Jumat, 15 April 2016

MIRACLE OF LIFE (Chapter 2)

Title : Miracle Of Life (Chapter 2/2)
Author : @hhero
Cast : Kim SeokJin (BTS), Kim SeokGil/Park NaRi (OC), others.
Genre : Terserah Readers.

Lenght : Twoshot
Dilarang me-copy plagiat. Hargai penulis ....
------------------------------------------------
1 tahun kemudian
“Eomma, bagaimana kalau nanti kita pergi kesupermarket ?”
“Untuk apa ?”
“Yaaah apa eomma lupa atau memang tidak ingat. Besok aku kan akan sekolah, aku kan belum punya seragam sekolah, eomma”
“Pakai saja seragamku yang dulu” semprong oppa (Kim SeokJin) sambil memakan satu piring penuh melon itu dengan lahap.
“Ya oppa, mana mungkin aku memakai seragam namja. Kau ini mengada-ngada saja”
“Ha ? hhahaha, kukira dongsaengku ini seorang namja tapi kenapa tingkah lakunya tidak seperti yeoja. Lihatlah dandananmu itu” ucapnya sambil menggerak-gerakkan garpu dari atas kebawah.
“Yak apa kau meledekku ?”
“Sudah-sudah, kalian ini sehari saja tak berkelahi kenapa sih ? ya SeokGil nanti eomma akan menemanimu. Dan SeokJin bagaimana perkembangan group mu itu, tetap jaga kesehatan, kau bahkan jarang sekali pulang kerumah, iiish iiish iiiish” ucap eomma.
“Baik eomma, ya aku rajin kok pergi nge-gym, dan juga bukannya aku selalu menghubungi kalian lewat telefon. Jadwalku saat ini benar-benar padat” dia lalu pergi meninggalkan kami, ya dengan wajah yang asam-asam kecut.
Aku mengerti kenapa eomma berkata seperti, sebenarnya dia sangat khawatir dengan keadaan oppa, bahkan eomma selalu saja update berbagai berita tentang BTS.
#Author
Kim SeokGil tiba di sebuah sekolah, sekolah yang letaknya tak terlalu jauh dari rumahnya.
“Annyeong, Kim SeokGil immida” ucap yeoja itu sambil membungkuk 90 derajat dan memasang senyum lebar.
Kim SeokGil duduk dibangku urutan 2 dari belakang, dia duduk diam sambil membaca sebuah komik kesayangan milik nya.
Diam-diam juga ia mendengarkan percakapan yeoja-yeoja yang sedang membahas tentang group kakaknya BTS. Dan mereka juga membicarakan tentang kakaknya Kim SeokJin.
“Ya apa kau melihat kemarin, Kim SeokJin oppa sungguh imut dan tampan. Ooh ya minggu depan aku akan datang ke fansign nya di seoul, apa kalian juga ?”
Lawan bicara mereka ada yang menggeleng dan ada juga yang mengangguk-angguk.
“Andai mereka tau, kalau salah satu dari teman sekelas kalian ini ada adik dari anggota BTS, ya walaupun tidak kandung” gumam Kim SeokGil.
“Hei Kim SeokGil” seorang yeoja menepuk punggung SeokGil dan membuatnya kaget.
@KimSeokGil
“Hei Kim SeokGil” aku terkejut spontan langsung berdiri.
Sebenarnya aku memiliki phobia terhadap kejutan, dan aku sungguh membenci sentuhan mendadak dan suara jeritan.
“Ya kenapa sampai segitunya ?” ucap yeoja itu merasa bersalah.
“Aaah tidak, aku hanya terkejut saja. Ooh ada apa ?” tanyaku.
“Perkenalkan namaku Shin HyeKyung” dengan sebuah uluran tangan.
“Ooo, Kim SeokGil immida” segera kugapai uluran tangan itu.
“Eeem maaf ini terlalu mendadak, apa nama fandom mu ?”
O_o
“Tenang-tenang, aku hanya ingin tahu nama fandommu, disini setiap siswa diwajibkan memiliki sebuah fandom” tambahnya.
“Aku suka BIGBANG tapi aku juga suka BTS” jawabku tegas dan penuh percaya diri.
“Apa kau multi fandom ?”
“Aaah ne ?”
“Waah selamat kau tergabung dalam group kami. Aku juga suka BIGBANG dan BTS” sebuah senyuman mekar diwajahnya.
“Siapa bias mu ? Kalau aku sih di BIGBANG lebih memilih T.O.P, kau tau kan tatapannya itu oooh. Dan BTS aku lebih memilih Jongkook tapi tak jarang aku juga melirik Jin” jelasnya panjang lebar.
“Kalau aku di BIGBANG lebih memilih G-DRAGON, menurutku dia memiliki karisma yang sungguh kuat. Dan di BTS aku memilih Kim SeokJin”
“Waah pilihanmu sungguh tepat”
Lama sekali kami berbicara tentang BIGBANG dan BTS, bahkan kami membicarakan semua member tentang hobi warna kesukaan dan lain-lain. Tapi aku lebih tertarik saat dia membicarakan Kim SeokJin mulai dari hobinya memasak (dan itu benar sekali) warna kesukaannya pink (of course, bahkan hampir semua bajunya berwarna pink).
Ingin ku katakan siapa identitasku ini, tapi aku menutupinya bukan karena aku anak angkat kedua orangtua Kim SeokJin.
Tapi aku tak ingin dunia entertainment meliput diriku, apalagi ini menyangkut diriku dan keluarga Kim SeokJin. Lebih baik aku bungkam.
.
.
2 tahun telah berlalu dan aku masih disini, dikeluarga Kim.
Aku tak bisa bohong dengan diriku sendiri, walaupun aku bahagia disini tapi tetap saja aku ingin mengetahui jati diriku ini.
SeokJin oppa tahu tentang keadaanku ini, dia menyuruhku untuk melupakan semua itu dan nikmati saja hidup baru ini. Aku tak pernah berfikir oppa ku ini sungguh peduli sekali denganku. Tapi tetap saja aku ingin tahu, dan akhirnya dia menyetujui. Dan kami berjanji untuk tidak memberitahu eomma dan appa apa keinginanku saat ini, kami hanya akan memberitahukan ketika aku sudah dapat mengingat kembali masa laluku.
========
Sebuah sedan putih hampir menabrakku, memang aku tak dapat luka sedikitpun. Tetapi seketika kepalaku mulai pusing semua terlihat berputar, tubuhku terjatuh ditanah.
Tanganku memegang kepala, menjambak rambut seolah ingin menghilangkan rasa sakit ini.
Lalu seketika pecahan-pecahan ingatanku mulai tersusun, siapa aku sebenarnya ? siapa keluargaku sebenarnya ? dan bagaimana aku dapat terdampar disini ?
Semua pertanyaan itu sudah terjawab oleh ingatan-ingatanku.
Nama asliku Park NaRi, dulu aku tinggal di pulau jeju lengkap dengan anggota keluargaku appa eomma unnie dan seorang dongsaeng, dan kenapa aku berada disini. Saat itu disekolahku sedang ada pariwisata, karena kecerobohanku aku terlepas dari rombongan, saat itu aku bingung lalu aku minta tolong kepada seseorang yang tak sengaja kutemui dijalan.
Dia berkata akan mengantarkanku ke rombongan sekolah, tapi ternyata itu tak seperti pikiranku dia mengajakku memutar-mutar kota seoul dan membawaku ketempat yang sepi dia langsung membawa semua barang-barangku, handphone tas uang semua dibawa lari olehnya.
Karena beberapa hari tak makan dan tak tau tempat tujuan, aku pingsan disamping rumah keluarga Kim lalu kedua orangtuanya menolong bahkan mengadopsiku.
.
Aku menceritakan semua itu kepada appa eomma dan tentu saja Kim SeokJin oppa.
Aku ingin pulang, awalnya mereka tidak mengijinkanku, tapi karena aku terus memohon mereka mengijinkanku dengan janji untuk menemui mereka sebulan sekali atau setahun sekali.
Aku menolak menepati janji itu, akan lebih baik bagiku dan mereka untuk melupakanku. Mereka hidup dengan seperti dulu dan diriku juga yang seperti dulu.
Keesokan paginya ku siap-siap pergi, aku tidak banyak membawa peralatan karena saat aku datang aku juga tidak membawa apa-apa.
Eomma tidak memperlihatkan air matanya tapi wajah sendu nya sungguh tidak dapat disembunyikan begitu juga dengan appa dan SeokJin oppa.
Kubungkukkan badanku dan berterimakasih kepada mereka lalu menghilang selamanya dari pandangan mereka.

Terimakasih untuk 2 tahun ini, aku tidak akan melupakan kalian. Hiduplah dengan baik, dan jangan mencariku.

Park NaRi
Sebuah surat pendek kutinggalkan diatas meja belajar sebelum aku pergi.
Terimakasih semuanya........



-END-

hafildahero@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar