Selasa, 09 Februari 2016

DESTINY ? IT'S THAT TRUE ? [pt.3]

DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
**Preview**
@Bus
“Huuuft sesak sekali, panas pula” geramku.
Karena desak-desakan tubuhku jatuh, dan ditangkap oleh seorang namja yang wajahnya familiar ini, ya dia adalah Kim SeokJin. Mata kami bertatapan. Terhipnotis olaeh matanya, berasa hanya kita berdua dibus ini.
“Uuuh maaf” ucapku menghentikan tatap-tatapan ini, segera setelah minta maaf ku benarkan berdiriku.
“Uuuh maaf ya dan terimakasih, aku tadi tak sengaja” sambungku sambil memperlihatkan senyumku. Tidak seperti biasanya aku menunjukkan senyumku pada seseorang yang baru kukenal.
“Oooh iya, tidak apa-apa. Aku tadi juga spontan menangkapmu. Maaf” ucanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
.
@Schoool
Kupejamkan mataku, dan bermimpi. Bermimpi adalah hobiku, entah itu mimpi jelek atau bagus, itu tak apa. Mimpi adalah dunia ilusi dimana aku dapat melakukan apapun sesuai dengan keinginanku. Oooh mimpi datanglah.
Seseorang menepuk pundakku.
‘Haish, kenapa mereka selalu menggangguku saat tidur ?’ gumamku.
“Apa ?” ucapku dengan nada serak mengantuk.
“Kau ingin kekantin ?” tanya namja yang duduk disampingku ini.
“Tidak”
“Kenapa ?”
“….”
“Baiklah”
Terasa hawa-hawa namja itu sudah menghilang dari sampingku. Kuangkat kepalaku, sepi, hanya ada beberapa anak yang masih ada dikelas. Kutenggelamkan lagi kepalaku, bermimpi.
Mimpi itu datang lagi, bukan lebih tepatnya orang itu datang lagi. Tapi dalam cerita yang berbeda. Dalam mimpi ini dia terlihat sedih terlihat kesepian terlihat muram. Menangis terisak sendiri dalam kegelapan, tanpa ada titik terang.
Triiiiing triiiing triiiiing
Bel berbunyi membangunkanku dari mimpiku, kulihat sampingku, dia tak ada disini, dimana dia biasanya dia selalu datang sebelum bel masuk berbunyi. Dimana dia tanyaku dengan penuh tanya pada diriku sendiri.
Seosangnim masuk kedalam kelas, tapi kenapa dia belum datang juga ??. ah sudahlah mungkin saja dia sedang ada urusan, dan itu bukan urusanku.
“Hai Oh HaYoung, dimana Kim SeokJin ?” tanya seosangnim padaku.
Semua anak-anak menoleh kearahku, dari mereka beberapa ada yang berbisik-bisik dan ada juga yang tidak peduli.
“Tak tau seam” jawabku.
.
.
Jam pelajaran terakhir sudah selesai, kumasukkan buku ku kedalam tas. Didalam tas terlihat secarik kertas, kuambil kertas itu dan kubaca lamat-lamat kucermati setiap katanya. Sampailah pada titik terakhir, segera ku bawa tasku dan berlari menuju atap, berlari sekuat tenaga. Ratusan anak tangga kulewati, sesak napas ini semakin terasa, keringat bercucuran napas tersenggal-senggal kaki terasa tak kuat lagi. Akhirnya sampai juga setelah mengatasi berbagai rintangan (iih lebay -_-).
Kubuka pintu, terlihat seorang namja yang kukenal dan bernama Kim SeokJin itu berdiri sambil memandang langit.
“Ya apa yang kau lakukan disini ?” ucapku terengah-engah.
Dibalikkan badannya, hembusan angin menerpa wajahnya, mengibaskan rambut pendeknya, menatapku dengan wajah datar lalu tersenyum kecut. Entah kenapa jantung ini berdetak semakin kencang tak karuan. Dia terdiam, lalu menunjukkan wajah marah dan menuju kearahku.
Suhu disekitarku terasa panas. Dia semakin mendekat-semakin mendekat, memelukku dengan erat. Terasa bajuku basah, menangis terisak, entah apa yang terjadi padanya, ingin sekali kubertanya tapi kuurungkan niatku. Semakin erat dia memelukku, kurasakan dentuman kuat jantungnya, begitu pula denganku, serasa keadaan disekitar mulai berubah, menjadi lebih tenang dan damai.
Kuberanikan melepas pelukannya karena tidak bisa napas.
“Kau kenapa ?” tanyaku hati-hati padanya.
“Ya kenapa kau baru datang hah ? apa kau tak tau aku sudah menunggumu sangat lama disini ? apa kau tau. Ah sudahlah” ia lalu pergi meninggalkanku.
Tubuhku gemetar, apa yang harus kulakukan ? baru kali ini aku dimarahi seorang namja selain ayahku sendiri. Dia pergi meninggalkanku sendiri disini, apa dia tau aku juga khawatir dengannya, dan apa dia tau bagaimana perjuangan menaiki ratusan anak tangga untuk menuju kesini ? aaah itu tidak mungkin, dia pasti tak mau tau. Dan juga ini bukan 100% kesalahanku, mengapa dia menulis surat dan menaruhnya didalam tas, untung tadi sempat ku baca, bagaiman kalau tidak ? huuft dasar. Dengan suasana hati yang marah + sendu ini kuturuni anak tangga.
.
.
@NextDay
Entah mengapa hari ini aku bangun terlalu pagi, ingin sekali rasanya berangkat lebih pagi dari hari-hari sebelumnya.
Kulangkahkan kakiku memasuki kelas ini, ya seperti biasa masih sepi. Kulirik jam tanganku menunjukkan pukul 06.00, ya ini memang masih terlalu pagi, mana mungkin ada anak yang berangkat sepagi ini. Kulanjutkan kegiatanku seperti biasa, membaca novel pinjaman teman sebangkuku dulu. Empatpuluh menit lamanya, satu persatu murid mulai berdatangan. Kelas semakin ramai.
Akhirnya sampai juga pada akhir lembar novel ini. Kubaca novel ini dengan bersemangat. Kututup sampul ini dan mengembalikkan kepada sang pemunya.
“Ini bukumu, terimakasih atas pinjamannya. Cerita nya menarik ada beberapa yang lucu” ucapku sambil tersenyum.
“Benarkah ? Wah aku memang tak pernah salah dalam memilih buku. Oh ya apakah kau mau membaca yang ini. Kemarin baru kubeli” ucapnya sambil memperlihatkan buku nya padaku.
Kuambil buku itu, membolak-balik setiap lembarnya.
“Maaf, mungkin kapan-kapan. Aku juga baru saja membeli buku baru. Teriakasih atas tawaranmu” kukembalikkan buku itu lalu menuju tempat dudukku.
Bangku disampingku masih kosong, kenapa dia belum datang ? apa dia terlambat atau dia bolos ?
Dari luar terdengar sangat ramai, banyak yeoja-yeoja berteriak memanggil-manggil nama Kim SeokJin. Haaa ? Kim SeokJin ada apa dia dengan dia ? rasa penasaran ini sungguh tidak bisa tertahan, ingin keluar melihat tetapi tubuh ini serasa malas. (hahaha dasar pemalas).
Seseorang masuk kekelas, auranya seketika merubah suasana kelas. Dari yang tadi ramai menjadi diam, tegang, sepi dll. Dia menuju bangku yang berada disampingku, tanpa menyapa, dia duduk disana dengan biasanya. Kutolehkan kepalaku kepadanya, melihat pemangdangan yang tidak biasa. Dia berubah, dia berubah 180* dari yang kemarin terlihat biasa saja bagiku, menjadi sosok namja macho cool aneh dengan poni dihilangkan ditambah dengan sebuah kacamata besar. Dia melirikku dengan tatapan kilat nya, aneh rasanya. Bukan aneh karena tatapannya bagaimana dia bisa berubah hanya dalam semalam ? dari yang ya bisa dibilang tampanlah, imut (iiiih beneran ?), humoris ramah (cius loh ?) jadi begini dingin kaku cuek.
Beberapa menit kami diam, diam diam diam. Akhirnya kuberanikan diriku untuk bertanya.
“Emm apa yang terjadi pada dirimu kemarin ?” tanyaku lalu sebuah kilatan matanya serasa membunuh diriku, menciutkan nyawa ini.
“….” , not respon.
“Aku minta maaf, ya itu memang kesalahanku” kutekuk wajahku tak berani menatapnya. Dan jawabannya adalah NOT RESPONDING.
Kuangkat wajahku, dia menatapku penuh dalam penuh rasa. Mata kami bertatapan, lama hingga bel masuk memutus tatapan kami.
‘Apa dia marah denganku ?’ tanyaku sendiri dalam hati.



To be continue .......


Jangan lupa tinggalkan komentar ya ....!J JJ





hafildahero@gmail.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar