DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
"Ya Oh HaYoung-aaah,
jangan pergi, jebbal" ucapnya sambil menarik tanganku.
"Apa maumu
?" jawabku dengan dingin.
Kulihat dia
berjongkok, mengeluarkan sebuah bunga dari belakang nya, memegang tangan
kananku dan berkata "Mau kah kau menjadi pacarku ??"
"Aaaapaaaaa
?" teriakku dalam hati. "Mimpikah ini ? Seseorang tolong bangunkan
aku. ooooh jangan jika ini memang mimpi tolong jangan bangunkan aku dulu.
Kuingin nikmati mimpi-mimpi seperti ini"
--------
Kriiiing Kriiiing
Kriiiiing
"Ya dimana
ini ? Oooo jadi itu semua hanya mimpi. Huuuuft mimpi lagi mimpi lagi kapan
kenyataannya ?" ucapku sambil mengucek-ngucek mataku karena masih
mengantuk.
Kulirik jam
bekerku, "Ya kenapa kau membangunkanku. Mengganggu mimpi ku saja",
gumamku memarahi jam beker yang tak punya otak tak punya hati dan tentunya tak
bernyawa ini.
"Hahaha
kenapa kau memarahi jam itu, apa salahnya. Kau ini" suaranya mengagetkanku
dan menjitak kepalaku.
Pleeeetak (anggap
saja suara nya seperti itu)
"Ya,
unnie-aaah. Kau jahat sekali kepada dongsaengmu yang cantik ini" ucapku
sambil mengelus-elus kepala ku.
"Hahaha,
mimpi apa kau ? Apa ? Apa ?" godanya sambil menunjukkan senyum evilnya.
"Aaah anniya,
aku mandi dulu" jawabku secepatnya.
Sepertinya aku tahu apa isi otak unnie ku ini. Segera ku tancap gas lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Aku tahu jika aku tetap disana pasti aku akan ditanyai hal-hal aneh darinya, dan kalau tidak mau menjawab dia pasti akan memberitahukan pada eomma.
Paut tahun kami 5
tahun, sejak kecil aku dekat dengannya. Main bersama bercanda bersama pergi
bersama dan pokoknya semua bersama walau jarak usia antara kami bisa dibilang
jauh. Tapi ya seperti biasa, ketika dia menginjak remaja ia jarang bersamaku
bahkan bicara sehari-hari mungkin hanya dua atau tiga kalimat itu saja jika ada
urusan kalau tidak, ya kami tidak akan bicara. Aku pun tak berani berbicara
banyak dengannya, bukan takut, tapi entah kenapa lidahku tidak ingin mengatakan
apapun padanya.
Dan juga semenjak
aku remaja ini aku jarang dirumah, menghabiskan waktu disekolah mengerjakan
tugas, pulang sore bagiku sudah tak ada waktu lagi untuk berkomunikasi
dengannya. Ya mungkin dulu dia seperti ini juga.
Setiap pulang
sekolah langsung menuju kamar bergulat dengan soal-soal dan laptop, keluar
kamar hanya untuk makan. Jalan-jalan ? itu mungkin kata yang tak terlalu
kusukai, jika disuruh memilih antara rumah dan jalan-jalan pasti pilihanku
adalah rumah. Ya bisa dibilang aku ini kuper tak tahu dunia luar, dunia luar
dapat kulihat hanya dari laptop kesayanganku ini. Rumah bagiku segalanya,
rumahku istanaku ya semacam itu lah ungkapanku tentang rumah, apalagi kamar
kamarku surgaku. Hari-hariku sama saja setiap hari, bahkan disaat libur pun tak
ada yang istimewa.
Ingin sekali ku
mencurahkan semua isi hatiku ini pada seseorang, tapi ya karena aku ini tak
terlalu banyak bicara dan tak terlalu mudah bergaul, jadi kupendam sendiri isi
hatiku ini. Ku kuatkan dirikiu sendiri walau banyak sekali masalah yang
menimpaku. Ku coba kuatkan kuatkan kuatkan, selalu ku katakan pada diriku
sendiri bahwa jadi perempuan jangan mudah menyerah, ingat jika kau menyerah
sekarang mereka yang selalu menertawakanmu akan terus menertawakanmu. dan jika
kau terus berjuang, suatu saat nanti berhasil mereka yang menertawakanmu akan
menyesali apa yang mereka tertawakan. Kalian puas-puaslah menertawakanku. Aku
harus tegar harus.
.
.
.
Sekolah hari ini
terasa ada sesuatu yang aneh, ya itu mungkin hanya perasaanku.
Kulangkahkan
kakiku memasuki kelas yang sudah 1 semester ini aku tempati, ku tuju tempat
duduk yang berada didekat jendela itu. ku dudukkan pantatku, lalu kuambil
beberapa komik dan novel dari dalam tasku.
"Ya lihatlah
dia, apa dia tak bosan melakukan hal-hal yang sama setiap hari" ucap salah
seorang yeoja yang duduknya tak terlalu jauh denganku.
"Ya
biarlah" sambung yeoja yang duduk nya disamping ku, entah siapa namanya
aku lupa.
"Haaai"
sapanya padaku.
"Haaai"
balasku sambil menunjukkan senyumku padanya.
"Sedang baca
apa?" tanyanya.
"Ya seperti
biasa lah"
"Oooh ya, ini
aku bawa buku baru, kemarin baru ku beli. Mau baca ?" tawarnya.
"Ya mungkin
kapan-kapan, lagi pula kenapa kau tak membacanya dulu ?" ucapku sambil
menaikkan wajahku dari buku yang kubaca saat ini. ya memang jika di ajak bicara
tentang novel atau komik, secara otomatis kuanggap pembicaraan ini menarik.
"Emmm, ya
jika menurutmu buku ini menarik aku akan membaca nya, tapi jika tidak , ya
tidak ku baca"
"Kenapa
?" tanyaku sambil menatap buku itu lekat-lekat.
"Aku ini jika
melihat milik seseorang pasti beranggapan kalau itu bagus atau menarik, tapi
jika itu milikku sendiri tak ada rasa menarik-nariknya bagiku. Baca ya"
ucapnya sambil menyodorkan buku itu kepadaku.
Kulihat buku itu,
kubolak-balik buku itu "Sampul yang cukup menarik judul bau lembar-lembaranya
dan sinopsis nya juga cukup menarik" ucapku sambil mengangguk-anggukkan
kepala.
"Benarkah
?"
"Ya"
ucapku santai sambil sedikit memperlihatkan gigiku.
.
.
.
Yap benar sekali
jika perasaanku hari ini tidak enak. Ada pergeseran tempat duduk, dapat dibelakang
pojok sendirian pula, huuuuft. ya memang aku tidak terlalu peduli tapi jika
tidak ada seseorang disampingku, hidupku lebih menyedihkan sendirian sendirian
sendirian.
"Ya
anak-anak, kalian punya teman baru. Ayo masuk. Perkenalkan dirimu"
"Nne. Anyyong
Kim SeokJin immida" ucap namja itu sambil melambaikan tangganya. "Aku
pindahan dari High School ####. Mohon bantuannya"
"Yap kau Kim
SeokJin, kau duduk. eeeeem eeeeem yap disana."
"Gamshamida
soem"
.
.
@OhHaYoung POV
"Namja ini
sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya" gumamku.
"Ahhhh iya,
dia dia dia yang datang ke mimpiku tadi malam, apakah ini nyata ? atau mimpi
?"
Dia menuju
kearahku dan menyapaku sambil tersenyum "Haaaai ??" dan duduk
disampingku.
"Benarkah ini
? Ini tidak mimpi tidak ini nyata"
Dia mengulurkan
tangannya padaku.
"Annyong Kim
SeokJin immida" ucapnya.
To
be continue .......
Leave a trail yes, do not forget the comments. copying is prohibited without the consent of the author. APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...
hafildaranihero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar