Selasa, 12 Januari 2016

DESTINY ? IT'S THAT TRUE ? [pt.1]

DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
"Ya Oh HaYoung-aaah, jangan pergi, jebbal" ucapnya sambil menarik tanganku.
"Apa maumu ?" jawabku dengan dingin.
Kulihat dia berjongkok, mengeluarkan sebuah bunga dari belakang nya, memegang tangan kananku dan berkata "Mau kah kau menjadi pacarku ??"
"Aaaapaaaaa ?" teriakku dalam hati. "Mimpikah ini ? Seseorang tolong bangunkan aku. ooooh jangan jika ini memang mimpi tolong jangan bangunkan aku dulu. Kuingin nikmati mimpi-mimpi seperti ini"
--------
Kriiiing Kriiiing Kriiiiing
"Ya dimana ini ? Oooo jadi itu semua hanya mimpi. Huuuuft mimpi lagi mimpi lagi kapan kenyataannya ?" ucapku sambil mengucek-ngucek mataku karena masih mengantuk.
Kulirik jam bekerku, "Ya kenapa kau membangunkanku. Mengganggu mimpi ku saja", gumamku memarahi jam beker yang tak punya otak tak punya hati dan tentunya tak bernyawa ini.
"Hahaha kenapa kau memarahi jam itu, apa salahnya. Kau ini" suaranya mengagetkanku dan menjitak kepalaku.
Pleeeetak (anggap saja suara nya seperti itu)
"Ya, unnie-aaah. Kau jahat sekali kepada dongsaengmu yang cantik ini" ucapku sambil mengelus-elus kepala ku.
"Hahaha, mimpi apa kau ? Apa ? Apa ?" godanya sambil menunjukkan senyum evilnya.
"Aaah anniya, aku mandi dulu" jawabku secepatnya.

Sepertinya aku tahu apa isi otak unnie ku ini. Segera ku tancap gas lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Aku tahu jika aku tetap disana pasti aku akan ditanyai hal-hal aneh darinya, dan kalau tidak mau menjawab dia pasti akan memberitahukan pada eomma.
Paut tahun kami 5 tahun, sejak kecil aku dekat dengannya. Main bersama bercanda bersama pergi bersama dan pokoknya semua bersama walau jarak usia antara kami bisa dibilang jauh. Tapi ya seperti biasa, ketika dia menginjak remaja ia jarang bersamaku bahkan bicara sehari-hari mungkin hanya dua atau tiga kalimat itu saja jika ada urusan kalau tidak, ya kami tidak akan bicara. Aku pun tak berani berbicara banyak dengannya, bukan takut, tapi entah kenapa lidahku tidak ingin mengatakan apapun padanya.
Dan juga semenjak aku remaja ini aku jarang dirumah, menghabiskan waktu disekolah mengerjakan tugas, pulang sore bagiku sudah tak ada waktu lagi untuk berkomunikasi dengannya. Ya mungkin dulu dia seperti ini juga.
Setiap pulang sekolah langsung menuju kamar bergulat dengan soal-soal dan laptop, keluar kamar hanya untuk makan. Jalan-jalan ? itu mungkin kata yang tak terlalu kusukai, jika disuruh memilih antara rumah dan jalan-jalan pasti pilihanku adalah rumah. Ya bisa dibilang aku ini kuper tak tahu dunia luar, dunia luar dapat kulihat hanya dari laptop kesayanganku ini. Rumah bagiku segalanya, rumahku istanaku ya semacam itu lah ungkapanku tentang rumah, apalagi kamar kamarku surgaku. Hari-hariku sama saja setiap hari, bahkan disaat libur pun tak ada yang istimewa. 
Ingin sekali ku mencurahkan semua isi hatiku ini pada seseorang, tapi ya karena aku ini tak terlalu banyak bicara dan tak terlalu mudah bergaul, jadi kupendam sendiri isi hatiku ini. Ku kuatkan dirikiu sendiri walau banyak sekali masalah yang menimpaku. Ku coba kuatkan kuatkan kuatkan, selalu ku katakan pada diriku sendiri bahwa jadi perempuan jangan mudah menyerah, ingat jika kau menyerah sekarang mereka yang selalu menertawakanmu akan terus menertawakanmu. dan jika kau terus berjuang, suatu saat nanti berhasil mereka yang menertawakanmu akan menyesali apa yang mereka tertawakan. Kalian puas-puaslah menertawakanku. Aku harus tegar harus.
.
.
.
Sekolah hari ini terasa ada sesuatu yang aneh, ya itu mungkin hanya perasaanku.
Kulangkahkan kakiku memasuki kelas yang sudah 1 semester ini aku tempati, ku tuju tempat duduk yang berada didekat jendela itu. ku dudukkan pantatku, lalu kuambil beberapa komik dan novel dari dalam tasku.
"Ya lihatlah dia, apa dia tak bosan melakukan hal-hal yang sama setiap hari" ucap salah seorang yeoja yang duduknya tak terlalu jauh denganku.
"Ya biarlah" sambung yeoja yang duduk nya disamping ku, entah siapa namanya aku lupa.
"Haaai" sapanya padaku.
"Haaai" balasku sambil menunjukkan senyumku padanya.
"Sedang baca apa?" tanyanya.
"Ya seperti biasa lah"
"Oooh ya, ini aku bawa buku baru, kemarin baru ku beli. Mau baca ?" tawarnya.
"Ya mungkin kapan-kapan, lagi pula kenapa kau tak membacanya dulu ?" ucapku sambil menaikkan wajahku dari buku yang kubaca saat ini. ya memang jika di ajak bicara tentang novel atau komik, secara otomatis kuanggap pembicaraan ini menarik.
"Emmm, ya jika menurutmu buku ini menarik aku akan membaca nya, tapi jika tidak , ya tidak ku baca"
"Kenapa ?" tanyaku sambil menatap buku itu lekat-lekat.
"Aku ini jika melihat milik seseorang pasti beranggapan kalau itu bagus atau menarik, tapi jika itu milikku sendiri tak ada rasa menarik-nariknya bagiku. Baca ya" ucapnya sambil menyodorkan buku itu kepadaku.
Kulihat buku itu, kubolak-balik buku itu "Sampul yang cukup menarik judul bau lembar-lembaranya dan sinopsis nya juga cukup menarik" ucapku sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Benarkah ?"
"Ya" ucapku santai sambil sedikit memperlihatkan gigiku.
.
.
.
Yap benar sekali jika perasaanku hari ini tidak enak. Ada pergeseran tempat duduk, dapat dibelakang pojok sendirian pula, huuuuft. ya memang aku tidak terlalu peduli tapi jika tidak ada seseorang disampingku, hidupku lebih menyedihkan sendirian sendirian sendirian.
"Ya anak-anak, kalian punya teman baru. Ayo masuk. Perkenalkan dirimu" 
"Nne. Anyyong Kim SeokJin immida" ucap namja itu sambil melambaikan tangganya. "Aku pindahan dari High School ####. Mohon bantuannya"
"Yap kau Kim SeokJin, kau duduk. eeeeem eeeeem yap disana."
"Gamshamida soem"
.
.
@OhHaYoung POV
"Namja ini sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya" gumamku.
"Ahhhh iya, dia dia dia yang datang ke mimpiku tadi malam, apakah ini nyata ? atau mimpi ?"
Dia menuju kearahku dan menyapaku sambil tersenyum "Haaaai ??" dan duduk disampingku.
"Benarkah ini ? Ini tidak mimpi tidak ini nyata"
Dia mengulurkan tangannya padaku.
"Annyong Kim SeokJin immida" ucapnya.


To be continue .......


Leave a trail yes, do not forget the comments. copying is prohibited without the consent of the author. APPRECIATE THE AUTHOR
Thank you...





hafildaranihero@gmail.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar