Senin, 25 Januari 2016

REMEMBER YOU [pt 3]

REMEMBER YOU

*Preview*
Kuterbangun dari tidurku karena mendengar seseorang tertawa.
“Huuuft kenapa aku bermimpi tentang dia, sungguh memalukan” gumamku.
Kugeser sedikit tirai yang menutupi tempat tidur ini, dan melihat seorang namja tengah duduk diruang tunggu sambil membaca komik. Tunggu , dia kan. Kuecek mataku berulang-ulang, aku tak sedang mimpi kan, dia, dia yang selama ini kurindukan, sedang duduk disana.
.
.
“Kim ...”
“Seok  ...”
“Jin ...” ucapku terpatah-patah.
Kututup lagi tirai itu. Kenapa jantungku berdetak sekencang ini, juga kenapa hawa disini panas sekali membuat keringatku jatuh bercucuran. Kenapa ?? dada ini sesak, tenggorokan kering, kepala pusing, mual-mual. (ya kenapa jadi begini ? 0_0)
“Uuuhuk uhuuuk uhuuk”
“Ya apa disini ada orang ?” ucapnya setelah mendengar batukku yang entah kenapa malah keluar disaat-saat seperti ini.
“Apa ada orang disini ?” tegasnya lagi.
“Hm” jawabku hanya berdehem.
“Oooh maaf, apa aku mengganggumu ?”
“Hm”
Tiba-tiba dia menggeser tirai tempatku berada.
Deg
Deg
Deg
‘Aaaah jantung bodoh, kenapa detakannya semakin menjadi-jadi’ omelku dalam hati.
Matanya mengungkapkan rasa kagetnya saat melihatku, mengingat ini pertama kali sejak 6 tahun yang lalu kami bertatap mata. Beberapa detik, menit dia terus menatapku dengan tatapan yang memiliki seribu kata untuk diungkapkan padaku.
Kutunjukkan senyum ku padanya, berharap dapat mencairkan keadaan.

‘Kenapa tatapannya seperti itu ? Apa aku terlihat seperti hantu ?’ batinku.
“Ooooh maaf, ku kira tadi tidak ada orang !!” ucapnya tersenyum sambil menggaruk tengkuk lehernya.
“Aaah tidak apa-apa” balasku.
“Aku akan pergi, jadi teruskan membacamu” ucapku berharap dapat melarikan dari tempat yang menakutkan ini. Ya memang ditempat ini memang hanya kami berdua, si penunggu UKS entah pergi kemana.
“Oooh tidak usah, biar aku yang pergi. Kau terlihat sakit, lihatlah wajahmu itu. Pucat sekali” ucapnya yang masih berdiri didepanku ini.

“Tidak apa apa, aku ... aaah”
“Eeeeh” ucapnya terlihat khawatir melihatku hampir terjatuh.
 ‘Aaaah memalukan sekali, bagaimana jika dia berpikiran kalau aku hanya berakting seperti di tv-tv. Ooooh’
“Sini ku bantu” ucapnya lalu membantuku duduk diranjang tempatku tadi.
“Gamsahamnida” ucapku.
“Ya tidak usah canggung seperti itu padaku. Kau masih ingat denganku kan ?” tanyanya.
‘Ya tentu saja masih ingat, aku merindukanmu’ batinku.
“Aaah nne”
“Kau sakit apa ? Kenapa wajahmu begitu pucat” dia mendekatkan wajahnya padaku dan menempelkan punggung telapak tangannya pada kening ku.
.
“Ya apa ada orang disini ?” ucapnya berkali-kali, memecah lamunanku. “Ah kenapa aku ini, memikirkan hal yang tidak-tidak” pikirku.
Belum sepat menjawab, terdengar suara yeoja dari luar “Ya chagi-aah apa kau disini ?”
“Ahh nne, chankamman” balas namja itu.
“Ah apa yang ingin kau lakukan. Ayolah cepat, perutku sudah kelaparan. Apa kau tega melihat yeojachingumu ini mati kelaparan ha ? jangan banyak baca komik, apa kau tak tau wajahmu itu hampir sama seperti komik itu. Ayolah ayolah” rengek yeoja itu.
“Apa ? Yeojachingu ?” ucapku sembari menutup mulutku supaya tak terdengar olehnya.
“Nne nne, mana mungkin aku tega melihat yeojachingu ku ini mati kelaparan” balas namja itu. “Kajja”
Tanpakomando dari siapapun, air mata ini jatuh, semakin deras air mata ini turun semakin sakit hati ini seperti tersayat-sayat, tubuhku lumpuh tak berdaya, dada sesak, serasa asupan oksigen ditempat ini sudah habis. Ingin marah, tapi aku sadar aku bukanlah siapa-siapa dia. Beginikah rasa nya ? suka diam-diam.
Hidupku benar-benar menyedihkan, cinta bertepuk sebelah tangan, tak punya teman untuk diajak curhat, punya orang tua yang tak pernah peduli pada anaknya. Oooh tuhan, hanya engkaulah yang tau bagaimana perasaanku saat ini. Kutinggalkan tempat ini berlari menuju tempat yang tenang. Atap , yap atap , atap adalah tempat kesukaanku dimana tidak ada banyak orang disana, sunyi dan damai.
Kuberlari menaiki anak tangga yang berjumlah puluhan ini. Kaki ini terasa melemah, hingga akhirnya aku menabrak seseorang.
“Ya apa kau tak punya mata” bentaknya yang semakin membuat diriku menangis.
“Ya ...” perkataanya terhenti saat melihat tangisan ini semakin menjadi jadi.
“Apa kau tak apa-apa ? maaf aku tak bermaksud membentakmu” ucapnya menyesal.
Tak kujawab pertanyaannya, terasa dia menarikku kedalam pelukkannya, mencoba menenangkanku. Aku terlarut dalam pelukannya, air mata ini juga semakin deras membasahi bajunya. Aku tak tau apa yang akan aku lakukan nanti saat tangisan ini berakhir. Tapi yang terpenting yang aku butuhkan saat ini adalah seseorang yang berada disampingku.
“Lepaskan saja, lepaskan semuanya” ucapnya sambil mengusap kepalaku.
Tangisanku mulai reda, ternyata memang benar, jika ada seseorang yang menangis, peluklah dia hiburlah dia. Kulepas pelukanku padanya, menunduk.
“Kau sudah tak apa ? apa yang membuatmu menangis seperti itu ? Park SooRi aah !!” ucapnya dan mengucapkan namaku.
Kuangkat sedikit wajahku, mencoba melihat wajahnya.
‘Dia .. bagaimana bisa ? apa ini mimpi ? Kim SeokJin ... seseorang yang kutangisi dan sekarang berada didepanku, bahkan memelukku’ tatapku padanya dengan wajah terkaget kaget.
“Kenapa kau menatapku begitu ?” ucapnya menghamburkan lamunanku.
“Oooh tidak apa-apa hiks hiks, terimakasih hiks ...” ucapku sambil membungkukkan setengah badanku.
“Oh ya, apa kau yang tadi ada di UKS ?”
“...” kuanggukkan kepala ku berarti iya. ‘bagaimana dia bisa tahu ?’ pikirku.
“Aku tahu karena sepatumu, sama seperti yang tadi ada diUKS. Kau mau pergi kemana ?” katanya seolah dia bisa membaca pikiranku dan itu benar.
“Atap” jawabku singkat sambil menunjuk keatas.
“Apa ? atap ? lalu apa kau akan bunuh diri ?” ucanya sedikit khawatir.
“Tentu saja tidak, aku tidak sebodoh itu” jawabku.
“Mau aku temani ? jangan berpikiran aneh dulu. Aku ingin menemanimu bukan karena apa tapi hanya ingin memastikanmu tidak bunuh diri. Melihatmu menangis seperti itu, kau terlihat memiliki banyak masalah. Apa kau tak mau menceritakannya padaku ? aku akan menjadi pendengar setia mu” jelasnya panjang lebar.
“Tidak usah, aku tidak akan bunuh diri kok. Tenang saja”
“Tidak-tidak, aku tau kau pasti punya banyak masalah kan. Ayo ceritakan padaku”
‘Yap benar sekali aku punya banyak masalah, dan masalah nya ini karena dirimu bodoh’ batinku.
“Tidak usah” tegasku lagi.
“Baiklah, sana pergi sendiri aku juga tak mau”
Tanpa basa-basi segera ku pergi meninggalkannya, dan ...
“Ya apa kau tidak akan bertanggungjawab atas kelakuanmu tadi” teriaknya.
Kubalikkan badanku, terlihat dia menunjuk baju yang basah karena airmataku tadi.
“Apa ?”
“Kau lihat ini, apa kau tidak mau bertanggung jawab, bajuku basah karena mu”
“Siapa suruh kau tadi memelukku” aaah kenapa aku mengatakan itu, itu memalukan.
“Ya tapi , apa kau tidak mau bertanggung jawab haaa”
“Tanggungjawab seperti apa yang kau inginkan ?” tanyaku.
“Emmm, sudahlah lupakan” ucapnya lalu meninggalkanku.
Diriku terdiam, mengingat semua kejadian ini membuatku malu. Aku sudah melakukan kesalahan tapi tak mau memperbaikinya.
.
.
.
Semenjak kejadian itu, entah mengapa aku semakin penasaran dengannya.
Hari ini sekolah sangat ramai, banyak orang-orang luar atau orang-orang umum datang kesekolahku. Disekolah ku saat ini sedang diadakan bazar besar-besaran dan juga pentas seni. Setiap kelas harus mengikuti, sekelas kami dibagi dua, setengahnya disuruh menjual beberapa barang-barang sembako dan yang setengahnya lagi mempersiapkan diri mengikuti pentas seni.
Aku ditugasi menunggui toko, ya walau itu terlihat mudah tapi tidak bagiku. Aku tak suka tempat-tempat yang ramai sesak, panas seperti ini. Kupasang earphone ini ke kedua telingaku, memutar playlists BTS – Butterfly dan IKON – Airplane berulang-ulang, mengencangkan volume nya dan duduk ditempat yang menurutku dapat menenangkan pikiranku ini.
Karena terlalu hanyut dengan musik yang ku putar ini , aku tertidur. Tiba-tiba seseorang dari belakang menepuk pundakku. Pertama tak kuhiraukan, paling Cuman temen, berulang-ulang dia memanggilku, karena merasa terganggu ku buka earphone ini dan menoleh.
“Haai ...” sapa nya padaku.
“Ooo apa ada yang bisa kubantu ??” tanyaku dingin.
“Emm, apa aku menganggumu tidur ??” tanyanya.
“Ya “ jawabku tegas, ya aku ini memang tak suka diganggu ketika tidur, bahkan teman sesekelas tak ada yang berani membangunkanku tidur. Mereka tau apa yang akan terjadi jika membangunkan macan yang sedang tidur.
 “Maaf” ucapnya sambil menunjukkan wajah melasnya.
“Ya baiklah, apa yang bisa kubantu ? Mau beli apa ?”
“Emm bolehkah aku menemanimu disini ?” tanyanya langsung.
‘Kenapa dengan orang ini ? kenapa dia mau menemaniku ? apa dia tertarik padaku ? Oooh maaf kau buka type ku’ pikirku.
“Apa boleh ? Bolehlah bolehlah. Kumohon !!!” rengeknya.
‘Ya siapa nih orang ? Huh memalukan, bagaimana dia bisa bersikap seperti ini pada seseorang yang baru dikenal, eh bukan dikenal sih tapi dilihat’ Batinku.
Tanpa kujawab dia langsung duduk disampingku. Dengan menunjukkan senyum nya, mungkin ini akan berhasil jika dia lakukan pada yeoja lain, tapi tidak denganku.
“Apa yang ingin kau lakukan disini ? Maaf kami tidak menerima pekerja tambahan” ucapku.
Bukannya menjawab, dia malah tersenyum padaku.
‘Apa-apa an ini ? dasar gila’ batinku.
“Apa kau tidak akan pergi dari sini ?” tanyaku.
“Tidak” jawabnya singkat.
“Yasudah, jaga saja toko ini. Aku mau pergi. Terimakasih sudah mau menggantikan ku. Gamsahamida ..” ucapku sambil membungkuk sedikit padanya, seperti nya namja ini lebih tua dariku.
“Ya jangan pergi, jebbal” ucapnya sambil menghalang tubuhku.
“Ya, jangan ganggu aku, kau tadi kan bilang sendiri ingin disini, jadi aku pergi dulu ya. Bye” ucapku lalu meninggalkanyya.
.
Seseorang melewatiku, seseorang yang kukenal, seseorang yang membuatku penasaran padanya.







To Be Continue .....



Leave a trail yes, do not forget the comments. copying is prohibited without the consent of the author. APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...



hafildahero@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar