Title:
From My Heart
Author:
@hhero
Genre:
AU Sad Romance
Rating:
T
Length:
Oneshot
Disclaimer
: terinspirasi dari drama Goblin, kalian tahu kan drama yang lagi booming saat
ini. Di episode 9, ada dialog antara Kim Shin (ahjussi) ama Ji Eun Tak, dan gue
terinspirasi dari itu.
A/N :
Happy New Years ..! Udah jarang banget post lagi sekarang, biasalah anak
sekolah banyak tugas. Dan ini hadiah dari gue buat mengawali tahun 2017 ini.
Sekali lagi HAPPY NEW YEARS !!!
Happy
Reading guys. No copas yeh, hargai author.
~~~
Cerah
hari ini, selalu mengingatkanku padamu. Seseorang yang dapat meluluhkan hatiku.
Saat matahari bersinar terang aku selalu mengingat senyum manismu. Walau hati
ini tidak dapat berdebar disaat bersamamu tapi disaat aku memikirkan dirimu sendiri
memikirkan senyum manismu memikirkan suara indahmu memikirkan candaan konyol mu tanpa sengaja kau mendebarkan hati ini. Sungguh manis ....
memikirkan senyum manismu memikirkan suara indahmu memikirkan candaan konyol mu tanpa sengaja kau mendebarkan hati ini. Sungguh manis ....
Aku
benar-benar bingung tentang perasaan ini. Saat bersamamu aku merasa bodoh gila
sekaligus nyaman, tapi jika aku sedang sendiri aku mulai merasa mencintaimu
menyukaimu dan merasakan nyaman melebihi teman.
Ini
konyol. Mungkin juga gila.
Hati
ini benar-benar aneh, aku bahkan bingung, bagaimana perasaan sebenarnya hati
ini .... Aku ingin tau, tapi disaat aku ingin mengetahui nya kau mulai menjauh.
Aku tau kau menjauh dariku karena kesalahanku, aku ingin memperbaiki semua ini,
aku ingin mencintaimu, tapi entah kenapa hati dan mulut bertentangan ...
Hari
ini kulihat dirimu, sama seperti hari biasanya kau selalu cantik. Cantik dengan
daya tarikmu sendiri. Daya tarikmu yang begitu kuat membuat hatiku kebingungan.
“Hei”
ku beranikan diriku menatap manik matamu yang indah memberanikan mulutku tuk
berucap dan memberanikan diriku berada di depanmu.
“Kenapa
kau selalu datang menemuiku ?” sebuah balasan yang tidak ingin kudengar keluar
dari mulutmu. Senyummu menghilang kau gantikan dengan wajah datar penuh curiga
penuh amarah dan juga rindu.
“Aku
hanya ingin memberikan ini. Kenapa kau selalu melupakan sesuatu dan
menghilangkan sesuatu ?” ku todorkan sebuah sapu tangan. Sapu tangan miliknya
yang sudah ku simpan dalam waktu yang lama. Aku ingin kau mengambilnya tapi,
disisi lain aku tidak ingin kau mengambilnya, karena dengan adanya barang ini
padaku, aku merasa nyaman.
“Apakah
itu hanya alasan ?” matanya indah itu tak berani menatap langsung mataku.
“Aku
bersyukur, setiap kali aku menemuimu akan selalu ada alasannya !” jujur ... hei
bukankah jujur itu lebih baik dari pada berbohong, dan disaat seperti ini aku
tidak dapat memikirkan alasan lain.
“Pergilah
! Kita ... ah tidak, maksudku aku dan dirimu tidak memiliki hubungan apapun
lagi sekarang. Jadi pergilah” kau masih tidak mau menatapku, kenapa kau
melakukannya ? dan bukankah itu munafik, hatimu menginginka keberadaanku untuk
selalu disampingmu tapi mulutmu mengatakan ‘PERGI’
“Tunggu,
aku tahu kau pasti merasa tidak suka, tapi .....”
“Ketika
takdir mempertemukan kita dan juga memisahkan kita. Setiap pertemuan pasti ada
akan perpisahan. Kumohon, jangan membuat ku terikat denganmu lagi, semakin aku
dekat denganmu semakin kuat rasa ini. Biarkan rasa ini kupendam sendiri
kumiliki sendiri”
“Kau
egois. Lalu kau pikir apa yang sedang kulakukan ini, aku sedang berusaha untuk
mencintaimu, aku sedang berusaha menumbuhkan rasa itu. Apakah aku tidak boleh
melakukan itu ? apa aku salah ? Hubungan kita kemarin hanya sebatas teman, dan
sekarang aku ingin lebih dari itu dan aku sedang berusaha melakukannya.”
“Jangan
kau sia-siakan waktumu untuk itu, terimalah kenyataan kalau kau tidak memiliki
perasaan padaku. Jangan bersikap seolah kau yang salah kau yang harus
bertanggung jawab. Dasar bodoh”
Air
mata itu akhirnya jatuh, membasahi pipinya. Air mata yang kau tahan dari tadi,
kini mengalir dengan deras dipipi putihmu.
Disaat
seperti ini,
Dunia
akan terasa berhenti, semua yang berada disekitar seakan menghilang dan hanya
menyisakan kita berdua. Waktu melambat, setiap detik pergerakanmu akan
tersimpan di memori otakku dengan jelas.
Siapa
laki-laki didunia ini yang tidak sakit jika melihat perempuan yang ia suka
sedang menangis didepannya, apalagi karena kesalahannya.
Perempuan
yang ada didepanku ini sedang menangis, kenapa diriku hanya diam saja. Kenapa
semua otot ditubuhku tiba-tiba kaku.
Ototku
memang meng-kaku. Tapi air mata ini masih bisa mengalir .... aku menangis.
Masa
bodohlah dengan orang disekitar.
Lututku
melemas, aku terduduk didepanmu sambil menangis. Antara malu dan sedih aku
tidak peduli, setidaknya aku sudah menemanimu menangis disini.
Cinta
?
Aku
bahkan sulit untuk mengartikannya. Dan perasaan seperti apa cinta itu.
Suka ?
apakah seperti suka terhadap barang yang kau miliki dan tidak ingin dimiliki
orang lain.
Nyaman
? apakah seperti nyaman bersama dengan keluarga. Bahkan dengan keluarga aku
dapat merasa nyaman sekaligus suka.
Dan
bagaimanakah dengan cinta.
Apakah
rasa suka, suka yang melebihi rasa suka terhadap sesuatu.
Nyaman,
melebihi rasa nyaman bersama keluarga.
Dan
mungkin rasa ingin memiliki yang begitu kuat.
Aku
bahkan bertanya-tanya kepada orang yang sedang jatuh cinta. Apa yang sebenarnya
kau rasakan, adakah rasa yang begitu berbeda atau aneh hingga kau menyebutnya
CINTA ?
~END~
Thanks,
buat yang udah mau baca ....
I’ll
see you in my work more .....
HAPPY
NEW YEARS 2017
Annyeong
hafildahero@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar