Minggu, 01 Januari 2017

FROM MY HEART

Title: From My Heart
Author: @hhero
Genre: AU Sad Romance
Rating: T
Length: Oneshot
Disclaimer : terinspirasi dari drama Goblin, kalian tahu kan drama yang lagi booming saat ini. Di episode 9, ada dialog antara Kim Shin (ahjussi) ama Ji Eun Tak, dan gue terinspirasi dari itu.
A/N : Happy New Years ..! Udah jarang banget post lagi sekarang, biasalah anak sekolah banyak tugas. Dan ini hadiah dari gue buat mengawali tahun 2017 ini. Sekali lagi HAPPY NEW YEARS !!!
Happy Reading guys. No copas yeh, hargai author.
~~~
Cerah hari ini, selalu mengingatkanku padamu. Seseorang yang dapat meluluhkan hatiku. Saat matahari bersinar terang aku selalu mengingat senyum manismu. Walau hati ini tidak dapat berdebar disaat bersamamu tapi disaat aku memikirkan dirimu sendiri
memikirkan senyum manismu memikirkan suara indahmu memikirkan candaan konyol mu tanpa sengaja kau mendebarkan hati ini. Sungguh manis ....
Apakah ini sebuah perasaan cinta ? perasaan suka ? atau nyaman ?
Aku benar-benar bingung tentang perasaan ini. Saat bersamamu aku merasa bodoh gila sekaligus nyaman, tapi jika aku sedang sendiri aku mulai merasa mencintaimu menyukaimu dan merasakan nyaman melebihi teman.
Ini konyol. Mungkin juga gila.
Hati ini benar-benar aneh, aku bahkan bingung, bagaimana perasaan sebenarnya hati ini .... Aku ingin tau, tapi disaat aku ingin mengetahui nya kau mulai menjauh. Aku tau kau menjauh dariku karena kesalahanku, aku ingin memperbaiki semua ini, aku ingin mencintaimu, tapi entah kenapa hati dan mulut bertentangan ...
Hari ini kulihat dirimu, sama seperti hari biasanya kau selalu cantik. Cantik dengan daya tarikmu sendiri. Daya tarikmu yang begitu kuat membuat hatiku kebingungan.
“Hei” ku beranikan diriku menatap manik matamu yang indah memberanikan mulutku tuk berucap dan memberanikan diriku berada di depanmu.
“Kenapa kau selalu datang menemuiku ?” sebuah balasan yang tidak ingin kudengar keluar dari mulutmu. Senyummu menghilang kau gantikan dengan wajah datar penuh curiga penuh amarah dan juga rindu.
“Aku hanya ingin memberikan ini. Kenapa kau selalu melupakan sesuatu dan menghilangkan sesuatu ?” ku todorkan sebuah sapu tangan. Sapu tangan miliknya yang sudah ku simpan dalam waktu yang lama. Aku ingin kau mengambilnya tapi, disisi lain aku tidak ingin kau mengambilnya, karena dengan adanya barang ini padaku, aku merasa nyaman.
“Apakah itu hanya alasan ?” matanya indah itu tak berani menatap langsung mataku.
“Aku bersyukur, setiap kali aku menemuimu akan selalu ada alasannya !” jujur ... hei bukankah jujur itu lebih baik dari pada berbohong, dan disaat seperti ini aku tidak dapat memikirkan alasan lain.
“Pergilah ! Kita ... ah tidak, maksudku aku dan dirimu tidak memiliki hubungan apapun lagi sekarang. Jadi pergilah” kau masih tidak mau menatapku, kenapa kau melakukannya ? dan bukankah itu munafik, hatimu menginginka keberadaanku untuk selalu disampingmu tapi mulutmu mengatakan ‘PERGI’
“Tunggu, aku tahu kau pasti merasa tidak suka, tapi .....”
“Ketika takdir mempertemukan kita dan juga memisahkan kita. Setiap pertemuan pasti ada akan perpisahan. Kumohon, jangan membuat ku terikat denganmu lagi, semakin aku dekat denganmu semakin kuat rasa ini. Biarkan rasa ini kupendam sendiri kumiliki sendiri”
“Kau egois. Lalu kau pikir apa yang sedang kulakukan ini, aku sedang berusaha untuk mencintaimu, aku sedang berusaha menumbuhkan rasa itu. Apakah aku tidak boleh melakukan itu ? apa aku salah ? Hubungan kita kemarin hanya sebatas teman, dan sekarang aku ingin lebih dari itu dan aku sedang berusaha melakukannya.”
“Jangan kau sia-siakan waktumu untuk itu, terimalah kenyataan kalau kau tidak memiliki perasaan padaku. Jangan bersikap seolah kau yang salah kau yang harus bertanggung jawab. Dasar bodoh”
Air mata itu akhirnya jatuh, membasahi pipinya. Air mata yang kau tahan dari tadi, kini mengalir dengan deras dipipi putihmu.
Disaat seperti ini,
Dunia akan terasa berhenti, semua yang berada disekitar seakan menghilang dan hanya menyisakan kita berdua. Waktu melambat, setiap detik pergerakanmu akan tersimpan di memori otakku dengan jelas.
Siapa laki-laki didunia ini yang tidak sakit jika melihat perempuan yang ia suka sedang menangis didepannya, apalagi karena kesalahannya.
Perempuan yang ada didepanku ini sedang menangis, kenapa diriku hanya diam saja. Kenapa semua otot ditubuhku tiba-tiba kaku.
Ototku memang meng-kaku. Tapi air mata ini masih bisa mengalir .... aku menangis.
Masa bodohlah dengan orang disekitar.
Lututku melemas, aku terduduk didepanmu sambil menangis. Antara malu dan sedih aku tidak peduli, setidaknya aku sudah menemanimu menangis disini.

Cinta ?
Aku bahkan sulit untuk mengartikannya. Dan perasaan seperti apa cinta itu.
Suka ? apakah seperti suka terhadap barang yang kau miliki dan tidak ingin dimiliki orang lain.
Nyaman ? apakah seperti nyaman bersama dengan keluarga. Bahkan dengan keluarga aku dapat merasa nyaman sekaligus suka.
Dan bagaimanakah dengan cinta.
Apakah rasa suka, suka yang melebihi rasa suka terhadap sesuatu.
Nyaman, melebihi rasa nyaman bersama keluarga.
Dan mungkin rasa ingin memiliki yang begitu kuat.
Aku bahkan bertanya-tanya kepada orang yang sedang jatuh cinta. Apa yang sebenarnya kau rasakan, adakah rasa yang begitu berbeda atau aneh hingga kau menyebutnya CINTA ?


~END~

Thanks, buat yang udah mau baca ....
I’ll see you in my work more .....
HAPPY NEW YEARS 2017
Annyeong


hafildahero@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar