DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
@KimSeokJin POV
Beberapa hari ini, hari ku terasa berjalan lebih lamban tak
seperti biasanya. Hatiku pun, terasa ada sesuatu mengganjal sesuatu yang ingin
sekali diungkapkan tapi sulit.
Kududukku badanku pada sebuah kursi dekat jendela, melihat
keluar jendela. Sungguh indah, mereka tertawa lepas bersama-sama bermain
bersandau gurau seperti tak memiliki masalah, tapi aku tahu pasti diantara
mereka memiliki sebuah, mana mungkin makhluk didunia ini tak punya masalah.
ð RESET
Begitu cerah diluar sana, tapi mengapa diriku lebih suka
tertutup dengan lingkungan sekitar sana. Kenapa ?
Sebuah pertanyaan simple tapi sulit untuk dijawab. Jika ku
jawab ‘karena diluar sana mereka tak menganggapku sebagai seseorang makhluk ada
atau nyata, mereka hanya
mengganggapkanku sebagai pelengkap hidup mereka,
pengisi warna-warni hidup mereka’ miris
sekali hidup ini. Lalu mereka akan berkata ‘salah siapa kau tak mau bergabung
dan negative thinking dulu’ halah itu cuman celotehan murahan, sudah beberapa
kali aku coba bergabung mencoba mendekat, tapi kalian apa, kalian menjauh
dengan sendirinya, lagi pula jika bergabung aku pun tak kalian anggap.
Ingin ku ucapkan sumpah serampahku pada mereka, didepan
mereka tepat dimata wajah mereka. Tapi apalah dayaku, diriku masih perlu bekal
keberanian untuk melakukan hal-hal yang cukup konyol dan menjijikkan seperti
itu.
.
Kulirik teman sebangkuku, dia sedang membaca buku yang
beberapa hari ini tak pernah absen dari tangannya sambil mendengarkan sebuah
musik dari aerphone nya, terlihat lebih menarik. Mengalahkan keseksian
yeoja-yeoja diluaran sana.
Dari mata, mata lebar hitam, dapat membuat tatapan yang
sungguh mempesona, hidung yang tak terlalu mancung, mulut, chery lips itu oooh sungguh
menggoda.
PLAK….
Sebuah tatapan tajam, keluar dari matanya. Mungkin terlihat
menakutkan tapi bagiku terlihat seperti sebuah tatapan sayang (bhaaksss) yang
mampu menarik hatiku.
Sebenarnya ada rasa bersalah dariku, mengapa kemarin aku
marah padanya. Bukan marah sih, lebih tepatnya diriku malu untuk berbicara
dengannya.
@OhHaYoung
POV
‘Kenapa dengan orang ini ? senyum-senyum aneh, huuuh. Oh
ya, bukankah kemarin dia marah padaku, lalu kenapa sekarang senyum-senyum.
Mmmmmm, mungkin ada yang salah dengan otaknya’ pikirku.
“Hei, kenapa melihatku dengan seperti itu, dan kenapa juga
senyum-senyum seperti orang gila begitu ?” akhirnya kuberanikan diriku
melontarkan sebuah pertanyaan padanya.
Segera ia memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela kembali.
‘Yak dasar, huuuuft kenapa suasana kelas ini panas sekali,
dan juga kenapa kadar oksigen dikelas ini berkurang, kampret ‼!’
batinku.
Karena merasa kurang aman jika tetap berada didalam kelas,
segera kutinggalkan kelas ini, mencoba mencari angin segar.
Tarik nafas dari mulut tahan beberapa detik lalu hembuskan
melalui hidung. Ya sekiranya dapat membantu menstabilkan suasana disekitarku.
@KimSeokJin POV
‘Yak, bodoh sekali, bodoh bodoh bodoh, kenapa kulakukan itu
tadi. Pasti dia merasa tak enak padaku. Huuuft dasar bodooooh’ omelku pada diri
sendiri.
Kuambil buku yang tadi habis dia baca, pertama ragu tapi
kuberanikan diriku mengambil buku yang ia anggap sebagai barang pribadinya itu.
Dimulai dari judul, emmm kisah cinta ternyata, kenapa dia suka membaca buku-buku
seperti ini ? apa dia pernah merasakan cinta ?
Kubalik lembar perlembar, membaca acak. Dan terdapat sebuah
kata atau kalimat yang dilingkari.
“Maaf
Maaf
jika aku tak disana ketika kamu gelisah ,
Maaf
jika aku tak punya kendali atas waktu dan jarak,
Maaf
untuk semua gelisah yang kau rasakan,
Maaf
karena diam-diam aku yang egois ini senang
saat rindumu hanya untukku seorang.”
[Kutipan dari sebuah buku karya Moammar emka
; Dear you]
Sebuah penggalan kalimat itu
membuat hatiku bergetar, kucermati kata makna setiap kata.
Entah kenapa kepalaku jadi
pusing, dunia ini serasa berputar.
To
be continue .......
Jangan
lupa tinggalkan komentar ya ....!J
JJ
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar