DESTINY ? IT’S THAT TRUE ?
**Preview**
@OhHaYoung POV
"Namja ini sepertinya aku
pernah melihatnya, dimana ya" gumamku.
"Ahhhh iya, dia dia dia
yang datang ke mimpiku tadi malam, apakah ini nyata ? atau mimpi ?"
Dia menuju kearahku dan
menyapaku sambil tersenyum "Haaaai ??" dan duduk disampingku.
"Benarkah ini ? Ini tidak
mimpi tidak ini nyata"
Dia mengulurkan tangannya
padaku.
"Annyong Kim SeokJin
immida" ucapnya.
.
“Annyong, Oh HaYoung
immida” sambut ku sambil membalas tangannya.
Benarkah ini ? mimpikah
ini ? sungguhkah ? nyatakah ? Ooooh seseorang tolong bangunkan aku dari mimpi
ini, aku tak ingin terlalu kalut dalam ilusi mimpi ini. Jebbal ...., batinku.
Kutampar pipiku kanan
kiri, “Awwww”
“Kenapa kau menampar
pipimu sendiri ? apakah itu tidak sakit ?” ucapnya menghentikanku dari sikap
konyolku ini, aku lupa ada seseorang disampingku saat ini.
“Ini bukan mimpi, benar
ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan ini bukan sebuah ilusi belaka” batinku.
“Oooh hehehe” balasku
sambil tersenyum. Lalu menidurkan kepala ku kemeja. Menatap langit yang cerah
hari ini dari jendela.
“Cerah ? ya cerah tapi
tak secerah hatiku saat ini” gumamku.
Kulirik-lirik namja
disampingku ini, menatapnya lekat. Memperhatikan nya dari ujung kepala sampai
ujung kaki.
“Ya, kenapa melihatku
seperti itu ? Apa kau tertarik padaku ?” ucap namja itu tanpa
menoleh padaku.
“Eeeeh anniya” balasku
singkat.
#skip#
Triiiiing triiiing
triiiiing
Bell pulang sekolah
berbunyi , segera tanpa perlu dikomando atau apa, otomatis kami mengepak buku
kami dan pulang. Yap bell pulang sekolah adalah sebuah bell yang sangat-sangat
ditunggu, bahkan bell tersebut merupakan bell terfavorit kami. PELAJAR.
“Huuuft akhirnya pulang
juga” ucapku mulai beranjak dari tempat duduk meninggalkan kelas.
“Hei Oh HaYoung”
seseorang memanggilku dari belakang, dengan nada ramah tapi keras. Kubalikkan tubuhku
“Apa ?”
“Kau, maukah kau ?”
‘Haaa kalimat ini ?
apakah ia akan berjongkok dan mengatakan cintanya padaku seperti mimpi itu’
batinku.
“Apa ?” balasku dingin.
“Maukah kau ?”
“Apa ayolah, apa kau
akan bicara seperti ini terus. Langsung To the point saja lah” ucapku tak
sabar.
“Maukah kau menemaniku jalan-jalan
?” tanyanya sedikit ragu.
‘Apa hanya itu ? tunggu
kenapa aku terlalu berharap ya. Hahaha itu hanya dimimpi. Hanya dimimpi. Hanya dimimpi’
batinku.
“Hari ini ?”
“Hm” balasnya sambil
menganggukkan kepala.
“Aku tak bisa”
@KimSeokJinPOV
“Hei Oh HaYoung” kupanggil
namanya.
“Apa ?” jawabnya dengan dingin.
“Kau, maukah kau ?”
“Apa ?” balasku dingin.
“Maukah kau ?”
“Apa ayolah, apa kau
akan bicara seperti ini terus. Langsung To the point saja lah” ucapnya tak
sabar.
‘Haruskah ku katakan
padanya sekarang. Haruskah, tapi apa ini tidak terlalu terburu-buru. Ini pertama
kalinya dia bertemu denganku. Apakah ini terlalu lancang’ pikirku.
“Maukah kau menemaniku jalan-jalan
?” tanyaku seadanya.
‘Aaaah kenapa kutanyakan
itu. Bodoh bodoh bodoh boooodoooooh’ batinku.
“Hari ini ?” tanyanya.
“Hm” balasku sambil
menganggukkan kepala.
“Aku tak bisa” jawabnya
tak peduli.
“Kenapa ?”
“Aaaah aku tak terlalu
suka jalan-jalan apalagi bersama orang baru. Maaf. Mungkin lain kali” ucapnya
dingin langsung to the point dan tak memerhatikan lawan bicaranya ini.
‘Apaa orang baru ?
apakah dia tak pernah melihatku sebelumnya ? atau dia pura-pura lupa ? oooh
tuhan seperti ini kah hidupku?’ ucapku dalam hati.
@KimSeokJinPOVEND
#Flashback ON (KimSeokJin)
Hari ini seperti biasa,
aku pergi ketaman untuk melihat seseorang yang kuperhatikan selama setahun ini.
Apa setahun ? ya memang
benar sudah setahun aku menjadi penggemar rahasia nya. Saat pertama kali melihatnya,
jantungku berdebar tak karuan, hatiku berasa aneh seperti ada sesuatu disana.
Setiap pulang sekolah selalu
kuusahakan bertemu dengannya, ya walau dari kejauhan, itu merupakan pekerjaan
yang dapt diibaratkan pengisian batu hidupku dari lowbatt sehari ini.
Hari ini seperti biasa,
melihat dia duduk dibangku taman, membaca buku sambil mendengarkan musik dari
earphone yang terpasang dikedua telingannya itu.
Ingin sekali
kumenghampirinya, menyapanya atau kalau tidak hanya duduk disampingnya saja
sudah bahagia aku. Tapi semua kenyalian itu hilang, jika ku ingat siapa aku ini
? culun, jelek, kutubuku dan aaah jangan dibahas.
Sampai suatu saat
kuberanikan diri duduk bersebelahan dengannya, walau hanya keheningan disekitar
kami, namun disini tidak, ya didalam hatiku ini jantungku berdetak cepat
seakan-akan mau copot dari tempatnya, napasku tersenggal-senggal. Asupan oksigen
disekitarku seperti hilang, udara terasa panas. Huuuft serasa ingin mati saja.
Semenjak kejadian itu,
tak pernah kuulangi lagi. Bagaimana jika nanti aku bisa mati karena gejolak
cinta yang terlalu berlebihan ini, kan tidak lucu. Mati konyol dong.
Langkah pertama yang
kulakukan adalah memperbaiki penampilan yang bisa dibilang nerd ini
dengan pergi kesalon. Kuubah gaya rambutku, kucopot kacamata dan behel ku, kuhilangkan
beberapa sifat buruk dariku walaupun itu penuh dengan perjuangan. Dan taaaaraaaa
semua berubah, banyak orang bilang kalau aku ini tampan pintar dan punya banyak
potensi. Memang, penampilan seseorang merubah segalanya, dari yang selalu
dikucilkan, sekarang, memiliki banyak penggemar. Tapi sepertinya itu tak
berpengaruh pada yeoja yang selama ini taksir. Dia begitu dingin, melihat
sekitarnya pun tak pernah, dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Tapi ku tahu
sebenarnya dia seseorang baik.
Langkah kedua, kupindah
kesekolahnya berharap bisa mendekatinya atau meleihatnya dari dekat. Dan seperti
keinginanku aku sekelas dengannya dan yang paling menggejutkan adalah duduk
disampingya. Aaaah ini memang takdir. Mungkin aku ditakdirkan dengan yeoja ini.
‘CINTA BUTUH
PERJUANGAN. FIGHTING. KEHIDUPAN BARU, DIMULAI’ tulisku pada buku diary ku ini.
#flashbackOFF (KimSeokJin)
#OhHaYoung house
“Aku pulang” salamku
pada orang dirumah dengan menunjukkan ekspresi ceria palsu ini.
“Oooh kau sudah pulang,
cepat ganti baju dan makan siang bersama” balas eomma keluar dari dapur.
“Heeeei dongsaengku,
apa kau punya buku baru ?” tanya unnie ku ini sambil menahanku masuk kekamar.
“Weeee ?” balaku.
“Aku punya film dan komik
baru. Apa kau mau. Ya kalau tidak ya tidak apa-apa” ucap unnie ku ini dengan
senyum nya.
“Apa film ? buku ? baru
? benarkah ?” ucapku mencripratinya dengan beberapa pertanyaan yang seperti nya
dia sudah hafal.
“Tentu, ini film bagus
loh. Komik nya juga, ini limited edition.”
“Benarkah ?” ucapku
sambil menunjukkan ekspresi bahagia. “Aku mau, mana ? mana ? mana ? ayolah
jangan pelit”
“Heeei apa kau lupa
perjanjian kita, jika kau minta sesuatu padaku kau harus membayarnya dengan
novel setebal mungkin” ucapnya.
Ya kakakku ini memang
suka baca buku, seperti halnya aku. Kita berdua memang memiliki kebiasaan
bersama, bahkan orang-orang bilang jika kami ini adalah saudara kembar. Wajah kami
pun memang sedikit (sedikit ya, gak banyak !!!) kembar, maklumlah kita kan
kakak beradik.
“Iya-iya, nih bukunya. Baru
kubeli seminggu lalu, tebalnya 567 halaman. Masih mulus tak ada lekukan atau
goresan apapun”
“Waaah pintar sekali
dongsaengku ini. Makasih. Filmnya ada dilaptop, silahkan lihat sepuasmu”
ucapnya lalu meninggalkan ku.
‘Ooooh senangnya diriku’
tanpa ganti baju, langsung ku ambil flashdisk dan laptopku lalu menuju kamar eonnie
dan mengambil semua yang ku inginkan.
.
.
@Bus
“Huuuft sesak sekali,
panas pula” geramku.
Karena desak-desakan
tubuhku jatuh, dan ditangkap oleh seorang namja yang wajahnya familiar ini, ya
dia adalah Kim SeokJin. Mata kami bertatapan. Terhipnotis olaeh matanya, berasa
hanya kita berdua dibus ini.
“Uuuh maaf” ucapku
menghentikan tatap-tatapan ini, segera setelah minta maaf ku benarkan
berdiriku.
“Uuuh maaf ya dan
terimakasih, aku tadi tak sengaja” sambungku sambil memperlihatkan senyumku. Tidak
seperti biasanya aku menunjukkan senyumku pada seseorang yang baru kukenal.
“Oooh iya, tidak
apa-apa. Aku tadi juga spontan menangkapmu. Maaf” ucanya sambil menggaruk
kepalanya.
To
be continue .......
Jangan
lupa tinggalkan komentar ya ....!J
JJ
hafildaranihero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar