Sabtu, 06 Februari 2016

DIFFERENT LIFE [pt 1]

DIFFERENT LIFE

“Hai geeky, sini kau ‼” ucap seseorang yang bertubuh besar, berwajah garang. “Palli aah !‼” bentaknya tak sabar.
Kulangkahkan kakiku menuju dia, “Aa a ada apa ?” tanyaku gemetaran.
“Yak tak usah seperti itu, biasa saja” ucapnya sambil mengelus-elus rambutku. “Apa kau sudah makan ?”
“Su su sudah”
“Yak kalau begitu, makan ini” katanya sambil menunjuk piring penuh makanan sisa dia. “Ayooo” tekannya.
Kutelan ludahku dengan susah payah, bagaimana bisa aku makan-makanan sisa dia atau makanan yang bisa dibilang sampah ini. Tapi apalah dayaku, aku hanya seorang pesuruh jika aku melawan, tamat riwayatku, jika aku makan ih tak bisa dibayangkan.
“Cepaaaat, apa kau mau kusuapi”
“Tidak tidak” segera kumakan makanan sampah ini, dalam setiap suapan perutku seperti menolak, serasa ingin muntah.
“Anak pintar, selesaikan makanan itu dalam 3 detik atau akan kutambah pekerjaanmu,  dimulai dari sekarang 1 2 3”
Dengan tergesa-gesa kumakan makanan sampah ini.
“Ya sayang sekali, dirimu kurang cepat. Baiklah karena kau kalah maka malam ini kau harus ikut denganku. Arrasho ?”
Kuanggukkan kepalaku.

.
Aku adalah seorang pesuruh disekolahku, aku sering dibully teman-teman sekelasku. Mereka selalu berpandangan rendah terhadapku, tak ada yang mau menolongku. Tatapan mereka, hinaan mereka, cacian mereka itu adalah makanan ku tiap hari.
Disuruh ini disuruh itu, hidupku penuh perintah. Jika melawan mereka akan memukuliku sampai pingsan. Nyawaku ini ingin sekali menjatuhkan tubuhku dari atap tempat yang tinggi lalu melompat dan mati, tapi ragaku ini tak pernah mau melakukannya. Setiap ingin melakukannya tubuhku gemetar tubuhku kaku tubuhku melemah tubuhku terasa berat, kaki-kaki ini tak dapat menopang tubuhku. Rasa takut rasa sedih rasa marah bercampur jadi satu. Dan hasilnya tak pernah berhasil.
Aku anak orang kaya, pintar tapi karena aku berpakaian culun, memakai kaca mata besar, menggunakan baju yang selalu rapi, selalu membawa buku kemana-kemana, tak ada orang yang tau. Yang mereka ketahui aku ini hanya pesuruh seorang ketua geng salah satu disekolahku.
 Meratapi hidup ini sendirian, tak punya teman, bahkan orangtua pun tak pernah bertanya bagaimana keadaanmu bagaimana sekolahmu yang mereka tau hanya aku adalah anak mereka, mereka terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri.
Hanya sebuah laptop inilah yang aku miliki, yang kusayangi yang tak pernah menghilang setiap aku membutuhkan yang tak pernah mengejekku yang tak pernah penyuruhku yang tak pernah mencaciku, dia merupakan sebuah harta benda yang berharga melebihi keluargaku, dia adalah sahabatku.
Setiap hari selalu kuungkapkan rasa dihatiku ini, tidak dalam bentuk ucapan tapi dalam bentuk tulisan. Kuketik setiap kata huruf kalimat bersamanya.
.
.
Kriiiiiiing
Kriiiiiiiing
Kriiiiiiiiing
Jam beker itu terus saja berdering, memudarkan mimpi ku yang tenang menjadi sebuah gempa yang memporak-porandaku dunia mimpi ini.
Mandi sarapan lalu pergi kesekolah, entah mengapa setiap bangun pagi tubuh ini secara otomatis akan pergi kesekolah. Jiwa ini berharap bolos, raga ini berkeinginan masuk. Sungguh bertentangan.
“Hai kau” baru selangkah memasuki gerbang sekolah, seseorang memanggilku dari kejauhan, jari telunjuknya bergerak-gerak mengisyaratkan untuk ku hampiri dia.
Mampus, tadi malam aku ketiduran. Harus bagaimana ini ? lari atau menghampiri ? hanya itu pilihannya.
Kulangkahkan kakiku pelan menuju nya. Disetiap langkan selalu ku berdoa supaya dia tidak marah padaku.
“Maaf tadi malam aku disuruh ibuku untuk menjaga rumah tidak boleh pergi kemana-mana” ucapku seadanya berbohong.
“Haahhahah, jadi kamu ini anak mami ya. Oooh kasihan sekali anak mami ini ? Harusnya kau lawan ucapan ibumu itu, kita ini anak muda jangan disuruh-suruh dong” dia lalu menjambak rambutku sehingga membuatku berlutut padanya.
“Aaah maaf” ucapku kesakitan sambil memegang kepalaku. Orang-orang hanya berlalu lalang seperti biasa, bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
“Apaaa ? Maaf ? Hahhahaha bodoh. Ayo hajar dia” ajaknya pada teman-teman segrombolannya.
**Skip** ini terlalu ironis untuk dikatakan, bayangkan saja seperti difilm-film. Oooh ya aku belum memberitahu kalian namaku kan. Namaku Kim SeokJin anak kelas 1 disebuah sekolah teknik ketrampilan seoul.
.
Huft, tubuhku memar semua, pipi kanan pipi kiri penuh luka berdarah.  Sebenarnya aku ingin melawan bukan hanya ingin tapi aku memang bisa kok melawan. Aku ini pemegang sabuk tinggi disebuah perguruan bela diri. Jika kalian pikir-pikir kenapa aku ini tidak mau melawan atau memberi tahu siapa sebenarnya aku ini. Ikuti terus ya cekidot….

to be continue ....


Nocopas ya, always follow me. 
Jangan lupa tinggalkan komentar ... JJ



hafildahero@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar