Sabtu, 09 Januari 2016

REMEMBER YOU [pt.1]

REMEMBER YOU

“Hai, melamun terus nanti kesambet baru tau rasa !!”
Ya seorang yeoja membuyarkan lamunanku, dia adalah teman yang baru aku kenal satu semester ini. Kulihat dia tersenyum padaku dan bertanya, “Ya apa yang kau lamunkan, haa ?”
“Aniya” jawabku singkat.
“Huuh seperti biasa, kenapa beberapa hari ini kau selalu melamun. Ooo aku tau pasti kau sedang melamunkan seseorang namja kan? Iya kan. Jujur saja itu terlihat jelas dari matamu.”
Aku diam, tak ingin menjawab pertanyaannya. Aku tau jika aku menjawab ya atau atidak pasti dia akan mengintograsiku dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang membuatku muak mendengarnya. Menurut insting ku dia ini dapat mengetahui bagaimana keadaanku sekarang ini, ya seperti biasa dia selalu benar.
“Ya memang benar aku melamunkan seorang namja, dia adalah teman, ah aniya dia bukan temanku lebih tepatku dia hanya kenalanku. Kenalan yang kutemui kira-kira 6 tahun yang lalu ketika aku masih sekolah dasar itu. Ya kenalan, kenalan yang mengganggu pikiranku beberapa hari ini”
#Flashback On
Saat itu aku sedang berbicang-bincang dengan temanku. Dari belakang terdengar seseorang menyapaku.

“Hai”, ucap namja dari belakang sambil menepuk pundakku.
Kubalikkan badanku dan “Hai”, jawabku sambil tersenyum padanya lalu memasang wajah keheranan. Ya aku memang mudah tersenyum pada orang yang baru kukenal, itu aku warisi dari ibuku.
“...........”, tanyanya secepat kilat tanpa menarik nafas seperti orang sedang nge-rap.
‘Nih orang bicara apa ya, aha mungkin dia mau tanya seorang yeoja dikelas sebelah yang mungkin aku kenal (itu hanya pikiranku karena kulihat tadi dia bicara dia ngomong tentang seorang yeoja yang duduk disebelah kiri)’ gumamku.
“Ooooh itu mungkin ririn unnie, atau jihun unnie atau”, jawabku sembarangan karena aku tak tau apa yang dibicarakaniya.
Kurasa namja ini mengerti, ia lalu membenarkan intonasi bicara nya padaku.
“Ya membaca buku apa ?”, tanyanya dan tanpa jawab dia mungkin sudah tau dan berkata “Waaaah kita sama”
Aku tersenyum padanya, namja ini sepertinya lebih tua dariku, tinggi, berkulit putih, murah senyum dan aku tak pernah melihatnya. -_-
Dia banyak mengoceh tapi ocehan itu tidak pernah terdengar dengan baik ditelingaku entah itu karena telingaku atau suaranya yang seperti itu. Kujawab dengan hm iya sambil tersenyum, hanya itu yang bisa kulakukan.
“Ya Kim SeokJin aah kembali ketempatmu”, ucap seonsaengnim itu.
Ia lalu tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya dan beranjak pergi menuju tempat asalnya.
‘Ooo jadi namanya Kim SeokJIn’ gumamku dalam hati.
#Flashback Off
Ya mungkin kalian bertanya-tanya karena aku mengingat masa laluku itu. Hmmm itu karena sekarang aku satu sekolahan denganya dia adalah kakak kelas 2.
Beberapa kali aku bertemu denganya disekolah dan itu tak sengaja. Kami tak pernah menyapa satu sama lain, pernah aku ingin sekedar menyapa atau senyum padanya. Ya tapi kalau dipikir-pikir itu tak penting walau sebenarnya hati kecil ini ingin sekali menyapanya. Ketika aku melihat ke arahnya dia mengacuhkanku, dan mungkin ketika dia melihatku aku juga mengacuhkaniya (yaa ini hanya hayalan belaka).
“Hoaaaam”, aku mulai menguap. “Ya kapan pelajaran ini segera selesai. Sungguh membosankan” ucapku sambil mengangkat kedua tangan (ngolet), melepas lelah.
“Ya jam berapa sekarang ??” tanyaku pada seseorang yang duduk dibelakangku.
“Jam 10.30” jawabnya.
‘Yah masih 15 menit lagi bel istirahat akan dibunyikan’ gumamku.
Kulihat sekeliling kelas, hahaha ternyata semua murid sedang melakukan ritual seperti biasa. Tidur ketika bosan, yak memang benar pelajaran hari ini benar-benar membosankan bahkan bisa dibilang
sangat- sangat membosankan. Pelajaran Bahasa haaaaaah (menguap). Bagi kami pelajaran Bahasa ini seperti didongengi, belum ada 5 menit kami dikelas, hawa-hawa mengantuk mulai menyelubungi kelas kami. Apalagi guru yang mengajar tua, cerewet, dan entah telingaku yang bermasalah atau hanya perasaanku, menurutku apapun yang diucapkan guru itu aku tak mengerti. Bukan karena aku tak fokus atau apa tapi karena suara nya yang kecil dan mengganggu telinga, pikirku. 15 menit bagiku itu sesuatu yang lama, lebih lama dari satu jam.
Kumulai percakapan singkat dengan teman sebangkuku yang tadi ku cuekin, “Ya tadi guru itu ngomong apa ? sampai mana pelajaraniya ? apa kau maksud dengan yang diajarkan ? halaman berapa ?”
“Halaman 109” ucapnya sambill menoleh kearahku. Dan kubalas dengan senyuman.
Tiba-tiba guru itu memanggil namaku “Ya Park Soo Ri baca apa yang tadi aku terangkan”. Segera aku gelagapan. Semua mata memandangku, mereka tertawa kecil (tawa mengejek).
“Ya apa kau tak mendengar perkataanku, baca halaman 105”, bentak guru itu.
‘Ooooh itu, untunglah tadi aku sedikit mendengarkan ocehan guru saat membahas ini’ gumamku.
“Ne arrasheo”
“Suatu hari ada bla bla bla bla bla”, bacaku santai.
“Ya kau ini baca atau bisik-bisik, tambah volumenya dan baca dengan benar”, omel guru tua itu.
‘Yak dasar orang tua bawel’ gumamku.
Kulihat sekitarku, mereka memandang kasihan padaku, sepertinya itu bukan kasihan bagiku tapi sebagai memperngolok-ngolokku. ‘hwaaaaaaah’ teriakku dalam hati.
“Ne seonsaengnim”. Lalu kubaca kalimat-kalimat itu dengan suara yang menggelegar hingga beberapa murid yang sedang tidur kaget mendengar suara cetar membahanaku lalang melintang itu.
“Ya ulangi sekali lagi bagian itu”
‘Apa ? Dia menyuruhku mengulangi nya. Dasar guru @####’
“Cepat !!”
“Ne”
Triiiiiiiing Triiiiiiiiiiing Triiiiiiiiiiiiing Triiiiiiiiiiiiiiing
Ah syukurlah bel istirahat berbunyi. Sesegera mungkin aku mengajak teman-teman dekatku pergi kekantin.
“Wah beruntung sekali kau”, ucap temen yeoja ku ini disembangi senyumnya itu.
“Ya beruntung sih, tapi suara ku ini aaaaah, kasihan sekali tenggorokan ku ini. Yak ayo cepat cacing-cacing diperutku sudah ini sudah demo”, kurang ketiga temanku ini sambil menuruni tangga.
Tanpa sengaja aku berpapasan pada seseorang yang aku kenal, yak bukan berpapasan lebih tepatnya melihat dia lewat. Aku terdiam sebentar sambil mengingat-ngingat wajah namja itu. Ya aku ini memang tak mudah menghafal wajah seseorang apalagi namanya, sampai-sampai teman sekelasku saja aku lupa namanya. Hahaha dasar ingatan buruk.
“Ya Park Soo Ri ayo cepat, lambat sekali kau”, ucap yeoja itu membuyarkan lamunanku.
“Kau ini setiap hari demi hari kau kebanyakan melamun, kau kenapa ?” tanya teman sebangkuku lagi.
“Ah aniya, kajja !!”
Kuingat-ingat wajah namja itu, ya sekarang aku ingat dia adalah teman sekolah dasarku. Dulu aku sangat menyukainya mungkin lama rasa sukaku itu hampir 3 tahun dan tak tergantikan, tapi aku tetap memendam rasa itu, sampai suatu saat aku dijejerkan denganya. Aku tersenyum-senyum tertawa kecil barharap dia tak mendengarnya. Hahaha itu saat aku masih sekolah dasar. Gila kecil-kecil aku udah tau rasa suka.
Namja itu namanya Park Sae-woo. Disekolah dasar dia tidak terlalu banyak bicara. Ya justru sifat seperti itu yang menarik. Sampai pada akhirnya aku bisa melupakaniya dan menemukan namja yang sedikit gila menurutku tapi justru gilanya itu yang aku sukai, ya lagi-lagi aku suka diam-diam pada seseorang.
“Ya kau mau makan apa ?” tanya temanku sibuk memilih-milih makanan.
Aku mengambil beberapa makanan yang sudah biasa ku makan, aku ini orangnya tidak terlalu suka yang baru-baru.
‘ Kalo yang lama masih enak kenapa memilih yang baru, belum tentu itu enak, dan nyaman diperutku’, pikirku.
“Ya ayo, lama sekali kalian memilih-milih makanan. Ambil aja seperlunya yang enak dan mudah dikantong”, kata ku sambil tertawa, dibalas senyuman dari kawan-kawanku ini.
===========
Kukembali kekelas dan lihat siapa orang yang lewat didepanku dan bersikap sok cuek itu. Ya dia adalah Kim SeokJin. Kulihat dia sedang berbicara dengan teman disampingnya sambil menunjukkan senyumnya. Entah ini hanya perasaanku atau apa, setiap bertemu dengannya setiap melihat wajahnya, selalu wajah itu menunjukkan mimik senyum yang sama seperti dulu, tak berubah. Huuuuuft ingin sekali ku memanggil namanya, senyum padanya, bicara dengannya. Aaaah itu cuma sebuah mimpi, dan tak mungkin terwujud. -_- L L L
========
Disekolah ini, sekolah swasta yang elit di Seoul. Alasan pertama ku sekolah disini karena aku ingin memperdalam masalah IT. Aku sangat-sangat menyukai yang sesuatu yang berhubungan dengan internet.
Alasan keduaku sebenarnya adalah ingin bertemu dengan seseorang yang ada dipikiranku selama beberapa bulan yang lalu. Sebenarnya semenjak dia lulus sekolah dasar dan naik kesekolah menengah pertama aku sudah melupakanya. Tapi rasa penasaran dengan nya, membuat aku mengingat masa laluku itu.

#Flashback On
Ya semenjak aku kenal dengan namja yang bernama Kim SeokJin hidupku berubah, seperti teroris yang selalu dikejar-kejar polisi. Aku takut pergi keluar rumah, pasalnya ketika aku pulang sekolah pasti aku selalu bertemu denganya, bagiku dia sangat jahat, dia memukulku tanpa alasan dan menggangguku tentu saja. Aku pernah menangis gara-gara nya, entah kenapa aku menangis, mungkin saat itu aku masih cengeng, dikit-dikit nangis. Hahaha maklumlah anak kecil.
“Yak siapa yang tak takut setiap hari bertemu denganya, dia selalu menggangguku. Hidupku sudah tak bahagai lagi setelah bertemu denganya”, ucapku.
Karena aku merasa terusik dengan  kehadiran dia saat di les, aku tak berani berangkat les. Sebenarnya bukan hanya itu alasanku tak berangkat, tentu saja pelajaran disana yang membosankan.
Saat itu aku sedang diteras, duduk-duduk sambil menghitung kendaraan yang berlalu lalang didepan rumahku. Dan terkejutnya aku ketika melihat seseorang yang sepertinya tak asing itu berada rumah seberang jalan sana. Dan terkejutnya lagi dia adalah teman sekolah dari namja tetanggaku yang rumahnya diseberang jalan itu.
Aku menyembunyikan wajahku, mau berdiri tapi bagimana jika nanti dia melihatku, kuberharap dia tidak menoleh.
“Andwae andwae andwae, jongmal”
Dan teng teng teng dimenoleh kearahku. Segera aku menyembunyikan wajahku ini berharap ia tak melihat ku saat ini. Gila tadi malam mimpi apa aku, bertemu dengannya didepan rumahku.
“Aaah syukurlah dia tak melihatku” cepat-cepat aku beranjak pergi dari tempat itu.
.
.
Keesokan harinya aku pergi belanja kewarung depan rumahku, “sepertinya ada seseorang dari belakangku” terdengar langkah kaki menuju padaku. Ia lalu mencengkram tanganku dari belakang, sontak aku kaget. Ku balikkan badanku, dan betapa terkaget kagetnya aku, ya namja ini lagi ya dia adalah Kim SeokJin. ‘Untuk apa dia disini’ pikirkuku, ‘Oh ya kuingat diakan teman namja pemilik warung ini’.
“Ya lepaskan, sakit tauk !!”, bentak ku sambil meronta-ronta agar dia melepaskan tanganya dariku.
Selang beberapa menit ia melepas cengkramanya sambil menunjukkan senyum evil nya.
“Gila nih orang, kalau begini terus bisa gila aku”
 #Flashback Off




To be continue....




Leave a trail yes, do not forget the comments. copying is prohibited without the consent of the author. APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...
Ini ff pertama ku jadi mohon dimaklumi jika ada kesalahan.


hafildahero@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar