Title : Can you ...??
Author : @hhero
Cast : Kim Taehyung (BTS), Park HaNi
Genre : Married Life
Warning !!! NO PLAGIARISME
______________________________
Dapatkah kau melihatku ?
Dapatkah kau merasakan keberadaanku ?
Dapatkah kau menerima kehadiranku ?
Untuk sesaat ....
Kututup buku diary ku huuft sebuah titik pena yang disatukan
menjadi sebuah abjad, abjad yang tadinya sendirian kini memiliki banyak teman
abjad yang lain. Mereka berkumpul menjadi sebuah kata, kata-kata itu pula akan
disambung menyambung dengan spasi titik koma menjadi sebuah karangan yang dapat
dibaca.
Kadang, aku berpikir betapa beruntungnya semua abjad-abjad
itu, dalam sebuah tulisan mereka memiliki banyak teman. Sedangkan diriku ini,
hidup sendiri.
Bukan-bukan, aku tidak hidup sendiri aku hidup dengan
keluarga yang beranggotakan seorang namja dan seorang yeoja. Akulah yeoja itu,
kami berdua sudah menikah kira-kira satu tahun lebih 5 menit. Yap lebih lima
menit, ini adalah hari perayaan pernikahan kami ke 1 tahun dan lebih 5 menit.
Kami tak pernah saling menyapa, terakhir kali dia menyapa ku saat pernikahan kami. Waow pernahkah kalian bayangkan 1 tahun kami tinggal bersama tapi tak pernah keluar satu katapun untuk menyapa.
Sebenarnya pernikahan ini bukanlah keinginan kami, saat itu
.....
#Flashback
Tok tok tok
Suara bunyi pintu yang diketuk itu membangunkan tidurku.
Tok tok tok
Suara itu makin keras, terdengar dari ketukannya itu
mendadakan si tamu sudah tidak sabar menunggu si pemilik rumah. Karena tidak
ingin terjadi masalah, segera kutegapkan tubuhku.
“Ya, tunggu. Nuguya ?”
“Cepat buka pintu”
“Nde”
“Rumah ini akan kami sita, dikarenakan hutang keluarga anda
yang terlalu banyak. Saya beri waktu 10 menit untuk menyiapkan barang-barang
yang anda perlukan. Jika tidak siap-siaplah anda keluar dengan tangan kosong”
Saat itu otakku kosong, hampa yang bisa kulakukan hanya
menunjukkan sikap idiot ku pada pria besar tinggi botak seperti di drama-drama,
jika aku tidak menuruti perintahnya maka , habislah diriku ini.
“Helllow”
Iiiih kesan pertama yang kupikirkan dari manly jadi aaah
gimana yah ngomonginnya, geli gitu. Tapi tetep aja walau begitu, dia malah
tambah menyeramkan.
“Cepat kau bereskan ruangan ini. Atau ....”
Belum sempat ia lanjutkan perkataannya, langsung ku ambil
langkah seribu. Menuju kamar mengambil koper mengambil baju buku dan
peralatan-peralatan lain yang ku anggap penting. Dan tak tertinggal pula foto
keluarga kami, ayah ibu dan aku.
“Nde hm nde”
Ucap pria besar itu sambil mangut-mangut menjawab telepon
dengan orang diseberang sana.
“Ayo ikut aku”
Pria besar itu langsung meraih tanganku menggenggamnya dengan
kasar kuat menyeretku pada sebuah mobil hitam diseberang jalan.
“Yak apa-apaan ini ? mau kemana kalian membawaku pergi ?”
ucapku sambil meronta-ronta mengaduh kesakitan.
“Sudah. Diam”
Bentakannya itu spontan membuatku diam terpaku. Suara itu
sungguh menakutkan.
Dari jendela mobil terlihat beberapa bangunan besar menjulang
kelangit. Setiap bangunan berlomba-lomba siapa yang tercepat menyentuh awan. Tempat
ini sungguh terpencil, sepi kelam mungkin penduduknya sudah pindah karena tidak
kuat melihat pemandangan yang kelam disini.
Beberapa pikiran aneh mulai menggelantungi otakku.
Apa aku akan dijual kepada pria-pria tua dan menjadikanku
sebagai gundiknya untuk melepas hawa napsu mereka.
Atau aku organ dalamku akan dijual, lalu mereka akan membuang
tubuhku ketempat sampah.
Atau ...
“Stop stop stop, kumohon jangan ber negatif thinking, positif
thinking saja. Kemungkinan mereka akan membawa ku ketempat terpencil dan mengasingkanku
atau mereka akan menaruhku kepanti asuhan. Ya mungkin saja itu juga tidak
terlalu buruk” support ku pada diri sendiri.
Ciiiiiit.
Rem mobil itu diinjak secara mendadak menimbulkan suara
seperti adegan-adegan film laga.
Mereka semua keluar, lalu seseorang membukakan pintu untukku.
“Lihatlah, mereka tidak bersikap seperti akan membunuhkan. Santai-santai
rileks, stay cool” semangatku.
Aku diarahkan menuju sebuah ruangan dengan tiga sofa besar
yang mengelilingi sebuah meja. Pria besar tadi menyuruhku duduk, lalu keluarlah
boss mereka dari sebuah pintu.
“Wah-wah-wah berani sekali kau menyuruhku menunggu. Bukankah tadi
ku bilang lima belas menit kalian harus sampai disini. Dan lihatlah sekarang,
kalian terlambat selama lima belas menit, siapkan diri kalian untuk mendapat
hukuman dariku”
“Maaf boss, tadi jalan raya cukup ramai”
“Hahahaha”
Tawanya menggelegar bagaikan sebuah petir yang
menyambar-nyambar.
“Alasan seperti itu sudah basi. Pergi sana. Aku mau bicara
dengan nona manis ini”
Pria besar itu segera beranjak pergi.
Perkataan boss ini menakutkan ku, tubuhku merinding geli
wajahku pucat pasi setelah mendengar penyebutan nona manis itu untukku.
“Nicola panggilkan Taehyung sekarang. Katakan padanya ada
sebuah hadiah besar untuknya”
Boss ini memanggil salah satu anak buahnya dan menyuruhnya
untuk memanggil seseorang.
Si anak buah itu segera pergi menaiki anak tangga.
“Hai nak, siapa namamu ?” tanya boss padaku.
“Namaku Park HaNi”
“Baiklah, kau sudah tahu kan kenapa dirimu bisa sampai disini”
Kuanggukkan kepalaku.
“Karena hutang orangtuamu itu, aku memiliki dua pilihan untukmu.
Pertama apa kau dapat meluniasi hutang orangtuamu yang sangat besar itu ?”
Kugelengkan kepalaku.
“Baiklah karena kau menolak pilihan pertamamu berarti kau
harus memilih pilihan kedua”
Mataku terbelalak, pilihan macam apa ini. Aku pun belum tau
apa pilihan kedua itu.
Lalu seorang namja dengan wajah datar dan tatapan tajam nya
menghampiri kami.
“Ini adalah pilihan kedua mu nona Park HaNi. Besok kalian
berdua akan dinikahkan, persiapkan dirimu”
~~END~~
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar