Tittle: REMEMBER YOU [NEW
VERSION] 7
Author: @hhero
Genre: AU, Romance,
Friendship, Life School
Rating: T
Cast: Kim SeokJin (BTS), Park
SooRi (OC), OC
Length: Chapter
Disclaimer : terinspirasi
dari pengalaman author sendiri (10%) plus khayalan-khayalan author yang gak
pernah kejadian di kehidupan nyata dan beberapa ff yang dah gue baca, FF
abal-abal alur plot pasaran.
A/N : bisa dibilang ini
terusanya REMEMBER YOU, tapi ini beda versi. Terserah kalian lah gimana
bacanya, tapi gue saranin baca REMEMBER YOU dulu, supaya ngerti gimana
asal-usul mereka. Oke !!!
gak suka ? gak usah baca !!!
-
-
HAPPY
READING
-
-
“Sunbae” seseorang menepuk
pundakku.
‘Ah bocah ini lagi, awas kalo
minta macem-macem’
“Ya, ada apa ?” tanyaku
dengan penuh senyum.
“Rencana kita berhasil,
sunbae sungguh pintar. Kami sangat berterimakasih pada sunbae” ucap yeoja ini
dengan senyum dan membungkuk hormat.
“Oooh tidak apa-apa. Lalu
bagaimana keadaan Park SooRi ?”
“Dia masih dikelas, tapi
mungkin sebentar lagi kami akan pergi karaoke, apa sunbae mau ikut ?”
“Oooh tidak-tidak, aku tidak
mau mengganggu acara kalian. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Daaaah”
‘Syukurlah dia baik-baik
saja’
@ParkSooRiPOV
“Aku dimana sekarang ?”
tanyaku entah kepada siapa, ruangan ini bukan kelasku. Lalu kenapa aku bisa
kesini ?
“Ini UKS Park SooRi” jawab
Kim Saem yang sedang menata peralatan kesehatan.
“Lalu bagaimana aku bisa
kesini Saem ?”
“Yak Park SooRi, apa kau lupa
? Kim SeokJin yang menggendongmu sampai kemari, tapi entah kemana sekarang
bocah itu berada”
“Benarkah ?”
“Iya”
“Kalau begitu saya permisi
dulu saem, terimakasih” undurku pada saem dan langsung menuju kekelas.
Dari luar kelas tampak sepi,
kemana semua orang ? apa mereka sudah pulang ? tidak-tidak tas mereka masih ada
disini. Apa mungkin ada pembelajaran di luar kelas. Yaaah aku ketinggalan.
Segera kuberesi buku ku yang
masih berserakan dimeja, kemudian ada seseorang yang mengunci pintu dari luar.
‘Kenapa mereka mengunciku’ batinku.
Beberapa kali kuminta tolong
berteriak, tapi tak ada yang mendengarkan. Setelah beberapa lama bertahan akhirnya
ku menyerah, percuma pintu ini tidak dapat ku dobrak dan mustahil untuk terbuka
olehku dengan tangan kosong, mungkin aku akan disini sampai pagi esok.
Kusandarkan tubuhku pada
pintu, aaah benar-benar sial.
Lalu dari pintu lainya
terdengar orang membuka kunci, aah akhirnya aku dapat pulang.
“Park SooRi selamat ulang
tahuuuuun” setelah pintu itu terbuka teman-temanku membawa sebuah kue dan
mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.
Tapi anehnya kenapa aku
bahkan tidak tahu kalau hari ini aku ulangtahun, haahaha mungkin itu tidak
perlu lagi.
Segera kutiup lilin dan
mengucapkan permintaanku.
“Yeee Park SooRi, selamat ya”
“Selamat ya”
“Selamat ulangtahun SooRi”
“Selamat ultah”
Mereka menghamburiku dengan
ucapann selamat ulangtahun.
Sungguh mengaharukan.
-----
Karena terlalu larut
bersenang-senang aku sampai lupa jika Kim SeokJin lah yang membantuku tadi, apa
aku harus mengucapkan terimakasih padanya ? sekarang kah atau besok kah ? eeem
mungkin lebih baik sekarang....
To
: Kim SeokJin
Aku
ingin bertemu dengamu sebentar, bisakah kau pergi ke taman ??
Drrrt drrrt, ada sebuah pesan
masuk.
From
: Kim SeokJin
Aku
tunggu
Segera kusambar jaketku dan
langsung pergi menuju taman.
@KimSeokJinPOV
Drrrt drrrt drrrrt, ada
sebuah pesan masuk, siapa yang mengirimi sms malam-malam begini ?
From
: Park SooRi
Aku
ingin bertemu dengamu sebentar, bisakah kau pergi ke taman ??
Benarkah ini ? Jinjja ? Dia
mengajakku ketemuan ? ditaman ? ooooh bagaimana ini apa yang harus kupakai
untuk kesana ?
“Eeem mungkin ini lebih
cocok” ucapku sambil mencoba-coba baju yang sekiranya pantas.
To
: ParkSooRi
Aku
tunggu
Selama perjalanan aku terus
saja bertanya pada diriku sendiri, ini atau itu, itu atau ini ?
“Haruskah ku tunjukkan wajah
gembira padanya atau wajah dingin ??”
“Bagaimana saat bertemu
nanti, haruskah ku sapa ?”
“Penampilanku ini apakah
sangat pas ? atau mungkin ada kurang ?”
“Apa yang harus kubicarakan
nanti ?”
“Topik apa yang akan kupilih
?”
“Aaaah
aku benar-benar gilaaaa”
#taman
“Dimana dia ?”
Kulihat sekitar, masih sepi.
Kulihat jam tanganku, “Apakah
aku datang terlalu awal ?”
“Tidak” jawab seseorang dari
belakang.
“Huft mengagetkanku saja,
sejak kapan kau kemari ?”
“Yak, aku menunggumu disini
dari tadi sudah setengah jam aku disini, dan ketika kau sampai disini kau
bahkan tidak melihatku ? aaah jinjja !!”
“Maaf maaf aku tidak
melihatmu dan maaf karena aku terlambat” tundukku penuh salah.
“Kau tidak melihatku ? aaish,
baiklah baiklah lupakan. Aku mengajakmu kesini karena aku ingin berterimakasih
atas seeeeegaaaalaaaa kebaikan mu padaku dan aku juga ingin minta maaf karena
baru kusampaikan sekarang ini, baiklah bagaimana sebagai tanda terimakasih
sekaligus maaf aku akan mentraktirmu makan. Kajjja” ajaknya dan dia sudah
berjalan didepanku.
“Aaah bagaimana jika aku saja
yang mentraktirmu ? sebagai tanda terimakasih ku !!” tawarku.
“Eeem tapi” tanpa basa-basi
segera kutarik tanganya menuju salah satu kedai yang dekat sini.
<skip>
Kami berdua makan ramen dan
minuman kaleng, aku mentraktir ramen dan dia mentraktir minumannya, sebenarnya
sudah kucegah tapi apadayalah aku hanya bisa menurut.
Awalnya kami berdua diam,
bahkan tak saling menatap, kami hanya sibuk pada ramen kami masing-masing
sampai pada akhirnya aku membuka percakapan.
“Benarkah kau kerja paruh
waktu” tanyaku, ya sebenarnya ini lancang mengingat kami juga bukan teman akrab
ini sangaaat lancang.
“Dari mana kau tahu ?”
tanyanya terkejut.
“Saat kami pingsan dan aku
membawamu ke UKS, Kim saem mengatakan itu padaku”
“Eeem, ya memang aku pernah
kerja paruh waktu tapi sekarang sudah tidak lagi, orangtuaku melarangnya”
“Oooh ya tentu saja, kau ini
yeoja dan bagaimana jika kamu kelelahan, pasti orangtuamu mengkhawatirkanmu”
“Kurahap” jawabnya dan masih
melahap mie itu.
Sesekali kulirik dia, dia
makan dengan sangat lahap, dengan pipi yang penuh dengan ramen wajahnya nampak
cute, ingin sekali kumencubit pipinya itu.
Kenapa aku senang begini ?
Apa aku masih suka padanya,
seperti dulu ?
Benarkah ini ?
Benarkah
cintaku yang dulu ditengah jalan mampu berlanjut ?
@ParkSooRiPOV
Aaah matahari hari ini
bersinar sangat terang, menembus kain kain gorden menciptakan silauan cahaya.
“Mungkin hari ini akan panas”
pikirku.
Segera kuambil perlengkapan
mandi dan persiapan ke sekolah.
Kulangkahkan kakiku dengan
ringan dan santai, ini masih pagi dan tentu saja aku tidak akan tertinggal bus
lagi.
“Hai Park SooRi, ayo
berangkat sekolah bersama-sama” seseorang dengan motor berhenti disampingku,
jujur aku kaget, lalu dia membuka helm, menyapaku dan ternyata dia adalah Kim
SeokJin.
“Aaah tidak usah, aku naik
bus saja” kupercepat langkahku mencoba menghindarinya.
Sebenarnya aku tidak terlalu
ingin dekat dengannya, dia sudah kuanggap masa lalu ku dan aku tak ingin lagi
mengingatnya.
“Kenapa ? Tenang, jangan
takut, aku akan berhati-hati” tawarnya lagi, ingin sekali ku tolak tawaranya,
tapi bus itu sudah lewat.
Selama
perjalanan, aku hanya diam, mengamati punggungnya dan mengamati sekitar juga.
“Hei, SooRi – ah kau tadi
pagi di goncengin siapa ? Apa dia namjachingu mu ?” tanya teman sebangkuku.
“Aniya, dia Kim SeokJin,
kebetulan tadi pagi kami bertemu dan dia menawariku berangkat bersama” jelasku
supaya tidak ada pikiran-pikiran aneh di otaknya.
“Oooh hanya itu ?”
“Iya”
Tampak raut wajahnya kurang
puas, lalu ...
“Hei, kalian jadian lah,
kalian tampak serasi, bayangkan saja jika kalian berdua berpacaran pasti akan
banyak yang iri dengan kalian, Seokjin sunbae yang sangaaat tampan pintar ya
walau kadang-kadang dia nakal dan SooRi yang cantik dan baik tentu saja pintar,
kalian adalah pasangan paling sempurna mengalahkan Lee MinHo Suzy” nampaknya
bocah didepanku ini mengalami masalah dengan otaknya.
“Yak , jangan aneh-aneh itu
tidak akan terjadi. Dia tidak menyukai ku dan tentu saja aku tidak menyukainya,
sudahlah aku mau tidur jangan ganggu aku” balasku lalu mulai tidur.
Tidurku kali ini tidak
tenang, ya dikarenakan perkataan tadi. Perkataan itu selalu ter ngiang ngiang
di otakku.
Kalian
tampak serasi
Kalian
pasangan yang sempurna
Kalian
tampak serasi
Kalian
pasangan yang sempurna
Kalian
tampak serasi
Kalian
pasangan yang sempurna
Kalian
tampak serasi
Kalian
pasangan yang sempurna
Kalian
tampak serasi
Kalian
pasangan yang sempurna
“Aaaah pergi pergi, pergi
dari ingatanku” aku berteriak dan semua penjuru mata menatapku.
“Aah hahaha maaf, aku tadi
bermimpi dan mengigau, maaf, silahkan lanjutkan kegiatan kalian” lalu mereka
kembali melakukan kegiatan masing-masing.
“Syukurlah”
To
be continue ....
Sory GAJE....
Jangan lupa tinggalkan
komentar ya ....
No copas, don’t plagiarisme
!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar