SECOND PRINCE
#AuthorPOV
“Ayah”
“Ya”
“Ayah mau mengantarku pergi sebentar ?”
“Eeeeem”
“Ayolah, please” ucap Fafa sambil menunjukkan aegonya.
“Baiklah, ayo”
Fafa dan ayahnya pergi dengan menaiki sebuah motor matic
menuju sebuah tempat perentalan yang tak terlalu jauh tempatnya.
.
“Sebentar, ayah akan beli sesuatu ditoko sebelah”
“Ya yah, jangan lama-lama”
#FafaPOV
Namaku Fafa, umurku sekarang 16 tahun hobiku menulis,
mendengarkan musik, berkhayal, pokoknya
banyak lah kalau disebutin satu-satu gak bakalan kelar nih cerita. Sekarang ini
aku sedang melakukan tugas rutin sebagai pelajar (ingat !!! sebagai pelajar, jadi artinya gue ini termasuk pelajar yang
super rajin), mem-print fotocopy beberapa (bukan beberapa tapi emang
banyak) tugas dari guru.
Hari-hariku sungguh membosankan, pagi sampai sore disekolah
malamnya juga banyak tugas. Hidupku ini hanya penuh dengan tugas tugas tugas LLLLL. Tapi entah mengapa walau banyak
tumpukan tugas tiap hari tetap saja ku kerjain, ya mungkin ini dikarenakan
sudah terbiasa bisa dibilang ini adalah rutinitas ku.
Mungkin jika kalian bertemu dengan diriku ini, aku yakin
kalian akan ternganga terkaget karena apa ? Temanku sahabatku cintaku (ini terlalu berlebihan) adalah .....
Buku.., ya buku buku buku. Tak pernah lepas dari pandanganku.
.
Aku turun dari sepeda motor.
“Sebentar, ayah akan beli sesuatu ditoko sebelah” ucap ayah
lalu pergi meninggalkanku.
Kulangkahkan kakiku menuju tempat tujuanku, mengeluarkan
sebuah flashdisk berukuran 8GB yang berisi ratusan bahkan ribuan file.
“Mbak, tolong print file ini” sambil memberikan flashdisk.
“Ya, tunggu ya dik”
‘Aaaaah pasti lama’ geramku.
~Tik tik tik~
Alunan ketukan jariku, bernada aneh tapi bisa menghilangkan
sedikit rasa bosan disekitar ku.
Malam ini terasa ada sebuah awan hitam yang menyelimutiku,
awan hitam itu terkumpul dari rasa bosan kesal malas sedih marah. Andaikan
datang sebuah matahari yang mampu menendang awan hitam itu dan menjadikannya
awan putih bersih yang cerah.
“Ayah, kenapa lama sekali”
Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang menampakkan dirinya
dan sudah berada disampingku.
“Sejak kapan dia disini ?” batinku.
Terlihat dari ekor mataku anak laki-laki ini seperti anak
tetangga sebelah. ‘Ah lupakan, biarin saja lah. Gak penting’
“Mbak, tolong ya jidil ini ini ini” suara laki-laki itu,
terdengar lembut halus sopan.
.
Beberapa menit kemudian, entah kenapa bulu kudukku berasa
berdiri. Serasa ada orang yang terus memperhatikanku.
‘Oooh please, ini kan malam jumat. Jangan aneh-aneh deh’ pikirku.
Kulirik kiri, tak ada apa-apa. Kulirik kanan, dan teng teng
teng. Bukannya dapat hantu eeeh malah dapet pangeran, ternyata laki-laki yang
ada disampingku ini cool banget.
Badannya tinggi wajahnya tampan rupawan matanya bersinar
kulitnya putih bersih.
Deg deg deg
“Oooooh apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama
?” jeritku dalam hati.
Beberapa detik menit ku perhatikan dia, seperti ada sebuah
mantra dalam dirinya yang dapat menghipnotis diriku, mataku tak dapat berpaling
darinya.
“Eeeem, ini diapakan ?”
‘Aaaah sebuah pertanyaan yang tak diinginkan kehadirannya itu
membuat diriku terbangun dari mantra itu’
“Oooh tinggal fotocopy saja mbak, semuanya 4 kali” ucapku
sambil menunjukkan senyum dan mengangkat tangan melipat jempol dan tinggal
telunjuk tengah manis dan kelingking (maksudnya
nunjukin tanda 4 lewat jari).
“Ayah, kelihatannya ini masih lama nih” kupanggil ayahku yang
sedari tadi masih berbincang-bincang dengan pemilik toko sebelah.
“Ya, sebentar aku akan kesana”
Kubalikkan badanku, kenapa ada sebuah kursi disini, tadi kan
tidak ada. Kulihat sampingku, dan AAAPAAA ? dia naruh kursinya disini dan
dibela-bela in berdiri. OMG (O_o)
Deg deg seer deg deg seeer (anggep aja suaranya kayak jantung
yang berdetak tak beraturan)
Sampai pada akhirnya laki-laki disampingku ini undur diri dan
pergi karena urusannya sudah selesai.
Saat dia akan pergi dia sempat melirikku, tapi apalah dayaku
yang tidak bisa peka dan hanya bersikap cuek saja pada dia.
.
.
Dalam perjalanan pulang kerumah, ada banyak sekali pertanyaan
dan pikiran ku tentang laki-laki itu. Kenapa aku tadi bersikap cuek ya, mungkin
saja jika aku tak bersikap dingin seperti itu mungkin akau sudah berkenalan
dengannya.
Andaikan waktu dapat diulang, pasti akan ku tunjukkan sikap
akrabku padanya.
Andai ....
^_^!
(Bagaikan mimpi, tiba-tiba datang sang pangeran mengajak sang
putri yang dicintainya untuk ikut dengannya lalu sang pangeran pergi dengan
menaiki kereta nya bersama sang putri yang dicintainya. Bedanya yang versi gue
ini gue gak diajak pergi, dan dia pergi dengan cepat tanpa meninggalkan sebuah
kata-kata pun)
END......
Aaaaah asli, bikin cerita ini ruwet banget, karena ini cerita
bukan dari pengalaman gue sendiri. Dan ULFA, thanks ya atas idenya. Maaf kalo
ceritanya malah jadi ancur begini dan gak sesuai kenyataan (ini pengalaman Ulfa
sendiri loh JJ)
Sekali lagi thanks ULFA.
ULFA FITRIANI (My
Beloved Friend)
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar