya guru itu langsung to the
point karena sudah kesal dengan sikap Park SooRi, sebenarnya bukan hanya
kesal tapi juga kasian padanya.
“Aku bekerja, dan bukankah
itu sudah membuktikan bahwa aku peduli padanya. Kau ini kan hanya kusuruh untuk
menjaga anakku, tak usah kau urusi keluarga kami”
Plip, dengan lancang orang
disana mematikan telephone.
“Aaaih, orang ini. Apa aku
hanya digaji untuk menjaga anaknya ?” gerutu guru itu dan sekarang mencoba
menghubungi ibu Park SooRi.
“Yeoboseyeo, ada yang bisa
saya bantu ?” ibu Park SooRi menjawab dengan halus.
“Putri anda”
“ADA APA LAGI DENGAN ANAK ITU
? MEMBUAT ONAR LAGI ? DASAR, MALAM TAK PERNAH PULANG, TIDUR DIMANA DIA ? DASAR
BOCAH TAK TAHU DIUNTUNG” berbeda dari awal menjawab, sekarang ibu ini menjawab
dengan suara lantang dan membuat guru itu menjauhkan telephone dari telinganya.
“Anak anda tidur disekolah”
jawab guru itu yah dengan nada malas, tadi ayahnya marah-marah sekarang ibunya
juga marah-marah. Apakah nasib seorang guru seperti ini ?
“TIDUR DI SEKOLAH ??
MEMALUKAN, SURUH DIA PULANG SEKARANG DAN TELEPHONE AYAHNYA, AKU TIDAK BISA
KARENA BANYAK KERJAAN DISINI”
“Tadi saya sudah menelephone
suami anda, dan dia juga sedang banyak kerjaan sekarang”
Plip,
Aaah bukan hanya suami istri
sama saja, tapi untung saja anak itu berbeda sedikit dengan orangtuanya.
#FlashbackEND
Guru itu menceritakan
semuanya, mulai dari A hingga Z.
“Lalu apa yang terjadi pada
Park SooRi ?”
“Entahlah, aku juga belum
mendengar kabar dari kedua orangtuanya”
“Apakah kejadian seperti ini
pernah terjadi ?” tanya Kim SeokJin mencoba mencari tahu dengan otak pintarnya.
“Pernah, saat itu entah ada
masalah apa, Park SooRi dipanggil pulang kemudian tak kembali selama sebulan
lalu mulai terlihat lagi sebulan kemudian”
“Apa anda menanyakan apa
penyebab nya ?”
“Eeem sebenarnya ini rahasia,
tapi kurasa ini penting. Dia berkata jika kedua orang tuanya mengurungnya
dirumah, lalu Park SooRi kabur kesebuah tempat amal lalu aku lupa ceritanya”
“Tempat amal ?”
“Ya, SooRi sangat rajin pergi
ketempat amal. Tunggu tempat amal ??”
“Yap benar, jika saja
kejadian seperti itu terulang kembali, mungkin kita bisa menemukan SooRi di tempat-tempat
amal dekat sini, tapi dimana tempat amal itu ???”
Kling
Seperti mendapatkan sebuah
ide dengan lampu diatas kepalanya, SeokJin berlari keluar sekolah.
~~menuju tempat amal~~
“Dimana dia ? ini tempat amal
satu-satunya didekat sini ?” SeokJin mencoba menajamkan matanya, mencari
seseorang yang menganggu pikiran dan hari nya seminggu ini.
“Aaah BINGO, dia disini”
SeokJin segera berlari menuju orang itu.
“Park SooRi” panggilnya dan
tentu saja yang dipanggil segera menoleh.
“Apa yang kau lakukan disini
?” tanyanya bingung.
“Justru aku yang harusnya
bertanya. Kemana kau selama ini ? Dan kenapa kau disini ? Bukankah harusnya
sekarang ini kau ada disekolah ? Kenapa kau malah ada diacara amal ini ?” tanya
Kim SeokJin bertubi-tubi.
“Apa urusanmu ? ini hidupku”
jawab SooRi dan tentu saja membuat SeokJin sakit hati.
“Aaa ak ku” jawab SeokJin
terbata-bata karena bingung.
“Apa ? hah ! Apa kau pacarku
? apa kau saudaraku ? apa kau temanku ? apa kita saling kenal ? apa kita akrab
? Tidak kan. Enyahlah dari pandanganku” kalimat itu akan membuat luka pada
hati.
“Aku adalah temanmu, yang
akan membantu mu disaat kamu membutuhkan atau tidak, yang akan selalu
mensupport mu yang akan selalu bersamamu” terang SeokJin dan tentu saja itu
berlawanan dengan isi hatinya.
“Teman ? Ciih, mana ada teman
didunia ini. Mereka semua tidak pernah menganggapku teman, mereka dekat
denganku hanya karena uang dari ayahku, teman ? apa itu bisa dibilang teman.
Dan kau, tak usah menganggapku sebagai teman, aku tak butuh teman aku tak butuh
siapapun didunia ini. Kalian semua manusia berhati busuk”
“Tapi aku berbeda dengan
mereka, aku menganggapmu teman dengan tulus bukan karena uang. Kumohon
mengertilah”
“PERGI KAU, AKU BENCI KALIAN
SEMUA. AKU BENCI HIDUP INI” ucap SooRi dengan air mata dan berlari menjauh dari
SeokJin.
Begitu remuk hati Kim
SeokJin, bahkan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Kaki tangan tubuh
mulut kini semua terasa melumpuh, mendengar kata-kata SooRi yang penuh amarah
dan tangis itu.
SeokJin tidak merasa marah
atau dendam pada SooRi, justru ketika ia mendengarkan pernyataan SooRi ia
merasakan sebuah getaran hati, kalimat-kalimatnya penuh emosi penuh amarah
penuh kesedihan penuh dendam dan kesepian.
“PARK SOORI AKU MENCINTAIMU
AKU MENYAYANGIMU AKU MERINDUKANMU AKU BUTUH DIRIMU” teriak SeokJin dengan air
mata yang membanjiri wajahnya.
To
be continue ....
Btw, tinggal satu chapter
lagi .....
Terimakasih banyak buat
kalian yang udah nyempet-nyempetin baca ff ku ini.
Thank you very much .....
Jangan lupa tinggalkan
komentar ya ....
No copas, don’t plagiarisme
!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar