Rabu, 13 Januari 2016

REMEMBER YOU [pt. 2]

REMEMBER YOU

*Preview*
“Ya lepaskan, sakit tauk !!”, bentak ku sambil meronta-ronta agar dia melepaskan tanganiya dariku.
Selang beberapa menit ia melepas cengkramaniya sambil menunjukkan senyum evil nya.
“Gila nih orang, kalau begini terus bisa-bisa ikut gila aku”
.
.
@Sekolah
“Haaaaah semoga tak bertemu denganya saat pulang nanti”, ucapku sambil menuntun sepeda keluar dari sekolah.
‘Oh My God, ya aku ini hanya anak kecil, kenapa dia selalu menggangguku ? Apa dia mau minta uang sakuku ? atau aku pernah memiliki hutang padanya ? Aaahh itu tak mungkin’ pikirku ketika melihat dia berada didepanku sekolahku bersama gerombolan anak-anak kecil yang lebih muda darinya.
‘Ya apa dia ketua geng, dan anggotanya anak-anak. Hahaha’, batinku.
Tanpa basa basi segera kukayuh sepedaku, berharap dia tak melihatku. Tapi terlambat
 “Ooooo hooo hooo”, ucapnya bernada santa clause.
“Hai “ sambungnya.
Tak kubalas sapaanya,  mungkin dengan bersikap seperti ini padanya dia tak akan menggangguku lagi.
‘Sabar-sabar kuharap ini tidak akan berlangsung lama’
“Bagaimana sekolahmu hari ini ?” tanyanya.
“....”

“Ya kenapa kau tak menjawab ? Apa kau punya masalah ?”
‘Huuuft kenapa orang ini cerewet sekali, apa dia tak peka. Pergi sana hussssh huuuuush huuuusssh’ batinku.
“Ya Park Soo Ri-ah, kenapa kau tak mau menjawab pertanyaanku ? haaa “ ucapnya memotong perjalananku lalu turun dari sepeda berjalan kearahku dan mencengkeram tanganku.
“Kim SeokJin shiii, maaf tapi kenapa kau selalu menggangguku. Apa aku punya salah denganmu. Atau  __”
“Sudahlah lupakan” dia memotong perkataanku lalu pergi meninggalkanku dengan wajah yang sedikit agak kesal.“Ya kenapa dia ? Kenapa wajahnya begitu menyeramkan ? Huuuft sudahlah lupakan” gumamku.
“Hai, kau tadi diapakan ?” tanya jihun unnie yang datang entah dari mana.
“Aaah tidak apa-apa, kajja kita pulang” ucapku sembari menaikki sepedaku dan pulang bersama.
#Flashback Off
Hari ini cuaca mendung, seperti halnya hatiku. Setelah mendengar berita terhangat terpanas ter hot pagi ini, kalau dia sudah mempunyai pacar, hatiku hancur berkeping-keping. Ingin ku menangis tapi apalah daya ku, aku kan bukan siapa-siapa dia, mungkin dia juga tak ingat denganku.
Otakku tak dapat mencerna kata-kata penjelasan rumus fisika itu. Karena merasa bosan dikelas, kuijin kepada seonsangnim untuk pergi ke UKS. Ya memang benar hari ini juga badanku terasa kurang enak.
Kurebahkan tubuhku di kasur UKS. Kututup mataku, lalu tertidur.
@Dream + Flashback On
Kulihat dari jendela, mengintip-intip melihat keadaan sekitar, ‘Aaaah syukurlah. Kurasa dia tak ada’ gumamku.
Malam ini ku berniat meminjam buku kerumah teman yang rumahnya hanya dipisah 2 rumah dariku, ya dia jihun unnie.
“Annyeong haseyo” ucapku sambil menekan nekan tombol bel.
“Ya masuklah, ada berita bagus untukmu ?” ucapnya sembari menarik tanganku masuk kerumahnya. “Ha berita bagus, apa itu ?” batinku.
“Ya Park Soo Ri, Kim SeokJin menyukaimu”, ucap dia mengagetkanku.
Kuterdiam, kucerna kembali perkataanya. Aku memang susah dalam mencerna kalimat-kalimat yang datang tiba-tiba seperti itu.
“Apa katamu ??” ucapku sambil berteriak tak percaya.
“Ya dia suka padamu dia bilang sendiri padaku”
“Hahaha, sudah lah jangan bercanda, candaan mu terlalu garing” ucapku.
“Apa kau tak percaya ? Oooh jadi selama ini kau tak merasakannya ? Apa kau benar-benar tak tahu ? Dimana sebenarnya dirimu selama ini ? Ck dasar” ucapnya sambil memegang kedua pundakku menyakinkan kalau semua perkataannya benar.
“Itu tidak mungkin, dia selalu menggangguku. Jadi itu tak mungkin” kataku sembari menyingkirkan tangannya dari pundakku.
“Kau ini, apa kau tak ingat ketika rekreasi saat itu “
“Rekreasi ? Ya aku ingat lalu kenapa ?”
“Apa kau lupa kalau kau pernah diciumnya ?” ucapnya sambil menatapku tajam.
“Yaaa itu tidak, tidak, itu tidak terjadi. Jika saja dia menciumku saat itu pasti aku akan mengingatnya”
“Cobalah ingat lagi”
#Flashback On1
Beberapa hari ini aku tak melihat Kim SeokJin. Ya itu bagus, sekarang aku bisa dengan leluasa keluar rumah.
Suatu hari ada acara rekreasi ditempat lesku, tentu saja aku ikut mana mungkin aku tak ikut. Guru menyuruh kami membawa orang tua tapi jika tidak ya tidak apa-apa. Rekreasi ini dimulai malam hari.
Kalau aku sih tak usah repot-repot membawa orangtuaku, karena orang tua ku sudah menitipkanku pada ibu jihun unnie. Bukan karena orang tuaku yang tidak mau atau apa tapi karena aku punya adik kecil yang tak mungkin ditinggalkan, walau ada kakakku dirumah.
@Malam Hari
Kami disuruh berkumpul dan absen diaula. Dari rumah aku sangat senang sekali akan menikmati malam bersama teman-teman ku. Kami naik sebuah truk, ditruk itu namja dan yeoja bersama dan tentu saja banyak orang tua yang menemani anaknya. Kadang aku merasa iri, tapi kubuang perasaan itu jauh-jauh dan kembali bercanda gurau  dengan teman-temanku.
“Waaaaa dingin sekali”, ucapku.
“Iyaaa, ooooh ya dimana ini ? apakah sudah jauh ?”, katanya sambil jinjit-jinjit mengintip keluar lewat celah dibak truk ini.
Kami memang pendek, umur kami baru 9 tahun. Dan seperti umumnya kami memiliki rasa penasaran yang tinggi.
Dari belakang ada yang memanggilku, berulang-ulang dengan pelan dan lembut. Pertama tak ku ladeni tapi setelah beberapa kali memanggill akhirnya aku menoleh.
‘Yak apa yang dia lakukan disini ?’ teriakku kaget dalam hati karena dia disampingku .
“Hai” sapanya dan penuh senyum diwajahnya.
“Haaaaish orang ini lagi” ucapku pelan supaya dia tak mendengar.
Kucuekin dia dan bercanda dengan temanku lagi.
“Ya bisa kau geser, aku mau disampingya” ucapnya pada teman disampingku. Berbisik-bisik tapi aku mendengarnya.
“Heeei mau kemana kau, disini saja, apa kau mau meninggalkanku ?” tanyaku pada teman disampingku sambil memegang tanganya supaya tidak berpindah tempat dengan orang gila itu.
‘Aaaaah kenapa jantungku berdetak kencang, aku takut sekali, aku merasa akan ada sesuatu aneh yang terjadi jika aku tak menahan dia’ batinku.
Kupegang terus tangan temanku ini supaya tidak kemana-mana. Akhirnya dia tidak jadi pindah dan tetap disini, disampingku.
Kurasakan dari belakang ada yang menepuk-nepuk bahuku dan memanggil namaku, seperti suara namja. Kucuekin dia, mungkin dengan begitu dia akan menyerah menggangguku.
Dan tentu saja itu tak berjalan sesuai rencana, dia malah ada dibelakang tepatku. Kurasa dia ingin merangkulku. Spontan ku tangkis tangannya. Aku sungguh ketakutan.
“Hai kenapa kau mengacuhkanku, haa ?” ucapnya pelan ditelingaku.
Huuufh itu membuat ku geli, sedikit ku geser tempatku. Dan berpura-pura tak mendengarkan apa-apa. Kurasa wajahku ini mulai memerah, apalagi pipiku, terasa panas sekali.
Tubuhnya dekat sekali denganku, serasa seperti dipeluk olehnya, mungkin ini karena kami harus berdempet-dempetan dan disini juga banyak orang sesak pula. Udara terasa semakin panas.
Jantung ini semakin berdetak dengan kencang, seperti mau copot.
Kurasakan dia ngatakan sesuatu padaku, tapi aku tak bisa mendengarnya. Karena terlalu berisik disini.
‘Ooooh tuhan, bantulah hambamu ini’
Dan doaku terkabul, dia menjauh dariku karena ada seseorang yang memanggil namanya.
“Oooh syukurlah”, ucapku.
“Ya apa yang dia lakukan sampai membuat wajahmu merah ??” tanya jihun unnie.
“Aniya”
Kurasa Jihun unnie juga mengatakan sesuatu padaku, tapi aku tak mendengarnya. Entah ini telingaku atau mungkin aku kurang konsentrasi. Kujawab saja dengan senyum.
=========
Setelah sangat lama kami didalam truk, akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Kuturun dari truk. Malam ini hujan dan aku tak membawa payung. Aku menebeng pada jihun unnie. Ya seperti inilah hidupku, tergantung pada jihun unnie. Hehehe
Kami berjalan-jalan menuju sebuah tempat yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat parkir.
Kami duduk dipalataran tempat itu. Kutengok kesebelah, ternyata ada dua namja yang tak kukenal tersenyum padaku. Aku takut, kenapa banyak sekali orang-orang baru yang tersenyum padaku. Jika ia yeoja mungkin bisa ku maklumi, tapi jika itu namja, aku merasa takut. Segera ku palingkan wajahku dari mereka berdua.
“Ya ayo makan”, tanya jihun unnie sambil mengeluarkan beberapa makanan yang tadi dibeli ibunya saat berjalan-jalan.
“Nne”, jawabku.
Disini sungguh membosankan, yang hanya kulihat adalah orang-orang yang berlalulalang didepanku.
~1 jam kemudian~
“Akhirnya selesai juga” ucapku sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Kami lalu berjalan-jalan menuju beberapa toko disana, ada yang membeli ini itu ini itu. Dan aku bingung harus membeli apa. Lalu ibu jihun unnie menghampiriku, “Mana uangmu, kubelikan sesuatu untukmu” ucapnya.
“.....” kuberikan uangku tanpa berkata apapun dan tersenyum.
Hujan turun cukup deras, jihun unnie membuka payungnya dan kami berteduh dipelataran toko yang sudah tutup.
Aku bermain tebak-tebakan kata dengan adik jihun unnie. Hahaha kami tertawa lepas sambil menikmati hujan. Kulihat sekeliling, dan apa yang terjadi. Sepasang mata sepertinya sedang mengawasiku dari tadi. Dia tersenyum padaku, senyumnya lebar mungkin giginya sudah terlihat. Ya dia adalah Kim SeokJin.
Kubalas senyum lalu melanjutkan bermainku.
Hujan terlihat sudah reda. Kami pergi melanjutkan perjalanan menuju tempat parkir. Waaaah ternyata kami terlambat, truk ini sudah dipenuh dengan banyak orang dan aku kebagian tempat ditengah. Sungguh menjengkelkan.
Bagaimana jika aku terjatuh ketika truk belok, dan tubuhku oleng. Dan benar saja aku hampir terjatuh, untung saja ada seorang ahjumma memegang tanganku. Aku berterima kasih sambil menunjukkan senyum terbaikku.
Sekilas mata ku menangkap wajah namja, ya seperti biasa dia adalah Kim SeokJin. Dia tersenyum padaku. Kulihat disampinya, ‘sepertinya itu ibunya atau mungkin neneknya, karena dari tadi ibu itu memandanginya terus.’
Segera ku cari pegangan supaya tak jatuh lagi.
#Flashback Off1
“Eeem tidak kok, dia tak menciumku. Aku ingat sekali kejadian itu” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Huuuft benarkah ?”
@Dream + Flashback Off
Kuterbangun dari tidurku karena mendengar seseorang tertawa.
“Huuuft kenapa aku bermimpi tentang dia, sungguh memalukan” gumamku.
Kugeser korden, dan melihat seorang namja tengah duduk diruang tunggu sambil membaca komik. Tunggu , dia kan. Kuecek mataku berulang-ulang, aku tak sedang mimpi kan, dia, dia yang selama ini kurindukan, sedang duduk disana.


To Be Continue .....


Leave a trail yes, do not forget the comments. copying is prohibited without the consent of the author. APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...



hafildarhero@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar