Title : Miracle Of Life (Chapter 2/2)
Author : @hhero
Cast : Kim SeokJin (BTS), Kim SeokGil/Park NaRi (OC), others.
Genre : Terserah Readers.
Lenght : Twoshot
Dilarang me-copy plagiat. Hargai penulis ....
------------------------------------------------
1 tahun kemudian
“Eomma, bagaimana kalau nanti kita pergi kesupermarket ?”
“Untuk apa ?”
“Yaaah apa eomma lupa atau memang tidak ingat. Besok aku kan
akan sekolah, aku kan belum punya seragam sekolah, eomma”
“Pakai saja seragamku yang dulu” semprong oppa (Kim SeokJin)
sambil memakan satu piring penuh melon itu dengan lahap.
“Ya oppa, mana mungkin aku memakai seragam namja. Kau ini
mengada-ngada saja”
“Ha ? hhahaha, kukira dongsaengku ini seorang namja tapi
kenapa tingkah lakunya tidak seperti yeoja. Lihatlah dandananmu itu” ucapnya
sambil menggerak-gerakkan garpu dari atas kebawah.
“Yak apa kau meledekku ?”
“Sudah-sudah, kalian ini sehari saja tak berkelahi kenapa sih
? ya SeokGil nanti eomma akan menemanimu. Dan SeokJin bagaimana perkembangan
group mu itu, tetap jaga kesehatan, kau bahkan jarang sekali pulang kerumah, iiish
iiish iiiish” ucap eomma.
“Baik eomma, ya aku rajin kok pergi nge-gym, dan juga
bukannya aku selalu menghubungi kalian lewat telefon. Jadwalku saat ini
benar-benar padat” dia lalu pergi meninggalkan kami, ya dengan wajah yang
asam-asam kecut.
Aku mengerti kenapa eomma berkata seperti, sebenarnya dia
sangat khawatir dengan keadaan oppa, bahkan eomma selalu saja update berbagai
berita tentang BTS.
#Author
Kim SeokGil tiba di sebuah sekolah, sekolah yang letaknya tak
terlalu jauh dari rumahnya.
“Annyeong, Kim SeokGil immida” ucap yeoja itu sambil
membungkuk 90 derajat dan memasang senyum lebar.
Kim SeokGil duduk dibangku urutan 2 dari belakang, dia duduk
diam sambil membaca sebuah komik kesayangan milik nya.
“Ya apa kau melihat kemarin, Kim SeokJin oppa sungguh imut
dan tampan. Ooh ya minggu depan aku akan datang ke fansign nya di seoul, apa
kalian juga ?”
Lawan bicara mereka ada yang menggeleng dan ada juga yang
mengangguk-angguk.
“Andai mereka tau, kalau salah satu dari teman sekelas kalian
ini ada adik dari anggota BTS, ya walaupun tidak kandung” gumam Kim SeokGil.
“Hei Kim SeokGil” seorang yeoja menepuk punggung SeokGil dan
membuatnya kaget.
@KimSeokGil
“Hei Kim SeokGil” aku terkejut spontan langsung berdiri.
Sebenarnya aku memiliki phobia terhadap kejutan, dan aku
sungguh membenci sentuhan mendadak dan suara jeritan.
“Ya kenapa sampai segitunya ?” ucap yeoja itu merasa
bersalah.
“Aaah tidak, aku hanya terkejut saja. Ooh ada apa ?” tanyaku.
“Perkenalkan namaku Shin HyeKyung” dengan sebuah uluran
tangan.
“Ooo, Kim SeokGil immida” segera kugapai uluran tangan itu.
“Eeem maaf ini terlalu mendadak, apa nama fandom mu ?”
O_o
“Tenang-tenang, aku hanya ingin tahu nama fandommu, disini
setiap siswa diwajibkan memiliki sebuah fandom” tambahnya.
“Aku suka BIGBANG tapi aku juga suka BTS” jawabku tegas dan
penuh percaya diri.
“Apa kau multi fandom ?”
“Aaah ne ?”
“Waah selamat kau tergabung dalam group kami. Aku juga suka
BIGBANG dan BTS” sebuah senyuman mekar diwajahnya.
“Siapa bias mu ? Kalau aku sih di BIGBANG lebih memilih
T.O.P, kau tau kan tatapannya itu oooh. Dan BTS aku lebih memilih Jongkook tapi
tak jarang aku juga melirik Jin” jelasnya panjang lebar.
“Kalau aku di BIGBANG lebih memilih G-DRAGON, menurutku dia
memiliki karisma yang sungguh kuat. Dan di BTS aku memilih Kim SeokJin”
“Waah pilihanmu sungguh tepat”
Lama sekali kami berbicara tentang BIGBANG dan BTS, bahkan
kami membicarakan semua member tentang hobi warna kesukaan dan lain-lain. Tapi
aku lebih tertarik saat dia membicarakan Kim SeokJin mulai dari hobinya memasak
(dan itu benar sekali) warna kesukaannya pink (of course, bahkan hampir semua
bajunya berwarna pink).
Ingin ku katakan siapa identitasku ini, tapi aku menutupinya
bukan karena aku anak angkat kedua orangtua Kim SeokJin.
Tapi aku tak ingin dunia entertainment meliput diriku,
apalagi ini menyangkut diriku dan keluarga Kim SeokJin. Lebih baik aku bungkam.
.
.
2 tahun telah berlalu dan aku masih disini, dikeluarga Kim.
Aku tak bisa bohong dengan diriku sendiri, walaupun aku
bahagia disini tapi tetap saja aku ingin mengetahui jati diriku ini.
SeokJin oppa tahu tentang keadaanku ini, dia menyuruhku untuk
melupakan semua itu dan nikmati saja hidup baru ini. Aku tak pernah berfikir
oppa ku ini sungguh peduli sekali denganku. Tapi tetap saja aku ingin tahu, dan
akhirnya dia menyetujui. Dan kami berjanji untuk tidak memberitahu eomma dan
appa apa keinginanku saat ini, kami hanya akan memberitahukan ketika aku sudah
dapat mengingat kembali masa laluku.
========
Sebuah sedan putih hampir menabrakku, memang aku tak dapat
luka sedikitpun. Tetapi seketika kepalaku mulai pusing semua terlihat berputar,
tubuhku terjatuh ditanah.
Tanganku memegang kepala, menjambak rambut seolah ingin
menghilangkan rasa sakit ini.
Lalu seketika pecahan-pecahan ingatanku mulai tersusun, siapa
aku sebenarnya ? siapa keluargaku sebenarnya ? dan bagaimana aku dapat
terdampar disini ?
Semua pertanyaan itu sudah terjawab oleh ingatan-ingatanku.
Nama asliku Park NaRi, dulu aku tinggal di pulau jeju lengkap
dengan anggota keluargaku appa eomma unnie dan seorang dongsaeng, dan kenapa
aku berada disini. Saat itu disekolahku sedang ada pariwisata, karena
kecerobohanku aku terlepas dari rombongan, saat itu aku bingung lalu aku minta
tolong kepada seseorang yang tak sengaja kutemui dijalan.
Dia berkata akan mengantarkanku ke rombongan sekolah, tapi
ternyata itu tak seperti pikiranku dia mengajakku memutar-mutar kota seoul dan
membawaku ketempat yang sepi dia langsung membawa semua barang-barangku,
handphone tas uang semua dibawa lari olehnya.
Karena beberapa hari tak makan dan tak tau tempat tujuan, aku
pingsan disamping rumah keluarga Kim lalu kedua orangtuanya menolong bahkan
mengadopsiku.
.
Aku menceritakan semua itu kepada appa eomma dan tentu saja
Kim SeokJin oppa.
Aku ingin pulang, awalnya mereka tidak mengijinkanku, tapi
karena aku terus memohon mereka mengijinkanku dengan janji untuk menemui mereka
sebulan sekali atau setahun sekali.
Aku menolak menepati janji itu, akan lebih baik bagiku dan
mereka untuk melupakanku. Mereka hidup dengan seperti dulu dan diriku juga yang
seperti dulu.
Keesokan paginya ku siap-siap pergi, aku tidak banyak membawa
peralatan karena saat aku datang aku juga tidak membawa apa-apa.
Eomma tidak memperlihatkan air matanya tapi wajah sendu nya
sungguh tidak dapat disembunyikan begitu juga dengan appa dan SeokJin oppa.
Kubungkukkan badanku dan berterimakasih kepada mereka lalu
menghilang selamanya dari pandangan mereka.
Terimakasih untuk 2 tahun ini, aku
tidak akan melupakan kalian. Hiduplah dengan baik, dan jangan mencariku.
Park NaRi
Sebuah surat pendek kutinggalkan diatas meja belajar sebelum
aku pergi.
Terimakasih semuanya........
-END-
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar