REMEMBER YOU
“Hai, melamun terus nanti kesambet
baru tau rasa !!”
Ya seorang yeoja membuyarkan
lamunanku, dia adalah teman yang baru aku kenal satu semester ini. Kulihat dia
tersenyum padaku dan bertanya, “Ya apa yang kau lamunkan, haa ?”
“Aniya” jawabku singkat.
“Huuh seperti biasa, kenapa
beberapa hari ini kau selalu melamun. Ooo aku tau pasti kau sedang melamunkan
seseorang namja kan? Iya kan. Jujur saja itu terlihat jelas dari matamu.”
Aku diam, tak ingin menjawab
pertanyaannya. Aku tau jika aku menjawab ya atau atidak pasti dia akan
mengintograsiku dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang membuatku muak
mendengarnya. Menurut insting ku dia ini dapat mengetahui bagaimana keadaanku
sekarang ini, ya seperti biasa dia selalu benar.
“Ya memang benar aku melamunkan
seorang namja, dia adalah teman, ah aniya dia bukan temanku lebih tepatku dia
hanya kenalanku. Kenalan yang kutemui kira-kira 6 tahun yang lalu ketika aku
masih sekolah dasar itu. Ya kenalan, kenalan yang mengganggu pikiranku beberapa
hari ini”
#Flashback On
Saat itu aku sedang
berbicang-bincang dengan temanku. Dari belakang terdengar seseorang menyapaku.
Kubalikkan badanku dan “Hai”,
jawabku sambil tersenyum padanya lalu memasang wajah keheranan. Ya aku memang
mudah tersenyum pada orang yang baru kukenal, itu aku warisi dari ibuku.
“...........”, tanyanya secepat
kilat tanpa menarik nafas seperti orang sedang nge-rap.
‘Nih orang bicara apa ya, aha
mungkin dia mau tanya seorang yeoja dikelas sebelah yang mungkin aku kenal (itu
hanya pikiranku karena kulihat tadi dia bicara dia ngomong tentang seorang
yeoja yang duduk disebelah kiri)’ gumamku.
“Ooooh itu mungkin ririn unnie,
atau jihun unnie atau”, jawabku sembarangan karena aku tak tau apa yang
dibicarakaniya.
Kurasa namja ini mengerti, ia lalu
membenarkan intonasi bicara nya padaku.
“Ya membaca buku apa ?”, tanyanya
dan tanpa jawab dia mungkin sudah tau dan berkata “Waaaah kita sama”
Aku tersenyum padanya, namja ini
sepertinya lebih tua dariku, tinggi, berkulit putih, murah senyum dan aku tak
pernah melihatnya. -_-
Dia banyak mengoceh tapi ocehan itu
tidak pernah terdengar dengan baik ditelingaku entah itu karena telingaku atau
suaranya yang seperti itu. Kujawab dengan hm iya sambil tersenyum, hanya itu
yang bisa kulakukan.
“Ya Kim SeokJin aah kembali
ketempatmu”, ucap seonsaengnim itu.
Ia lalu tersenyum padaku sambil
melambaikan tangannya dan beranjak pergi menuju tempat asalnya.
‘Ooo jadi namanya Kim SeokJIn’
gumamku dalam hati.
#Flashback Off
Ya mungkin kalian bertanya-tanya
karena aku mengingat masa laluku itu. Hmmm itu karena sekarang aku satu
sekolahan denganya dia adalah kakak kelas 2.
Beberapa kali aku bertemu denganya
disekolah dan itu tak sengaja. Kami tak pernah menyapa satu sama lain, pernah
aku ingin sekedar menyapa atau senyum padanya. Ya tapi kalau dipikir-pikir itu
tak penting walau sebenarnya hati kecil ini ingin sekali menyapanya. Ketika aku
melihat ke arahnya dia mengacuhkanku, dan mungkin ketika dia melihatku aku juga
mengacuhkaniya (yaa ini hanya hayalan belaka).
“Hoaaaam”, aku mulai menguap. “Ya
kapan pelajaran ini segera selesai. Sungguh membosankan” ucapku sambil mengangkat
kedua tangan (ngolet), melepas lelah.
“Ya jam berapa sekarang ??” tanyaku
pada seseorang yang duduk dibelakangku.
“Jam 10.30” jawabnya.
‘Yah masih 15 menit lagi bel
istirahat akan dibunyikan’ gumamku.
Kulihat sekeliling kelas, hahaha
ternyata semua murid sedang melakukan ritual seperti biasa. Tidur ketika bosan,
yak memang benar pelajaran hari ini benar-benar membosankan bahkan bisa
dibilang
sangat- sangat membosankan.
Pelajaran Bahasa haaaaaah (menguap). Bagi kami pelajaran Bahasa ini seperti
didongengi, belum ada 5 menit kami dikelas, hawa-hawa mengantuk mulai
menyelubungi kelas kami. Apalagi guru yang mengajar tua, cerewet, dan entah
telingaku yang bermasalah atau hanya perasaanku, menurutku apapun yang
diucapkan guru itu aku tak mengerti. Bukan karena aku tak fokus atau apa tapi
karena suara nya yang kecil dan mengganggu telinga, pikirku. 15 menit bagiku
itu sesuatu yang lama, lebih lama dari satu jam.
Kumulai percakapan singkat dengan
teman sebangkuku yang tadi ku cuekin, “Ya tadi guru itu ngomong apa ? sampai
mana pelajaraniya ? apa kau maksud dengan yang diajarkan ? halaman berapa ?”
“Halaman 109” ucapnya sambill
menoleh kearahku. Dan kubalas dengan senyuman.
Tiba-tiba guru itu memanggil namaku
“Ya Park Soo Ri baca apa yang tadi aku terangkan”. Segera aku gelagapan. Semua
mata memandangku, mereka tertawa kecil (tawa mengejek).
“Ya apa kau tak mendengar
perkataanku, baca halaman 105”, bentak guru itu.
‘Ooooh itu, untunglah tadi aku
sedikit mendengarkan ocehan guru saat membahas ini’ gumamku.
“Ne arrasheo”
“Suatu hari ada bla bla bla bla
bla”, bacaku santai.
“Ya kau ini baca atau bisik-bisik,
tambah volumenya dan baca dengan benar”, omel guru tua itu.
‘Yak dasar orang tua bawel’
gumamku.
Kulihat sekitarku, mereka memandang
kasihan padaku, sepertinya itu bukan kasihan bagiku tapi sebagai
memperngolok-ngolokku. ‘hwaaaaaaah’ teriakku dalam hati.
“Ne seonsaengnim”. Lalu kubaca
kalimat-kalimat itu dengan suara yang menggelegar hingga beberapa murid yang
sedang tidur kaget mendengar suara cetar membahanaku lalang melintang itu.
“Ya ulangi sekali lagi bagian itu”
‘Apa ? Dia menyuruhku mengulangi
nya. Dasar guru @####’
“Cepat !!”
“Ne”
Triiiiiiiing Triiiiiiiiiiing
Triiiiiiiiiiiiing Triiiiiiiiiiiiiiing
Ah syukurlah bel istirahat
berbunyi. Sesegera mungkin aku mengajak teman-teman dekatku pergi kekantin.
“Wah beruntung sekali kau”, ucap
temen yeoja ku ini disembangi senyumnya itu.
“Ya beruntung sih, tapi suara ku
ini aaaaah, kasihan sekali tenggorokan ku ini. Yak ayo cepat cacing-cacing
diperutku sudah ini sudah demo”, kurang ketiga temanku ini sambil menuruni
tangga.
Tanpa sengaja aku berpapasan pada
seseorang yang aku kenal, yak bukan berpapasan lebih tepatnya melihat dia
lewat. Aku terdiam sebentar sambil mengingat-ngingat wajah namja itu. Ya aku
ini memang tak mudah menghafal wajah seseorang apalagi namanya, sampai-sampai
teman sekelasku saja aku lupa namanya. Hahaha dasar ingatan buruk.
“Ya Park Soo Ri ayo cepat, lambat
sekali kau”, ucap yeoja itu membuyarkan lamunanku.
“Kau ini setiap hari demi hari kau
kebanyakan melamun, kau kenapa ?” tanya teman sebangkuku lagi.
“Ah aniya, kajja !!”
Kuingat-ingat wajah namja itu, ya
sekarang aku ingat dia adalah teman sekolah dasarku. Dulu aku sangat
menyukainya mungkin lama rasa sukaku itu hampir 3 tahun dan tak tergantikan,
tapi aku tetap memendam rasa itu, sampai suatu saat aku dijejerkan denganya.
Aku tersenyum-senyum tertawa kecil barharap dia tak mendengarnya. Hahaha itu
saat aku masih sekolah dasar. Gila kecil-kecil aku udah tau rasa suka.
Namja itu namanya Park Sae-woo.
Disekolah dasar dia tidak terlalu banyak bicara. Ya justru sifat seperti itu
yang menarik. Sampai pada akhirnya aku bisa melupakaniya dan menemukan namja
yang sedikit gila menurutku tapi justru gilanya itu yang aku sukai, ya
lagi-lagi aku suka diam-diam pada seseorang.
“Ya kau mau makan apa ?” tanya
temanku sibuk memilih-milih makanan.
Aku mengambil beberapa makanan yang
sudah biasa ku makan, aku ini orangnya tidak terlalu suka yang baru-baru.
‘ Kalo yang lama masih enak kenapa
memilih yang baru, belum tentu itu enak, dan nyaman diperutku’, pikirku.
“Ya ayo, lama sekali kalian memilih-milih
makanan. Ambil aja seperlunya yang enak dan mudah dikantong”, kata ku sambil
tertawa, dibalas senyuman dari kawan-kawanku ini.
===========
Kukembali kekelas dan lihat siapa
orang yang lewat didepanku dan bersikap sok cuek itu. Ya dia adalah Kim SeokJin.
Kulihat dia sedang berbicara dengan teman disampingnya sambil menunjukkan
senyumnya. Entah ini hanya perasaanku atau apa, setiap bertemu dengannya setiap
melihat wajahnya, selalu wajah itu menunjukkan mimik senyum yang sama seperti
dulu, tak berubah. Huuuuuft ingin sekali ku memanggil namanya, senyum padanya,
bicara dengannya. Aaaah itu cuma sebuah mimpi, dan tak mungkin terwujud. -_- L
L L
========
Disekolah ini, sekolah swasta yang
elit di Seoul. Alasan pertama ku sekolah disini karena aku ingin memperdalam
masalah IT. Aku sangat-sangat menyukai yang sesuatu yang berhubungan dengan
internet.
Alasan keduaku sebenarnya adalah
ingin bertemu dengan seseorang yang ada dipikiranku selama beberapa bulan yang
lalu. Sebenarnya semenjak dia lulus sekolah dasar dan naik kesekolah menengah
pertama aku sudah melupakanya. Tapi rasa penasaran dengan nya, membuat aku
mengingat masa laluku itu.
#Flashback On
Ya semenjak aku kenal dengan namja
yang bernama Kim SeokJin hidupku berubah, seperti teroris yang selalu dikejar-kejar
polisi. Aku takut pergi keluar rumah, pasalnya ketika aku pulang sekolah pasti
aku selalu bertemu denganya, bagiku dia sangat jahat, dia memukulku tanpa
alasan dan menggangguku tentu saja. Aku pernah menangis gara-gara nya, entah
kenapa aku menangis, mungkin saat itu aku masih cengeng, dikit-dikit nangis.
Hahaha maklumlah anak kecil.
“Yak siapa yang tak takut setiap
hari bertemu denganya, dia selalu menggangguku. Hidupku sudah tak bahagai lagi
setelah bertemu denganya”, ucapku.
Karena aku merasa terusik
dengan kehadiran dia saat di les, aku
tak berani berangkat les. Sebenarnya bukan hanya itu alasanku tak berangkat,
tentu saja pelajaran disana yang membosankan.
Saat itu aku sedang diteras,
duduk-duduk sambil menghitung kendaraan yang berlalu lalang didepan rumahku.
Dan terkejutnya aku ketika melihat seseorang yang sepertinya tak asing itu
berada rumah seberang jalan sana. Dan terkejutnya lagi dia adalah teman sekolah
dari namja tetanggaku yang rumahnya diseberang jalan itu.
Aku menyembunyikan wajahku, mau
berdiri tapi bagimana jika nanti dia melihatku, kuberharap dia tidak menoleh.
“Andwae andwae andwae, jongmal”
Dan teng teng teng dimenoleh
kearahku. Segera aku menyembunyikan wajahku ini berharap ia tak melihat ku saat
ini. Gila tadi malam mimpi apa aku, bertemu dengannya didepan rumahku.
“Aaah syukurlah dia tak melihatku”
cepat-cepat aku beranjak pergi dari tempat itu.
.
.
Keesokan harinya aku pergi belanja
kewarung depan rumahku, “sepertinya ada seseorang dari belakangku” terdengar
langkah kaki menuju padaku. Ia lalu mencengkram tanganku dari belakang, sontak
aku kaget. Ku balikkan badanku, dan betapa terkaget kagetnya aku, ya namja ini
lagi ya dia adalah Kim SeokJin. ‘Untuk apa dia disini’ pikirkuku, ‘Oh ya
kuingat diakan teman namja pemilik warung ini’.
“Ya lepaskan, sakit tauk !!”,
bentak ku sambil meronta-ronta agar dia melepaskan tanganya dariku.
Selang beberapa menit ia melepas
cengkramanya sambil menunjukkan senyum evil nya.
“Gila nih orang, kalau begini terus
bisa gila aku”
#Flashback Off
To be continue....
Leave a trail yes, do not forget
the comments. copying is prohibited without the consent of the author.
APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...
Ini ff pertama ku jadi mohon
dimaklumi jika ada kesalahan.
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar