DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
**Preview**
@Bus
“Huuuft sesak sekali,
panas pula” geramku.
Karena desak-desakan
tubuhku jatuh, dan ditangkap oleh seorang namja yang wajahnya familiar ini, ya
dia adalah Kim SeokJin. Mata kami bertatapan. Terhipnotis olaeh matanya, berasa
hanya kita berdua dibus ini.
“Uuuh maaf” ucapku
menghentikan tatap-tatapan ini, segera setelah minta maaf ku benarkan
berdiriku.
“Uuuh maaf ya dan
terimakasih, aku tadi tak sengaja” sambungku sambil memperlihatkan senyumku.
Tidak seperti biasanya aku menunjukkan senyumku pada seseorang yang baru
kukenal.
“Oooh iya, tidak
apa-apa. Aku tadi juga spontan menangkapmu. Maaf” ucanya sambil menggaruk-garuk
kepalanya yang tidak gatal itu.
.
@Schoool
Kupejamkan mataku, dan
bermimpi. Bermimpi adalah hobiku, entah itu mimpi jelek atau bagus, itu tak
apa. Mimpi adalah dunia ilusi dimana aku dapat melakukan apapun sesuai dengan
keinginanku. Oooh mimpi datanglah.
Seseorang menepuk
pundakku.
“Apa ?” ucapku dengan
nada serak mengantuk.
“Kau ingin kekantin ?”
tanya namja yang duduk disampingku ini.
“Tidak”
“Kenapa ?”
“….”
“Baiklah”
Terasa hawa-hawa namja
itu sudah menghilang dari sampingku. Kuangkat kepalaku, sepi, hanya ada
beberapa anak yang masih ada dikelas. Kutenggelamkan lagi kepalaku, bermimpi.
Mimpi itu datang lagi,
bukan lebih tepatnya orang itu datang lagi. Tapi dalam cerita yang berbeda. Dalam
mimpi ini dia terlihat sedih terlihat kesepian terlihat muram. Menangis terisak
sendiri dalam kegelapan, tanpa ada titik terang.
Triiiiing triiiing
triiiiing
Bel berbunyi
membangunkanku dari mimpiku, kulihat sampingku, dia tak ada disini, dimana dia
biasanya dia selalu datang sebelum bel masuk berbunyi. Dimana dia tanyaku
dengan penuh tanya pada diriku sendiri.
Seosangnim masuk
kedalam kelas, tapi kenapa dia belum datang juga ??. ah sudahlah mungkin saja
dia sedang ada urusan, dan itu bukan urusanku.
“Hai Oh HaYoung, dimana
Kim SeokJin ?” tanya seosangnim padaku.
Semua anak-anak menoleh
kearahku, dari mereka beberapa ada yang berbisik-bisik dan ada juga yang tidak
peduli.
“Tak tau seam” jawabku.
.
.
Jam pelajaran terakhir
sudah selesai, kumasukkan buku ku kedalam tas. Didalam tas terlihat secarik
kertas, kuambil kertas itu dan kubaca lamat-lamat kucermati setiap katanya. Sampailah
pada titik terakhir, segera ku bawa tasku dan berlari menuju atap, berlari
sekuat tenaga. Ratusan anak tangga kulewati, sesak napas ini semakin terasa,
keringat bercucuran napas tersenggal-senggal kaki terasa tak kuat lagi. Akhirnya
sampai juga setelah mengatasi berbagai rintangan (iih lebay -_-).
Kubuka pintu, terlihat
seorang namja yang kukenal dan bernama Kim SeokJin itu berdiri sambil memandang
langit.
“Ya apa yang kau
lakukan disini ?” ucapku terengah-engah.
Dibalikkan badannya, hembusan
angin menerpa wajahnya, mengibaskan rambut pendeknya, menatapku dengan wajah
datar lalu tersenyum kecut. Entah kenapa jantung ini berdetak semakin kencang
tak karuan. Dia terdiam, lalu menunjukkan wajah marah dan menuju kearahku.
Suhu disekitarku terasa
panas. Dia semakin mendekat-semakin mendekat, memelukku dengan erat. Terasa bajuku
basah, menangis terisak, entah apa yang terjadi padanya, ingin sekali
kubertanya tapi kuurungkan niatku. Semakin erat dia memelukku, kurasakan
dentuman kuat jantungnya, begitu pula denganku, serasa keadaan disekitar mulai
berubah, menjadi lebih tenang dan damai.
Kuberanikan melepas
pelukannya karena tidak bisa napas.
“Kau kenapa ?” tanyaku
hati-hati padanya.
“Ya kenapa kau baru
datang hah ? apa kau tak tau aku sudah menunggumu sangat lama disini ? apa kau
tau. Ah sudahlah” ia lalu pergi meninggalkanku.
Tubuhku gemetar, apa
yang harus kulakukan ? baru kali ini aku dimarahi seorang namja selain ayahku
sendiri. Dia pergi meninggalkanku sendiri disini, apa dia tau aku juga khawatir
dengannya, dan apa dia tau bagaimana perjuangan menaiki ratusan anak tangga
untuk menuju kesini ? aaah itu tidak mungkin, dia pasti tak mau tau. Dan juga
ini bukan 100% kesalahanku, mengapa dia menulis surat dan menaruhnya didalam
tas, untung tadi sempat ku baca, bagaiman kalau tidak ? huuft dasar. Dengan suasana
hati yang marah + sendu ini kuturuni anak tangga.
.
.
@NextDay
Entah mengapa hari ini
aku bangun terlalu pagi, ingin sekali rasanya berangkat lebih pagi dari
hari-hari sebelumnya.
Kulangkahkan kakiku
memasuki kelas ini, ya seperti biasa masih sepi. Kulirik jam tanganku
menunjukkan pukul 06.00, ya ini memang masih terlalu pagi, mana mungkin ada anak
yang berangkat sepagi ini. Kulanjutkan kegiatanku seperti biasa, membaca novel
pinjaman teman sebangkuku dulu. Empatpuluh menit lamanya, satu persatu murid
mulai berdatangan. Kelas semakin ramai.
Akhirnya sampai juga
pada akhir lembar novel ini. Kubaca novel ini dengan bersemangat. Kututup sampul
ini dan mengembalikkan kepada sang pemunya.
“Ini bukumu,
terimakasih atas pinjamannya. Cerita nya menarik ada beberapa yang lucu” ucapku
sambil tersenyum.
“Benarkah ? Wah aku memang
tak pernah salah dalam memilih buku. Oh ya apakah kau mau membaca yang ini. Kemarin
baru kubeli” ucapnya sambil memperlihatkan buku nya padaku.
Kuambil buku itu,
membolak-balik setiap lembarnya.
“Maaf, mungkin
kapan-kapan. Aku juga baru saja membeli buku baru. Teriakasih atas tawaranmu”
kukembalikkan buku itu lalu menuju tempat dudukku.
Bangku disampingku
masih kosong, kenapa dia belum datang ? apa dia terlambat atau dia bolos ?
Dari luar terdengar
sangat ramai, banyak yeoja-yeoja berteriak memanggil-manggil nama Kim SeokJin. Haaa
? Kim SeokJin ada apa dia dengan dia ? rasa penasaran ini sungguh tidak bisa
tertahan, ingin keluar melihat tetapi tubuh ini serasa malas. (hahaha dasar
pemalas).
Seseorang masuk
kekelas, auranya seketika merubah suasana kelas. Dari yang tadi ramai menjadi
diam, tegang, sepi dll. Dia menuju bangku yang berada disampingku, tanpa
menyapa, dia duduk disana dengan biasanya. Kutolehkan kepalaku kepadanya,
melihat pemangdangan yang tidak biasa. Dia berubah, dia berubah 180* dari yang
kemarin terlihat biasa saja bagiku, menjadi sosok namja macho cool aneh dengan
poni dihilangkan ditambah dengan sebuah kacamata besar. Dia melirikku dengan
tatapan kilat nya, aneh rasanya. Bukan aneh karena tatapannya bagaimana dia
bisa berubah hanya dalam semalam ? dari yang ya bisa dibilang tampanlah, imut (iiiih
beneran ?), humoris ramah (cius loh ?) jadi begini dingin kaku cuek.
Beberapa menit kami
diam, diam diam diam. Akhirnya kuberanikan diriku untuk bertanya.
“Emm apa yang terjadi
pada dirimu kemarin ?” tanyaku lalu sebuah kilatan matanya serasa membunuh
diriku, menciutkan nyawa ini.
“….” , not respon.
“Aku minta maaf, ya itu
memang kesalahanku” kutekuk wajahku tak berani menatapnya. Dan jawabannya
adalah NOT RESPONDING.
Kuangkat wajahku, dia
menatapku penuh dalam penuh rasa. Mata kami bertatapan, lama hingga bel masuk
memutus tatapan kami.
‘Apa dia marah denganku
?’ tanyaku sendiri dalam hati.
To
be continue .......
Jangan
lupa tinggalkan komentar ya ....!J
JJ
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar