Sabtu, 16 Januari 2016

DESTINY ? IT'S THAT TRUE ? [pt.2]

DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
**Preview**
@OhHaYoung POV
"Namja ini sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya" gumamku.
"Ahhhh iya, dia dia dia yang datang ke mimpiku tadi malam, apakah ini nyata ? atau mimpi ?"
Dia menuju kearahku dan menyapaku sambil tersenyum "Haaaai ??" dan duduk disampingku.
"Benarkah ini ? Ini tidak mimpi tidak ini nyata"
Dia mengulurkan tangannya padaku.
"Annyong Kim SeokJin immida" ucapnya.
.
“Annyong, Oh HaYoung immida” sambut ku sambil membalas tangannya.
Benarkah ini ? mimpikah ini ? sungguhkah ? nyatakah ? Ooooh seseorang tolong bangunkan aku dari mimpi ini, aku tak ingin terlalu kalut dalam ilusi mimpi ini. Jebbal ...., batinku.
Kutampar pipiku kanan kiri, “Awwww”
“Kenapa kau menampar pipimu sendiri ? apakah itu tidak sakit ?” ucapnya menghentikanku dari sikap konyolku ini, aku lupa ada seseorang disampingku saat ini.
“Ini bukan mimpi, benar ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan ini bukan sebuah ilusi belaka” batinku.
“Oooh hehehe” balasku sambil tersenyum. Lalu menidurkan kepala ku kemeja. Menatap langit yang cerah hari ini dari jendela.
“Cerah ? ya cerah tapi tak secerah hatiku saat ini” gumamku.
Kulirik-lirik namja disampingku ini, menatapnya lekat. Memperhatikan nya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Ya, kenapa melihatku seperti itu ? Apa kau tertarik padaku ?” ucap namja itu tanpa
menoleh padaku.
“Eeeeh anniya” balasku singkat.
#skip#
Triiiiing triiiing triiiiing
Bell pulang sekolah berbunyi , segera tanpa perlu dikomando atau apa, otomatis kami mengepak buku kami dan pulang. Yap bell pulang sekolah adalah sebuah bell yang sangat-sangat ditunggu, bahkan bell tersebut merupakan bell terfavorit kami. PELAJAR.
“Huuuft akhirnya pulang juga” ucapku mulai beranjak dari tempat duduk meninggalkan kelas.
“Hei Oh HaYoung” seseorang memanggilku dari belakang, dengan nada ramah tapi keras. Kubalikkan tubuhku
“Apa ?”
“Kau, maukah kau ?”
‘Haaa kalimat ini ? apakah ia akan berjongkok dan mengatakan cintanya padaku seperti mimpi itu’ batinku.
“Apa ?” balasku dingin.
“Maukah kau ?”
“Apa ayolah, apa kau akan bicara seperti ini terus. Langsung To the point saja lah” ucapku tak sabar.
“Maukah kau menemaniku jalan-jalan ?” tanyanya sedikit ragu.
‘Apa hanya itu ? tunggu kenapa aku terlalu berharap ya. Hahaha itu hanya dimimpi. Hanya dimimpi. Hanya dimimpi’ batinku.
“Hari ini ?”
“Hm” balasnya sambil menganggukkan kepala.
“Aku tak bisa”
@KimSeokJinPOV
“Hei Oh HaYoung” kupanggil namanya.
“Apa ?”  jawabnya dengan dingin.
“Kau, maukah kau ?”
 “Apa ?” balasku dingin.
“Maukah kau ?”
“Apa ayolah, apa kau akan bicara seperti ini terus. Langsung To the point saja lah” ucapnya tak sabar.
‘Haruskah ku katakan padanya sekarang. Haruskah, tapi apa ini tidak terlalu terburu-buru. Ini pertama kalinya dia bertemu denganku. Apakah ini terlalu lancang’ pikirku.
“Maukah kau menemaniku jalan-jalan ?” tanyaku seadanya.
‘Aaaah kenapa kutanyakan itu. Bodoh bodoh bodoh boooodoooooh’ batinku.
 “Hari ini ?” tanyanya.
“Hm” balasku sambil menganggukkan kepala.
“Aku tak bisa” jawabnya tak peduli.
“Kenapa ?”
“Aaaah aku tak terlalu suka jalan-jalan apalagi bersama orang baru. Maaf. Mungkin lain kali” ucapnya dingin langsung to the point dan tak memerhatikan lawan bicaranya ini.
‘Apaa orang baru ? apakah dia tak pernah melihatku sebelumnya ? atau dia pura-pura lupa ? oooh tuhan seperti ini kah hidupku?’ ucapku dalam hati.
@KimSeokJinPOVEND
#Flashback ON (KimSeokJin)
Hari ini seperti biasa, aku pergi ketaman untuk melihat seseorang yang kuperhatikan selama setahun ini.
Apa setahun ? ya memang benar sudah setahun aku menjadi penggemar rahasia nya. Saat pertama kali melihatnya, jantungku berdebar tak karuan, hatiku berasa aneh seperti ada sesuatu disana.
Setiap pulang sekolah selalu kuusahakan bertemu dengannya, ya walau dari kejauhan, itu merupakan pekerjaan yang dapt diibaratkan pengisian batu hidupku dari lowbatt sehari ini.
Hari ini seperti biasa, melihat dia duduk dibangku taman, membaca buku sambil mendengarkan musik dari earphone yang terpasang dikedua telingannya itu.
Ingin sekali kumenghampirinya, menyapanya atau kalau tidak hanya duduk disampingnya saja sudah bahagia aku. Tapi semua kenyalian itu hilang, jika ku ingat siapa aku ini ? culun, jelek, kutubuku dan aaah jangan dibahas.
Sampai suatu saat kuberanikan diri duduk bersebelahan dengannya, walau hanya keheningan disekitar kami, namun disini tidak, ya didalam hatiku ini jantungku berdetak cepat seakan-akan mau copot dari tempatnya, napasku tersenggal-senggal. Asupan oksigen disekitarku seperti hilang, udara terasa panas. Huuuft serasa ingin mati saja.
Semenjak kejadian itu, tak pernah kuulangi lagi. Bagaimana jika nanti aku bisa mati karena gejolak cinta yang terlalu berlebihan ini, kan tidak lucu. Mati konyol dong.
Langkah pertama yang kulakukan adalah memperbaiki penampilan yang bisa dibilang nerd ini dengan pergi kesalon. Kuubah gaya rambutku, kucopot kacamata dan behel ku, kuhilangkan beberapa sifat buruk dariku walaupun itu penuh dengan perjuangan. Dan taaaaraaaa semua berubah, banyak orang bilang kalau aku ini tampan pintar dan punya banyak potensi. Memang, penampilan seseorang merubah segalanya, dari yang selalu dikucilkan, sekarang, memiliki banyak penggemar. Tapi sepertinya itu tak berpengaruh pada yeoja yang selama ini taksir. Dia begitu dingin, melihat sekitarnya pun tak pernah, dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Tapi ku tahu sebenarnya dia seseorang baik.
Langkah kedua, kupindah kesekolahnya berharap bisa mendekatinya atau meleihatnya dari dekat. Dan seperti keinginanku aku sekelas dengannya dan yang paling menggejutkan adalah duduk disampingya. Aaaah ini memang takdir. Mungkin aku ditakdirkan dengan yeoja ini.
‘CINTA BUTUH PERJUANGAN. FIGHTING. KEHIDUPAN BARU, DIMULAI’ tulisku pada buku diary ku ini.
#flashbackOFF (KimSeokJin)
#OhHaYoung house
“Aku pulang” salamku pada orang dirumah dengan menunjukkan ekspresi ceria palsu ini.
“Oooh kau sudah pulang, cepat ganti baju dan makan siang bersama” balas eomma keluar dari dapur.
“Heeeei dongsaengku, apa kau punya buku baru ?” tanya unnie ku ini sambil menahanku masuk kekamar.
“Weeee ?” balaku.
“Aku punya film dan komik baru. Apa kau mau. Ya kalau tidak ya tidak apa-apa” ucap unnie ku ini dengan senyum nya.
“Apa film ? buku ? baru ? benarkah ?” ucapku mencripratinya dengan beberapa pertanyaan yang seperti nya dia sudah hafal.
“Tentu, ini film bagus loh. Komik nya juga, ini limited edition.”
“Benarkah ?” ucapku sambil menunjukkan ekspresi bahagia. “Aku mau, mana ? mana ? mana ? ayolah jangan pelit”
“Heeei apa kau lupa perjanjian kita, jika kau minta sesuatu padaku kau harus membayarnya dengan novel setebal mungkin” ucapnya.
Ya kakakku ini memang suka baca buku, seperti halnya aku. Kita berdua memang memiliki kebiasaan bersama, bahkan orang-orang bilang jika kami ini adalah saudara kembar. Wajah kami pun memang sedikit (sedikit ya, gak banyak !!!) kembar, maklumlah kita kan kakak beradik.
“Iya-iya, nih bukunya. Baru kubeli seminggu lalu, tebalnya 567 halaman. Masih mulus tak ada lekukan atau goresan apapun”
“Waaah pintar sekali dongsaengku ini. Makasih. Filmnya ada dilaptop, silahkan lihat sepuasmu” ucapnya lalu meninggalkan ku.
‘Ooooh senangnya diriku’ tanpa ganti baju, langsung ku ambil flashdisk dan laptopku lalu menuju kamar eonnie dan mengambil semua yang ku inginkan.
.
.
@Bus
“Huuuft sesak sekali, panas pula” geramku.
Karena desak-desakan tubuhku jatuh, dan ditangkap oleh seorang namja yang wajahnya familiar ini, ya dia adalah Kim SeokJin. Mata kami bertatapan. Terhipnotis olaeh matanya, berasa hanya kita berdua dibus ini.
“Uuuh maaf” ucapku menghentikan tatap-tatapan ini, segera setelah minta maaf ku benarkan berdiriku.
“Uuuh maaf ya dan terimakasih, aku tadi tak sengaja” sambungku sambil memperlihatkan senyumku. Tidak seperti biasanya aku menunjukkan senyumku pada seseorang yang baru kukenal.
“Oooh iya, tidak apa-apa. Aku tadi juga spontan menangkapmu. Maaf” ucanya sambil menggaruk kepalanya.


To be continue .......



Jangan lupa tinggalkan komentar ya ....!J JJ




hafildaranihero@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar