Selasa, 09 Agustus 2016

REMEMBER YOU [NEW VERSION pt.7]


Tittle: REMEMBER YOU [NEW VERSION] 7
Author: @hhero
Genre: AU, Romance, Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana asal-usul mereka. Oke !!!

gak suka ? gak usah baca !!!

-
-
HAPPY READING
-
-
“Sunbae” seseorang menepuk pundakku.
‘Ah bocah ini lagi, awas kalo minta macem-macem’
“Ya, ada apa ?” tanyaku dengan penuh senyum.
“Rencana kita berhasil, sunbae sungguh pintar. Kami sangat berterimakasih pada sunbae” ucap yeoja ini dengan senyum dan membungkuk hormat.
“Oooh tidak apa-apa. Lalu bagaimana keadaan Park SooRi ?”
“Dia masih dikelas, tapi mungkin sebentar lagi kami akan pergi karaoke, apa sunbae mau ikut ?”
“Oooh tidak-tidak, aku tidak mau mengganggu acara kalian. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Daaaah”
‘Syukurlah dia baik-baik saja’
@ParkSooRiPOV
“Aku dimana sekarang ?” tanyaku entah kepada siapa, ruangan ini bukan kelasku. Lalu kenapa aku bisa kesini ?
“Ini UKS Park SooRi” jawab Kim Saem yang sedang menata peralatan kesehatan.
“Lalu bagaimana aku bisa kesini Saem ?”
“Yak Park SooRi, apa kau lupa ? Kim SeokJin yang menggendongmu sampai kemari, tapi entah kemana sekarang bocah itu berada”
“Benarkah ?”
“Iya”
“Kalau begitu saya permisi dulu saem, terimakasih” undurku pada saem dan langsung menuju kekelas.
Dari luar kelas tampak sepi, kemana semua orang ? apa mereka sudah pulang ? tidak-tidak tas mereka masih ada disini. Apa mungkin ada pembelajaran di luar kelas. Yaaah aku ketinggalan.
Segera kuberesi buku ku yang masih berserakan dimeja, kemudian ada seseorang yang mengunci pintu dari luar. ‘Kenapa mereka mengunciku’ batinku.
Beberapa kali kuminta tolong berteriak, tapi tak ada yang mendengarkan. Setelah beberapa lama bertahan akhirnya ku menyerah, percuma pintu ini tidak dapat ku dobrak dan mustahil untuk terbuka olehku dengan tangan kosong, mungkin aku akan disini sampai pagi esok.
Kusandarkan tubuhku pada pintu, aaah benar-benar sial.
Lalu dari pintu lainya terdengar orang membuka kunci, aah akhirnya aku dapat pulang.
“Park SooRi selamat ulang tahuuuuun” setelah pintu itu terbuka teman-temanku membawa sebuah kue dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.
Tapi anehnya kenapa aku bahkan tidak tahu kalau hari ini aku ulangtahun, haahaha mungkin itu tidak perlu lagi.
Segera kutiup lilin dan mengucapkan permintaanku.
“Yeee Park SooRi, selamat ya”
“Selamat ya”
“Selamat ulangtahun SooRi”
“Selamat ultah”
Mereka menghamburiku dengan ucapann selamat ulangtahun.
Sungguh mengaharukan.
-----
Karena terlalu larut bersenang-senang aku sampai lupa jika Kim SeokJin lah yang membantuku tadi, apa aku harus mengucapkan terimakasih padanya ? sekarang kah atau besok kah ? eeem mungkin lebih baik sekarang....
To : Kim SeokJin
Aku ingin bertemu dengamu sebentar, bisakah kau pergi ke taman ??
Drrrt drrrt, ada sebuah pesan masuk.
From : Kim SeokJin
Aku tunggu
Segera kusambar jaketku dan langsung pergi menuju taman.
@KimSeokJinPOV
Drrrt drrrt drrrrt, ada sebuah pesan masuk, siapa yang mengirimi sms malam-malam begini ?
From : Park SooRi
Aku ingin bertemu dengamu sebentar, bisakah kau pergi ke taman ??
Benarkah ini ? Jinjja ? Dia mengajakku ketemuan ? ditaman ? ooooh bagaimana ini apa yang harus kupakai untuk kesana ?
“Eeem mungkin ini lebih cocok” ucapku sambil mencoba-coba baju yang sekiranya pantas.
To : ParkSooRi
Aku tunggu
Selama perjalanan aku terus saja bertanya pada diriku sendiri, ini atau itu, itu atau ini ?
“Haruskah ku tunjukkan wajah gembira padanya atau wajah dingin ??”
“Bagaimana saat bertemu nanti, haruskah ku sapa ?”
“Penampilanku ini apakah sangat pas ? atau mungkin ada kurang ?”
“Apa yang harus kubicarakan nanti ?”
“Topik apa yang akan kupilih ?”
“Aaaah aku benar-benar gilaaaa”
#taman
“Dimana dia ?”
Kulihat sekitar, masih sepi.
Kulihat jam tanganku, “Apakah aku datang terlalu awal ?”
“Tidak” jawab seseorang dari belakang.
“Huft mengagetkanku saja, sejak kapan kau kemari ?”
“Yak, aku menunggumu disini dari tadi sudah setengah jam aku disini, dan ketika kau sampai disini kau bahkan tidak melihatku ? aaah jinjja !!”
“Maaf maaf aku tidak melihatmu dan maaf karena aku terlambat” tundukku penuh salah.
“Kau tidak melihatku ? aaish, baiklah baiklah lupakan. Aku mengajakmu kesini karena aku ingin berterimakasih atas seeeeegaaaalaaaa kebaikan mu padaku dan aku juga ingin minta maaf karena baru kusampaikan sekarang ini, baiklah bagaimana sebagai tanda terimakasih sekaligus maaf aku akan mentraktirmu makan. Kajjja” ajaknya dan dia sudah berjalan didepanku.
“Aaah bagaimana jika aku saja yang mentraktirmu ? sebagai tanda terimakasih ku !!” tawarku.
“Eeem tapi” tanpa basa-basi segera kutarik tanganya menuju salah satu kedai yang dekat sini.
<skip>
Kami berdua makan ramen dan minuman kaleng, aku mentraktir ramen dan dia mentraktir minumannya, sebenarnya sudah kucegah tapi apadayalah aku hanya bisa menurut.
Awalnya kami berdua diam, bahkan tak saling menatap, kami hanya sibuk pada ramen kami masing-masing sampai pada akhirnya aku membuka percakapan.
“Benarkah kau kerja paruh waktu” tanyaku, ya sebenarnya ini lancang mengingat kami juga bukan teman akrab ini sangaaat lancang.
“Dari mana kau tahu ?” tanyanya terkejut.
“Saat kami pingsan dan aku membawamu ke UKS, Kim saem mengatakan itu padaku”
“Eeem, ya memang aku pernah kerja paruh waktu tapi sekarang sudah tidak lagi, orangtuaku melarangnya”
“Oooh ya tentu saja, kau ini yeoja dan bagaimana jika kamu kelelahan, pasti orangtuamu mengkhawatirkanmu”
“Kurahap” jawabnya dan masih melahap mie itu.
Sesekali kulirik dia, dia makan dengan sangat lahap, dengan pipi yang penuh dengan ramen wajahnya nampak cute, ingin sekali kumencubit pipinya itu.
Kenapa aku senang begini ?
Apa aku masih suka padanya, seperti dulu ?
Benarkah ini ?
Benarkah cintaku yang dulu ditengah jalan mampu berlanjut ?
@ParkSooRiPOV
Aaah matahari hari ini bersinar sangat terang, menembus kain kain gorden menciptakan silauan cahaya.
“Mungkin hari ini akan panas” pikirku.
Segera kuambil perlengkapan mandi dan persiapan ke sekolah.
Kulangkahkan kakiku dengan ringan dan santai, ini masih pagi dan tentu saja aku tidak akan tertinggal bus lagi.
“Hai Park SooRi, ayo berangkat sekolah bersama-sama” seseorang dengan motor berhenti disampingku, jujur aku kaget, lalu dia membuka helm, menyapaku dan ternyata dia adalah Kim SeokJin.
“Aaah tidak usah, aku naik bus saja” kupercepat langkahku mencoba menghindarinya.
Sebenarnya aku tidak terlalu ingin dekat dengannya, dia sudah kuanggap masa lalu ku dan aku tak ingin lagi mengingatnya.
“Kenapa ? Tenang, jangan takut, aku akan berhati-hati” tawarnya lagi, ingin sekali ku tolak tawaranya, tapi bus itu sudah lewat.
Selama perjalanan, aku hanya diam, mengamati punggungnya dan mengamati sekitar juga.
“Hei, SooRi – ah kau tadi pagi di goncengin siapa ? Apa dia namjachingu mu ?” tanya teman sebangkuku.
“Aniya, dia Kim SeokJin, kebetulan tadi pagi kami bertemu dan dia menawariku berangkat bersama” jelasku supaya tidak ada pikiran-pikiran aneh di otaknya.
“Oooh hanya itu ?”
“Iya”
Tampak raut wajahnya kurang puas, lalu ...
“Hei, kalian jadian lah, kalian tampak serasi, bayangkan saja jika kalian berdua berpacaran pasti akan banyak yang iri dengan kalian, Seokjin sunbae yang sangaaat tampan pintar ya walau kadang-kadang dia nakal dan SooRi yang cantik dan baik tentu saja pintar, kalian adalah pasangan paling sempurna mengalahkan Lee MinHo Suzy” nampaknya bocah didepanku ini mengalami masalah dengan otaknya.
“Yak , jangan aneh-aneh itu tidak akan terjadi. Dia tidak menyukai ku dan tentu saja aku tidak menyukainya, sudahlah aku mau tidur jangan ganggu aku” balasku lalu mulai tidur.
Tidurku kali ini tidak tenang, ya dikarenakan perkataan tadi. Perkataan itu selalu ter ngiang ngiang di otakku.
Kalian tampak serasi
Kalian pasangan yang sempurna
Kalian tampak serasi
Kalian pasangan yang sempurna
Kalian tampak serasi
Kalian pasangan yang sempurna
Kalian tampak serasi
Kalian pasangan yang sempurna
Kalian tampak serasi
Kalian pasangan yang sempurna
“Aaaah pergi pergi, pergi dari ingatanku” aku berteriak dan semua penjuru mata menatapku.
“Aah hahaha maaf, aku tadi bermimpi dan mengigau, maaf, silahkan lanjutkan kegiatan kalian” lalu mereka kembali melakukan kegiatan masing-masing.
“Syukurlah”



To be continue ....

Sory GAJE....

Jangan lupa tinggalkan komentar ya ....
No copas, don’t plagiarisme !!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar