Sabtu, 20 Februari 2016

DESTINY ? IT'S THAT TRUE ? [pt 4]

DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
@KimSeokJin POV
Beberapa hari ini, hari ku terasa berjalan lebih lamban tak seperti biasanya. Hatiku pun, terasa ada sesuatu mengganjal sesuatu yang ingin sekali diungkapkan tapi sulit.
Kududukku badanku pada sebuah kursi dekat jendela, melihat keluar jendela. Sungguh indah, mereka tertawa lepas bersama-sama bermain bersandau gurau seperti tak memiliki masalah, tapi aku tahu pasti diantara mereka memiliki sebuah, mana mungkin makhluk didunia ini tak punya masalah.
ð  RESET
Begitu cerah diluar sana, tapi mengapa diriku lebih suka tertutup dengan lingkungan sekitar sana. Kenapa ?
Sebuah pertanyaan simple tapi sulit untuk dijawab. Jika ku jawab ‘karena diluar sana mereka tak menganggapku sebagai seseorang makhluk ada atau nyata, mereka hanya
mengganggapkanku sebagai pelengkap hidup mereka, pengisi warna-warni hidup mereka’  miris sekali hidup ini. Lalu mereka akan berkata ‘salah siapa kau tak mau bergabung dan negative thinking dulu’ halah itu cuman celotehan murahan, sudah beberapa kali aku coba bergabung mencoba mendekat, tapi kalian apa, kalian menjauh dengan sendirinya, lagi pula jika bergabung aku pun tak kalian anggap.
Ingin ku ucapkan sumpah serampahku pada mereka, didepan mereka tepat dimata wajah mereka. Tapi apalah dayaku, diriku masih perlu bekal keberanian untuk melakukan hal-hal yang cukup konyol dan menjijikkan seperti itu.
.
Kulirik teman sebangkuku, dia sedang membaca buku yang beberapa hari ini tak pernah absen dari tangannya sambil mendengarkan sebuah musik dari aerphone nya, terlihat lebih menarik. Mengalahkan keseksian yeoja-yeoja diluaran sana.
Dari mata, mata lebar hitam, dapat membuat tatapan yang sungguh mempesona, hidung yang tak terlalu mancung, mulut, chery lips itu oooh sungguh menggoda.
PLAK….
Sebuah tatapan tajam, keluar dari matanya. Mungkin terlihat menakutkan tapi bagiku terlihat seperti sebuah tatapan sayang (bhaaksss) yang mampu menarik hatiku.
Sebenarnya ada rasa bersalah dariku, mengapa kemarin aku marah padanya. Bukan marah sih, lebih tepatnya diriku malu untuk berbicara dengannya.
@OhHaYoung  POV
‘Kenapa dengan orang ini ? senyum-senyum aneh, huuuh. Oh ya, bukankah kemarin dia marah padaku, lalu kenapa sekarang senyum-senyum. Mmmmmm, mungkin ada yang salah dengan otaknya’ pikirku.
“Hei, kenapa melihatku dengan seperti itu, dan kenapa juga senyum-senyum seperti orang gila begitu ?” akhirnya kuberanikan diriku melontarkan sebuah pertanyaan padanya.
Segera ia memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela kembali.
‘Yak dasar, huuuuft kenapa suasana kelas ini panas sekali, dan juga kenapa kadar oksigen dikelas ini berkurang, kampret !’ batinku.
Karena merasa kurang aman jika tetap berada didalam kelas, segera kutinggalkan kelas ini, mencoba mencari angin segar.
Tarik nafas dari mulut tahan beberapa detik lalu hembuskan melalui hidung. Ya sekiranya dapat membantu menstabilkan suasana disekitarku.
@KimSeokJin POV
‘Yak, bodoh sekali, bodoh bodoh bodoh, kenapa kulakukan itu tadi. Pasti dia merasa tak enak padaku. Huuuft dasar bodooooh’ omelku pada diri sendiri.
Kuambil buku yang tadi habis dia baca, pertama ragu tapi kuberanikan diriku mengambil buku yang ia anggap sebagai barang pribadinya itu. Dimulai dari judul, emmm kisah cinta ternyata, kenapa dia suka membaca buku-buku seperti ini ? apa dia pernah merasakan cinta ?
Kubalik lembar perlembar, membaca acak. Dan terdapat sebuah kata atau kalimat yang dilingkari.
“Maaf
  Maaf jika aku tak disana ketika kamu gelisah ,
  Maaf jika aku tak punya kendali atas waktu dan jarak,
  Maaf untuk semua gelisah yang kau rasakan,
  Maaf karena diam-diam aku yang egois ini senang  saat rindumu hanya untukku seorang.”
  [Kutipan dari sebuah buku karya Moammar emka ; Dear you]

Sebuah penggalan kalimat itu membuat hatiku bergetar, kucermati kata makna setiap kata.
Entah kenapa kepalaku jadi pusing, dunia ini serasa berputar.


To be continue .......


Jangan lupa tinggalkan komentar ya ....!J JJ




hafildahero@gmail.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar