Kamis, 25 Agustus 2016

REMEMBER YOU [NEW VERSION pt.9]


Title: REMEMBER YOU [NEW VERSION] 9
Author: @hhero
Genre: AU, Romance, Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana asal-usul mereka. Oke !!!
-
Gak suka ?? gak usah baca !!
-
HAPPY READING
-
-

@ParkSooRiPOV
“YAAA PARK SOORI MAU KEMANA KAU ? AWAS NANTI JIKA KAU TERTANGKAP” teriak nya dikoridor dan membuat suaranya menggema.
Aaah bagaimana ini ? Pasti mereka akan memanggangku hari ini. Ooh tunggu Kim SeokJin ? dimana dia ? apa dia masih disana ? aaah pabbo-pabbo kau SooRi
@KimSeokJinPOV
“HEI KALIIIAN BERDUUUAAAA, BAAAANGUUUUUN” teriak seseorang dengan suara yang begitu menakutkan.
Kubuka mataku perlahan, dan disampingku saat ini seorang guru tengah berdiri didekatku.
“Aaaaoooooom, apa yang terjadi ? eeeh ada saem disini ? kenapa ada rumahku saem ?” tanya ku.
“Eeeh SooRi juga disini” tambah ku setelah melihat SooRi yang berada dibelakang guru itu.
“Ommo” teriak soori, entah kenapa kemudian ku mulai mengingat kejadian semalam, ketika aku tertidur disini dengannya.
Dia kemudian berlari meninggalkan ku, disusul dengan guru dan berteriak dikoridor lalu menciptakan sebuah gema suara yang menakutkan.
Park SooRi ? kau pergi meninggalkan ku ? begitu saja ? kau tidak memikirkanku ? kau ...!!!!
Dikarenakan aku yang tak sempat melarikan diri, dan dikarenakan si Park SooRi yang tidak mau bertanggungjawab dan langsung pergi begitu saja, aku terkena hukuman berjemur di tiang bendera sampai jam pulang.
“Dasar kau Park SooRi, awas kalau ketemu akan kumakan kau !!!” gerutuku.
@AuthorPOV
Semenjak kejadian itu, Kim SeokJin tak pernah lagi bertemu ataupun hanya melihatnya disekolah ini. Park SooRi menghilang tanpa jejak, bahkan teman-teman sekelasnya pun tak tahu dimana Park SooRi berada.
“Dimana anak itu ? kenapa dia tak mengangkat telephone ku ? Dimana kau Park SooRi ?” tampak Kim SeokJin begitu khawatir dengan SooRi yang sudah seminggu ini tak terlihat disekolah.
Semua sudah dia lakukan, sudah pergi kerumah SooRi tapi rumah itu kosong sepi, bahkan setiap hari ia tak pernah absen untuk menghubungi SooRi entah dengan sms telephone atau bahkan telepati.
Tapi semua itu sia-sia saja.
“Saem, apa anda tahu dimana Park SooRi sekarang ? apa dia sudah pindah ?” tanya SeokJin pada wali kelas SooRi.
“Aku tidak tahu” jawab guru dan terlihat bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu.
“Ayolah saem, saya tahu bahwa anda tengah menyembunyikan sesuatu kan. Dimana Park SooRi ? kenapa dia pergi begitu saja ?” tanyaku tanpa henti kepadanya.
“Baiklah baiklah, kurasa kau perlu tahu ini. Sebenarnya ....”
#Flashback
“Dasar bocah” gerutu guru itu sambil mencoba menelephone seseorang.
Tiiit
“Ada apa ?” jawab seseorang disana dengan nada yang tak begitu mengenakkan.
“Putri anda” balas guru.
“Kenapa lagi dengan bocah itu ? apa dia membuat masalah lagi ? sudah berapa kali dia melakukan itu ? apa yang kali ini ia lakukan ? apa dia membakar sekolahan ?” semprot seseorang disana yang anggap ayah Park SooRi.
“Tidak, dia hanya tidur disekolah dan tak pulang, apa anda tidak tahu ?” tanya guru itu masih dengan sopanya.
“Haaaish, hanya tiduuur ? itu saja ? itu bukan masalah besar, kenapa kau menelephone ku ? mengganggu waktu ku saja”
“Bukan begitu, hanya saja itu sudah bukan beberapa kali saja tapi hampir setiap hari. Apa anda tidak perduli padanya ?” tanya guru itu langsung to the point karena sudah kesal dengan sikap Park SooRi, sebenarnya bukan hanya kesal tapi juga kasian padanya.
“Aku bekerja, dan bukankah itu sudah membuktikan bahwa aku peduli padanya. Kau ini kan hanya kusuruh untuk menjaga anakku, tak usah kau urusi keluarga kami”
Plip, dengan lancang orang disana mematikan telephone.
“Aaaih, orang ini. Apa aku hanya digaji untuk menjaga anaknya ?” gerutu guru itu dan sekarang mencoba menghubungi ibu Park SooRi.
“Yeoboseyeo, ada yang bisa saya bantu ?” ibu Park SooRi menjawab dengan halus.
“Putri anda”
“ADA APA LAGI DENGAN ANAK ITU ? MEMBUAT ONAR LAGI ? DASAR, MALAM TAK PERNAH PULANG, TIDUR DIMANA DIA ? DASAR BOCAH TAK TAHU DIUNTUNG” berbeda dari awal menjawab, sekarang ibu ini menjawab dengan suara lantang dan membuat guru itu menjauhkan telephone dari telinganya.
“Anak anda tidur disekolah” jawab guru itu yah dengan nada malas, tadi ayahnya marah-marah sekarang ibunya juga marah-marah. Apakah nasib seorang guru seperti ini ?
“TIDUR DI SEKOLAH ?? MEMALUKAN, SURUH DIA PULANG SEKARANG DAN TELEPHONE AYAHNYA, AKU TIDAK BISA KARENA BANYAK KERJAAN DISINI”
“Tadi saya sudah menelephone suami anda, dan dia juga sedang banyak kerjaan sekarang”
Plip,
Aaah bukan hanya suami istri sama saja, tapi untung saja anak itu berbeda sedikit dengan orangtuanya.
#FlashbackEND
Guru itu menceritakan semuanya, mulai dari A hingga Z.
“Lalu apa yang terjadi pada Park SooRi ?”
“Entahlah, aku juga belum mendengar kabar dari kedua orangtuanya”
“Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi ?” tanya Kim SeokJin mencoba mencari tahu dengan otak pintarnya.
“Pernah, saat itu entah ada masalah apa, Park SooRi dipanggil pulang kemudian tak kembali selama sebulan lalu mulai terlihat lagi sebulan kemudian”
“Apa anda menanyakan apa penyebab nya ?”
“Eeem sebenarnya ini rahasia, tapi kurasa ini penting. Dia berkata jika kedua orang tuanya mengurungnya dirumah, lalu Park SooRi kabur kesebuah tempat amal lalu aku lupa ceritanya”
“Tempat amal ?”
“Ya, SooRi sangat rajin pergi ketempat amal. Tunggu tempat amal ??”
“Yap benar, jika saja kejadian seperti itu terulang kembali, mungkin kita bisa menemukan SooRi di tempat-tempat amal dekat sini, tapi dimana tempat amal itu ???”
Kling
Seperti mendapatkan sebuah ide dengan lampu diatas kepalanya, SeokJin berlari keluar sekolah.
~~menuju tempat amal~~
“Dimana dia ? ini tempat amal satu-satunya didekat sini ?” SeokJin mencoba menajamkan matanya, mencari seseorang yang menganggu pikiran dan hari nya seminggu ini.
“Aaah BINGO, dia disini” SeokJin segera berlari menuju orang itu.
“Park SooRi” panggilnya dan tentu saja yang dipanggil segera menoleh.
“Apa yang kau lakukan disini ?” tanyanya bingung.
“Justru aku yang harusnya bertanya. Kemana kau selama ini ? Dan kenapa kau disini ? Bukankah harusnya sekarang ini kau ada disekolah ? Kenapa kau malah ada diacara amal ini ?” tanya Kim SeokJin bertubi-tubi.
“Apa urusanmu ? ini hidupku” jawab SooRi dan tentu saja membuat SeokJin sakit hati.
“Aaa ak ku” jawab SeokJin terbata-bata karena bingung.
“Apa ? hah ! Apa kau pacarku ? apa kau saudaraku ? apa kau temanku ? apa kita saling kenal ? apa kita akrab ? Tidak kan. Enyahlah dari pandanganku” kalimat itu akan membuat luka pada hati.
“Aku adalah temanmu, yang akan membantu mu disaat kamu membutuhkan atau tidak, yang akan selalu mensupport mu yang akan selalu bersamamu” terang SeokJin dan tentu saja itu berlawanan dengan isi hatinya.
“Teman ? Ciih, mana ada teman didunia ini. Mereka semua tidak pernah menganggapku teman, mereka dekat denganku hanya karena uang dari ayahku, teman ? apa itu bisa dibilang teman. Dan kau, tak usah menganggapku sebagai teman, aku tak butuh teman aku tak butuh siapapun didunia ini. Kalian semua manusia berhati busuk”
“Tapi aku berbeda dengan mereka, aku menganggapmu teman dengan tulus bukan karena uang. Kumohon mengertilah”
“PERGI KAU, AKU BENCI KALIAN SEMUA. AKU BENCI HIDUP INI” ucap SooRi dengan air mata dan berlari menjauh dari SeokJin.
Begitu remuk hati Kim SeokJin, bahkan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Kaki tangan tubuh mulut kini semua terasa melumpuh, mendengar kata-kata SooRi yang penuh amarah dan tangis itu.
SeokJin tidak merasa marah atau dendam pada SooRi, justru ketika ia mendengarkan pernyataan SooRi ia merasakan sebuah getaran hati, kalimat-kalimatnya penuh emosi penuh amarah penuh kesedihan penuh dendam dan kesepian.
“PARK SOORI AKU MENCINTAIMU AKU MENYAYANGIMU AKU MERINDUKANMU AKU BUTUH DIRIMU” teriak SeokJin dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


To be continue ....

Btw, tinggal satu chapter lagi .....
Terimakasih banyak buat kalian yang udah nyempet-nyempetin baca ff ku ini.
Thank you very much .....

Jangan lupa tinggalkan komentar ya ....
No copas, don’t plagiarisme !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar